Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: BBM Naik, OJK Mulai Pasang Alarm
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Ekonomi

BBM Naik, OJK Mulai Pasang Alarm

Di tengah tekanan ekonomi yang mulai terasa dari kenaikan BBM hingga pelemahan rupiah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jateng memilih tidak menunggu keadaan memburuk.

T. Budianto
Last updated: Juni 12, 2026 4:10 pm
By T. Budianto
4 Min Read
Share
Kantor Pusat OJK di Jakarta. (Foto: Ist)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jateng memperkuat langkah antisipasi terhadap berbagai risiko yang membayangi industri jasa keuangan di tengah dinamika ekonomi saat ini.

Kepala OJK Jateng, Hidayat Prabowo mengatakan, pihaknya terus memantau perkembangan ekonomi yang berpotensi berdampak pada kesehatan sektor keuangan, termasuk kemungkinan meningkatnya kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL).

“Dalam rangka pengaturan, pengawasan, dan edukasi perlindungan konsumen tentu kami terus mencermati. Kami juga terus berkomunikasi dengan industri keuangan untuk mengantisipasi dinamika ke depan,” kata Hidayat di Semarang, Kamis (11/6/2026).

Menurutnya, analisis mengenai kondisi ekonomi makro menjadi ranah lembaga seperti Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan. Sementara OJK fokus menjaga stabilitas industri jasa keuangan agar tetap sehat menghadapi berbagai tekanan. Salah satu risiko yang kini menjadi perhatian adalah potensi kenaikan NPL akibat melemahnya kemampuan debitur dalam membayar kewajiban kredit.

Baca juga: OJK Jelaskan Nasib Peserta DPLK DPPK Jiwasraya Sekarang

“Dampaknya terhadap sektor keuangan, tentu salah satunya risiko NPL yang cenderung meningkat. Baik OJK pusat maupun daerah sudah mulai melakukan langkah antisipasi,” ujarnya.

Sebagai langkah mitigasi, OJK meminta seluruh pelaku industri jasa keuangan melakukan stress testing atau simulasi ketahanan menghadapi berbagai skenario ekonomi yang mungkin terjadi.

Lewat pengujian tersebut, bank dan lembaga keuangan diharapkan memiliki gambaran lebih jelas terkait risiko yang dapat muncul apabila tekanan ekonomi semakin besar.

OJK juga memberi perhatian khusus terhadap dampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang berpotensi memicu kenaikan biaya operasional dan produksi dunia usaha.

Kemampuan Membayar

Bagi sektor usaha yang memiliki kredit produktif, kenaikan biaya tersebut bisa mengurangi kemampuan membayar cicilan karena margin usaha semakin tertekan.

“Kalau kredit produktif, kenaikan biaya operasional tentu akan menjadi beban tambahan bagi pelaku usaha. Saat ini industri keuangan sedang menghitung seberapa besar dampak yang mungkin terjadi untuk mengantisipasinya,” kata Hidayat.

Selain kredit produktif, OJK juga mengawasi potensi tekanan pada kredit konsumtif. Meningkatnya biaya hidup dinilai dapat memengaruhi kemampuan masyarakat dalam mengatur pengeluaran dan memenuhi kewajiban pembayaran kredit.

Tak hanya itu, pelemahan rupiah juga masuk dalam radar pengawasan. OJK kini melakukan asesmen terhadap bank maupun perusahaan pembiayaan yang memiliki eksposur terhadap mata uang asing, terutama dolar AS.

Baca juga: Bunga Pinjaman Mau Dipangkas, Begini Suara OJK

Menurut Hidayat, semakin lemah nilai tukar rupiah, semakin besar pula beban yang harus ditanggung pihak yang memiliki utang atau transaksi berbasis dolar.

“Kalau rupiah melemah tentu akan lebih berat bagi pihak yang memiliki eksposur dalam dolar. Karena kewajibannya bisa meningkat,” ujarnya.

Meski demikian, OJK menegaskan hingga saat ini belum ada kebijakan relaksasi khusus yang akan diterapkan. Namun secara regulasi, OJK memiliki kewenangan untuk memberikan dukungan atau kelonggaran kebijakan apabila kondisi ekonomi memang mengharuskannya.

“Saat ini kami masih mencermati perkembangan kondisi yang terjadi. Tetapi secara kewenangan, OJK memang memiliki ruang untuk memberikan dukungan kebijakan apabila diperlukan,” katanya.

Ekonomi memang belum menyalakan lampu merah, tapi OJK sudah mulai memeriksa rem dan sabuk pengaman. Sebab dalam dunia keuangan, yang berbahaya bukan saat badai datang, melainkan ketika semua orang merasa cuaca masih cerah padahal awan hitam sudah menggantung di depan mata. (tebe)

You Might Also Like

Warung Madura Nggak Kenal “Surut”

Next Indonesia: Perluasan Jargas Jadi Kunci Tekan Subsidi LPG

123 Ton Bawang Gelap Nyelonong ke Semarang

16.000 Tiket Kereta Mudik Lebaran Sudah Terjual, KAI Daop 4 Ungkap Tanggal Favorit

Pertamina NRE Ekspansi ke Luar Negeri, Borong Saham Perusahaan EBT di Filipina

TAGGED:dolar menguatnplojk
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Jalan Jepara-Keling Akhirnya Dibeton
Next Article TPID Jateng gelar operasi pasar untuk kendalikan harga cabai yang makin pedas. BBM Naik, Pemprov Siapkan Operasi Pasar

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Gol Sabda Bikin PSIS Raih Tiga Poin di Laga Perdana

847 Kafilah Sudah Tiba di Semarang, MTQ Nasional Tinggal Gas!

Biar Nggak Main Hakim Sendiri, Warga Diajak “Melek” Hukum

MTQ Nasional, Pemprov Siapkan 306 Nakes

3.796 Paralegal Jateng Disiapkan Jadi “Penolong Pertama”

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Pesawat AirAsia AK452 rute Singapura-Semarang disambut water salute saat perdana mendarat di Bandara Ahmad Yani, Jumat (5/9/2025). (Humas Bandara A Yani)
Ekonomi

Penerbangan Semarang-KL: Kamu Bisa Sarapan Lumpia, Makan Siangnya Nasi Lemak di Malaysia

September 5, 2025
Ekonomi

Soloraya Great Sale 2025 Sukses, Siap Jadi Percontohan Nasional

Agustus 5, 2025
CUKAI - Ilustrasi pita cukai rokok. (ist)
Ekonomi

Purbaya Pastikan Cukai Rokok Tahun Depan Gak Naik, Angin Segar untuk IHT

Mei 20, 2026
Ekonomi

KDMP Beromzet Sebulan Rp60 Juta, Ketuanya Gak Cuan Sama Sekali!! Apes Bos

April 22, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: BBM Naik, OJK Mulai Pasang Alarm
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?