BACAAJA, JAKARTA- Kalau biasanya ulang tahun identik dengan pesta dan potong tumpeng, HUT ke-80 Bhayangkara kali ini tampaknya ingin tampil beda. Polri memilih turun langsung ke lapangan dengan membawa sederet program kemanusiaan, mulai dari bedah rumah, bantuan pertanian, penyediaan air bersih, hingga berbagi bantuan sosial untuk warga yang sedang tertimpa musibah.
Menjelang peringatan HUT Bhayangkara pada 1 Juli 2026 mendatang, Polri menyiapkan berbagai kegiatan sosial di sejumlah daerah. Tujuannya sederhana, tapi cukup penting: bikin jarak antara polisi dan masyarakat makin dekat.
Kepala Korlantas Polri, Irjen Pol Agus Suryonugroho yang juga menjadi Ketua Panitia HUT ke-80 Bhayangkara mengatakan, rangkaian kegiatan tersebut akan digelar di berbagai wilayah Indonesia.
Baca juga: Polda Jateng Jamin Rekrutmen Polri 2026 Bersih Tanpa Titipan, Yakin?
“Nanti ada bedah rumah, bakti religi, bantuan alat dan mesin pertanian, termasuk penyediaan air bersih. Semua dilakukan di berbagai daerah,” kata Agus, kemarin.
Salah satu aksi nyata yang sudah berjalan adalah penyaluran 500 paket bantuan sosial kepada warga terdampak kebakaran di kawasan Kemayoran Gempol, Kebon Kosong, Jakarta.
Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Agus mewakili Kapolri kepada warga yang masih berjuang memulihkan kondisi pascakebakaran yang terjadi pada 1 Juni lalu.
Program Unggulan
Tak hanya bantuan sosial, program unggulan lainnya adalah bedah rumah. Polri menargetkan sekitar 80 unit rumah di berbagai daerah akan direnovasi secara serentak melalui jajaran Mabes Polri, polda hingga polres.
“Kurang lebih ada 80 rumah yang akan dibedah. Pelaksanaannya dilakukan bersama polda dan polres di seluruh Indonesia,” ujarnya.
Program-program tersebut menjadi bagian dari tema besar HUT ke-80 Bhayangkara tahun ini, yakni “Polri Untuk Masyarakat”. Lewat kegiatan sosial tersebut, Polri berharap tingkat kepercayaan publik terus meningkat sekaligus memperkuat hubungan yang lebih humanis dengan masyarakat.
Di sisi lain, bantuan yang diberikan kepada korban kebakaran Kemayoran mendapat sambutan positif. Data mencatat sebanyak 679 jiwa dari 354 kepala keluarga terdampak kebakaran. Dari jumlah tersebut terdapat 35 lansia, 90 balita, 135 pelajar dari berbagai jenjang pendidikan, serta ratusan warga dewasa yang kehilangan tempat tinggal dan harta benda akibat musibah tersebut.
Baca juga: Mudik 2026, Kapolri: Angka Kecelakaan Turun 3,23 Persen
Agus berharap momentum ulang tahun Bhayangkara bukan sekadar perayaan tahunan, tetapi juga menjadi ruang untuk menunjukkan kehadiran Polri di tengah masyarakat. “Semoga Polri semakin dicintai masyarakat, semakin dekat dengan masyarakat, dan semakin profesional dalam menjalankan tugas,” katanya.
Saat institusi lain sibuk menghitung jumlah lilin di kue ulang tahun, Bhayangkara ke-80 justru mencoba menghitung berapa rumah yang bisa diperbaiki, berapa warga yang bisa dibantu, dan berapa tetes air bersih yang bisa mengalir. Sebab kadang, ukuran perayaan bukan seberapa meriah acaranya, melainkan seberapa banyak manfaat yang benar-benar sampai ke masyarakat. (tebe)

