Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Tak Punya KTP Semarang? Kini Tetap Bisa Daftar Sekolah dari Awal
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Pendidikan

Tak Punya KTP Semarang? Kini Tetap Bisa Daftar Sekolah dari Awal

Musim penerimaan murid baru kembali dimulai. Tapi tahun ini ada kabar yang bikin banyak orang tua pendatang bisa sedikit lega. Pemkot Semarang membuka peluang lebih luas bagi anak-anak yang tinggal di Kota Semarang, meski administrasi kependudukannya belum berpindah.

T. Budianto
Last updated: Juni 8, 2026 10:57 pm
By T. Budianto
3 Min Read
Share
GERIMIS LUR: Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng saat sosialisasi Gerakan Minum Susu dan Makan Telur (Gerimis Lur) di depan siswa SD di Balai Kota Semarang beberapa waktu lalu. (Foto: Pemkot Semarang)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Pemerintah Kota Semarang resmi membuka Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 mulai 8 Juni 2026. Sejumlah kebijakan baru disiapkan agar akses pendidikan semakin merata dan tidak ada anak yang kehilangan kesempatan sekolah hanya karena persoalan administrasi.

Salah satu terobosan yang menjadi sorotan adalah dibukanya kesempatan bagi warga pendatang yang telah tinggal di Kota Semarang untuk mengikuti proses penerimaan melalui jalur domisili.

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng mengatakan, kebijakan tersebut bertujuan mengakomodasi keluarga perantau yang selama ini tinggal dan bekerja di Kota Semarang namun belum melakukan perpindahan administrasi kependudukan.

Baca juga: Minim Pendaftar, Disdik Semarang Buka SPMB SD Gelombang Kedua

“Anak-anak yang tinggal di Kota Semarang, termasuk dari keluarga perantau yang belum mengubah administrasi kependudukannya, tetap memiliki kesempatan mengikuti SPMB sejak awal melalui jalur domisili dengan melampirkan surat keterangan domisili,” ujar Agustina, Senin (8/6/2026).

Menurutnya, langkah tersebut sekaligus menjadi solusi untuk mengurangi ketimpangan jumlah peserta didik antar sekolah, khususnya pada jenjang sekolah dasar negeri.

Selama ini, ada sekolah yang kelebihan peminat, sementara sekolah lain justru kekurangan siswa baru. Dengan sistem yang lebih fleksibel, distribusi peserta didik diharapkan menjadi lebih merata.

Jalur Afirmasi

Tak hanya itu, Pemkot juga memperkuat jalur afirmasi dengan memasukkan program sekolah swasta gratis ke dalam sistem SPMB online. Sekitar 6.000 kursi tambahan disiapkan untuk membantu anak-anak dari keluarga kurang mampu agar tetap bisa memperoleh pendidikan tanpa harus terbebani biaya sekolah.

“Sekolah swasta gratis menjadi bagian dari solusi untuk memperluas daya tampung pendidikan. Dengan skema ini, kuota jalur domisili, prestasi, maupun mutasi di sekolah negeri tetap terjaga,” jelasnya.

Dalam pelaksanaan SPMB 2026, prinsip pemerataan tetap menjadi perhatian utama. Untuk jenjang TK dan SD, kuota jalur domisili ditetapkan minimal 70 persen, afirmasi minimal 20 persen, dan mutasi maksimal 5 persen. Sementara pada jenjang SMP negeri, jalur domisili mendapatkan porsi sebesar 40 persen sesuai regulasi yang berlaku.

Baca juga: Pemkot Tambah Sekolah Swasta Gratis

Pendaftaran jenjang TK dan SD dilakukan secara daring mulai 8 hingga 12 Juni 2026. Setelah itu dilakukan proses analisis data dan pemeringkatan pada 15-16 Juni, pengumuman hasil seleksi pada 17 Juni, dan daftar ulang pada 17-19 Juni 2026.

Melalui berbagai penyesuaian tersebut, Pemerintah berharap seluruh anak usia sekolah, baik warga asli maupun pendatang yang telah menetap di Kota Semarang, memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan yang layak. Di saat yang sama, kebijakan ini juga diharapkan mampu mengatasi persoalan sekolah-sekolah yang selama ini kekurangan peserta didik baru.

Selama ini banyak anak tinggal, bermain, dan tumbuh di Semarang, tapi saat musim penerimaan sekolah datang mereka dianggap “belum cukup Semarang” karena urusan administrasi. Kini setidaknya ada satu tembok yang mulai diruntuhkan. Karena pendidikan semestinya melihat tempat anak bertumbuh, bukan sekadar alamat yang tercetak di kartu identitas. (tebe)

You Might Also Like

Agustina Bawa Cerita Sampah dan Banjir Semarang ke Jakarta

Gus Yazid Sudah Bawa Massa, Apa Alasan Hakim Tunda Sidang Putusan TPPU BUMD Cilacap?

Viral Sampah Tumpah di Sultan Agung, DLH Semarang Gercep Beresin: Nggak Sampai 1 Jam!

Semarang Jaga Toleransi hingga Tempat Peristirahatan Terakhir

Luthfi Nego Kuota Rumah Subsidi, Maruarar Kasih Lampu Hijau

TAGGED:disdik kota semarangheadlinepemkot semarang
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Banyak Utang, Eks Kepala Gudang Jual Susu Cimory Kedaluwarsa
Next Article Jam Jaga Dipangkas, Dokter Magang Kini Punya Ruang Bernapas

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Agustina Genjot Ketahanan Pangan Semarang: Dari Kebun Warga hingga Pasar Murah

Investasi Jateng Tembus Rp72,54 Triliun, 340 Ribu Orang Kebagian Peluang Kerja

Tinggal Satu Titik Api di Gunung Lawu, Luthfi Minta Petugas Jangan Pulang Dulu

YLBHI Soroti Pengerahan Ribuan Aparat Saat Demo Dua Tahun Prabowo-Gibran

ASN Disuruh Naik Angkutan Umum Seminggu Sekali, Biar Nggak Cuma Jago Bikin Kebijakan!

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

PDIP lagi pasang formasi “Turtle Defense” di awal, tapi siap berubah jadi “Full Blitz Attack” kalau lawan lengah. Dan kembalinya Hasto itu bukan sekadar ganti Sekjen, tapi langkah pertama buat nyusun “Operation Comeback 2029.”
Unik

Peta Strategi PDIP Pasca-Comeback Hasto Kristiyanto

Agustus 15, 2025
Ilustrasi bencana banjir bandang yang menghanyutkan kayu-kayu gelondongan.
Teknologi

Riset UI Ungkap Pemicu Banjir Bandang di Batang Toru, Singgung Siklon Senyar

Agustus 23, 2026
DEMO BURUH: Ratusan buruh Sritex demo di depan kantor Gubernur Jateng, beberapa waktu lalu.(bae)
Info

Buruh Sritex Meradang, Nasibnya Kayak Roller Coaster Gak Jelas Arahnya

September 24, 2025
Chiko Radityatama Agung Putra, mahasiswa Undip yang bikin dan nyebarin konten deepfake AI 'Skandal Smanse'.
Hukum

Mahasiswa Undip Penyebar Konten ‘Skandal Smanse’ Terancam DO

Oktober 16, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Tak Punya KTP Semarang? Kini Tetap Bisa Daftar Sekolah dari Awal
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?