Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Motor MBG Triliunan Sudah Jadi, Dudung Malah Usul Dicicil Pegawai SPPG
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Fokus

Motor MBG Triliunan Sudah Jadi, Dudung Malah Usul Dicicil Pegawai SPPG

Menurut Dudung, pegawai SPPG saat ini memiliki penghasilan yang cukup layak sehingga memungkinkan untuk memiliki kendaraan sendiri apabila memang dibutuhkan.

Nugroho P.
Last updated: Juni 10, 2026 9:50 pm
By Nugroho P.
5 Min Read
Share
Motor listrik BGN.
SHARE

BACAAJA, JAKARTA – Polemik pengadaan motor listrik untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali memanas. Kali ini, sorotan datang dari Kepala Kantor Staf Presiden, Dudung Abdurachman, yang menilai proyek tersebut bukan kebutuhan paling mendesak bagi pegawai di lapangan.

Menurut Dudung, pengadaan puluhan ribu motor listrik seharusnya bisa dipertimbangkan lebih matang sejak awal. Apalagi anggaran yang digunakan mencapai nilai yang sangat besar.

Ia menilai fasilitas kendaraan dinas bukan kebutuhan utama yang harus dipenuhi melalui anggaran negara untuk pegawai Satuan Pelayanan Program Gizi atau SPPG.

Dalam pandangannya, fokus utama program semestinya tetap tertuju pada pelayanan gizi kepada masyarakat, bukan pada penyediaan kendaraan dalam jumlah besar.

Karena itu, Dudung mengaku mempertanyakan urgensi proyek yang nilainya menembus lebih dari Rp1 triliun tersebut.

Menurutnya, pegawai SPPG saat ini memiliki penghasilan yang cukup layak sehingga memungkinkan untuk memiliki kendaraan sendiri apabila memang dibutuhkan.

Ia bahkan menyebut pembelian kendaraan secara mandiri melalui sistem cicilan masih cukup realistis dilakukan oleh para pegawai.

Pernyataan itu muncul ketika proyek pengadaan motor listrik sedang menjadi perhatian karena terseret kasus dugaan korupsi di lingkungan Badan Gizi Nasional atau BGN.

Proyek tersebut diketahui mencakup pengadaan lebih dari 21 ribu unit motor listrik yang disiapkan untuk mendukung operasional program MBG.

Namun di tengah perjalanan, proyek tersebut justru memunculkan pertanyaan mengenai kebutuhan riil dan efektivitas penggunaannya.

Sorotan semakin besar setelah diketahui anggaran proyek telah dicairkan meskipun proses perakitan kendaraan belum sepenuhnya selesai.

Dudung mengungkapkan bahwa saat dilakukan pengecekan, sebagian motor masih berada dalam tahap produksi dan perakitan.

Meski demikian, pembayaran disebut sudah dilakukan oleh jajaran pimpinan lama BGN.

Fakta tersebut membuat proyek motor listrik MBG semakin menjadi bahan pembahasan di berbagai kalangan.

Banyak pihak mulai mempertanyakan proses pengadaan hingga alasan kendaraan tersebut dibeli dalam jumlah yang sangat besar.

Di sisi lain, puluhan ribu unit motor yang sudah terlanjur dirakit kini menjadi aset yang masa depannya masih belum jelas.

Dudung sendiri tidak memberikan keputusan mengenai langkah lanjutan terhadap kendaraan tersebut.

Menurutnya, keputusan terkait pemanfaatan maupun pengalihan aset berada di tangan pimpinan BGN dan pemerintah pusat.

Ia menegaskan bahwa kewenangan akhir berada pada Presiden dan pihak terkait yang memiliki otoritas terhadap program tersebut.

Karena itu, segala kemungkinan mengenai penggunaan motor listrik tersebut masih menunggu keputusan resmi.

Di tengah polemik yang berkembang, Dudung juga menyinggung dugaan adanya penggelembungan harga dalam proyek pengadaan motor listrik itu.

Ia menyebut terdapat selisih nilai yang cukup besar berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan.

Menurut perhitungannya, potensi kerugian negara diperkirakan mencapai ratusan miliar rupiah.

Sementara itu, angka yang dihitung lembaga pemeriksa disebut bisa mencapai nilai yang lebih tinggi.

Temuan tersebut menjadi salah satu alasan mengapa kasus ini kini masuk dalam proses hukum.

Dudung berharap aparat penegak hukum dapat menuntaskan penyelidikan secara transparan sehingga publik memperoleh kejelasan.

Kasus ini sendiri telah menyeret sejumlah mantan petinggi BGN ke meja hukum.

Kejaksaan Agung menetapkan tiga mantan pejabat tinggi BGN sebagai tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa Program MBG.

Mereka adalah mantan Kepala BGN, Dadan Hindayana, serta dua mantan wakil kepala, Sonny Sonjaya dan Lodewyk Pusung.

Penyidik menduga terjadi praktik mark up dalam sejumlah proyek pengadaan yang dijalankan lembaga tersebut.

Selain motor listrik, penyelidikan juga mencakup pengadaan sepatu, tablet, hingga televisi berukuran besar.

Kejaksaan turut mendalami dugaan keterkaitan sejumlah yayasan dan mitra SPPG yang disebut memiliki hubungan dengan para tersangka.

Nilai kerugian negara akibat perkara tersebut hingga kini masih dalam proses penghitungan.

Di tengah proses hukum yang terus berjalan, keberadaan puluhan ribu motor listrik senilai triliunan rupiah kini menjadi tanda tanya besar. Ketika kendaraan sudah telanjur dibayar dan sebagian telah dirakit, usulan Dudung agar pegawai membeli motor sendiri lewat cicilan justru menambah panjang perdebatan soal seberapa penting sebenarnya proyek tersebut sejak awal direncanakan. (*)

You Might Also Like

Sudah Ada Sejak 2015, Wisata Speedboat di Semarang Ternyata Banyak yang Belum Tahu

Minyakita Tiba-tiba Hilang dari Pasaran Bikin Panik, Pedagang: Tiap Hari Ada yang Nanyain

Unwahas Bareng Forum Internasional Bakal Gelar Dialog Sukseskan MBG

Jejak Dadan dan Dua Rekannya Disebut Cari Cuan Bareng

BREAKING NEWS: Prabowo ‘Pecat’ Kepala BGN Dadan, 2 Purnwirawan Jenderal Ikut Dicopot

TAGGED:bgndadandadan hindayanadudubgmotor listrik
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Namanya Ikut Viral di Kasus MBG, Sumanto Bantah Terlibat
Next Article Nama AHY Ikut Ramai yang DIsebut Sonny Sonjaya, Demokrat Pasang Garis Tegas

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Bulan Juni Lima Operasi Ini BPJS Tak Cover, Banyak Peserta Baru Sadar

KEPALA BGN - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang.

Nasib Dapur 3T Bikin Penasaran, BGN Kini Cari Jalan

Misteri Glamping Belum Usai, Hasil Labfor Ditunggu Publik

Berawal dari Candaan, Dengan Satu Dorongan Siswa SMP Berujung Tewas

UANGKAP KASUS--Jajaran Polda Jateng merilis pengungkapan kasus alih fungsi lahan sawah jadi tambak udang, Rabu (10/6/2026). (ist)

Sulap Sawah Jadi Tambak, Pengusaha Batang Jadi Tersangka

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Nasional

Prabowo Mau Sulap Motor Bensin Jadi Motor Listrik, Ini Alasannya

April 4, 2026
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan penolakannya terhadap rencana Tax Amnesty Jilid III. Ia menilai kebijakan itu bisa merusak kredibilitas pemerintah dan justru memberi insentif bagi wajib pajak nakal.
Info

BGN Kembalikan Dana Rp 70 Triliun, Presiden dan Menkeu Beda Respons

Oktober 23, 2025
MEMBAHAS DIALEK--Pemerhati bahasa Jawa Semarangan, Hartono Samidjan, menjelaskan ciri khas dialeg Semarang saat ditemui di rumahnya, Kamis (14/5/2026). (bae)
Fokus

Lewat Radio, Bahasa “Lo-Gue” Mulai Gerus Dialek Semarang Sejak Era 80-an

Mei 17, 2026
Fokus

Budaya Lokal Semarang Makin Tenggelam di Timeline

April 21, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Motor MBG Triliunan Sudah Jadi, Dudung Malah Usul Dicicil Pegawai SPPG
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?