Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Mangrove untuk Daratan yang Terus Mundur
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Mangrove untuk Daratan yang Terus Mundur

Abrasi tidak datang dengan suara keras. Ia bekerja pelan-pelan, menggerus pantai sedikit demi sedikit hingga daratan menyusut tanpa banyak disadari.

T. Budianto
Last updated: Juni 8, 2026 6:54 am
By T. Budianto
5 Min Read
Share
BIBIT MANGROVE: Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi memimpin penanaman bibit mangrove dan cemara laut dalam rangka peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 tingkat Jateng di kawasan Pantai Tirang, Semarang, akhir pekan lalu. (Foto: Pemprov Jateng)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Suasana Pantai Tirang, Kota Semarang, Sabtu (6/6/2026) pagi terasa berbeda. Di tengah semilir angin laut dan debur ombak yang bergantian menyapa bibir pantai, puluhan orang berkumpul membawa bibit mangrove dan cemara laut.

Mereka datang dari berbagai kalangan, mulai pemerintah, komunitas lingkungan, pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum. Bersama-sama mereka menanam harapan baru bagi kawasan pesisir yang selama ini berhadapan dengan ancaman abrasi dan rob.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi dalam rangka peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 tingkat Jateng. Sebanyak 200 batang cemara laut dan 2.750 bibit mangrove ditanam di kawasan Pantai Tirang.

Pada hari yang sama, gerakan serupa dilakukan secara serentak di 16 kabupaten dan kota pesisir di Jawa Tengah dengan total penanaman mencapai 92.290 bibit tanaman pesisir dan mangrove. Selain penanaman pohon, peserta juga melakukan aksi bersih-bersih pantai sebagai bagian dari upaya menjaga ekosistem pesisir secara berkelanjutan.

Baca juga: Data Mangrove Jateng Nggak Sinkron, Selisih Luasannya Capai Ribuan Hektar

Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Luthfi menegaskan bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tugas pemerintah. Menurutnya, persoalan lingkungan harus menjadi tanggung jawab bersama yang melibatkan seluruh elemen masyarakat.

Kegiatan penanaman ini merupakan bagian dari Program Gerakan Mageri Segoro, sebuah gerakan yang bertujuan melindungi kawasan pesisir dari ancaman abrasi dan rob melalui pembangunan sabuk hijau alami.

“Mageri Segoro itu segoro yang dikasih pager. Artinya, laut kita itu harus kita pagari,” kata Luthfi. Ia menjelaskan, sejumlah kawasan pantai di wilayah Pantura Jateng saat ini menghadapi tekanan serius akibat abrasi. Karena itu, penanaman mangrove dan tanaman pesisir harus dipandang sebagai investasi jangka panjang untuk menjaga garis pantai dan melindungi kawasan permukiman warga.

Namun, menurut Luthfi, pekerjaan tidak berhenti setelah bibit ditanam. Tantangan sesungguhnya adalah memastikan tanaman tersebut tumbuh dan bertahan hidup.

Rawat Lingkungan

Karena itu, ia meminta seluruh pihak, mulai dari dinas terkait, komunitas lingkungan, hingga pelaku industri di sekitar kawasan pesisir untuk ikut bertanggung jawab melakukan perawatan. Terlebih penanaman dilakukan menjelang musim kemarau yang berisiko menghambat pertumbuhan tanaman. “Tiga hari sekali minimal dilakukan pengecekan,” tegasnya.

Selain persoalan abrasi dan rob, Luthfi juga menyoroti dampak pengambilan air tanah yang berlebihan. Menurutnya, praktik tersebut perlu diawasi secara ketat karena dapat mempercepat penurunan muka tanah, terutama di wilayah pesisir.

Ia mendorong pemerintah daerah memperkuat layanan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) melalui BUMD agar masyarakat tidak lagi bergantung pada air tanah. Pengembangan teknologi desalinasi juga dinilai perlu diperluas, khususnya untuk mendukung kebutuhan masyarakat nelayan di kawasan pantai.

Persoalan sampah juga menjadi perhatian serius dalam peringatan Hari Lingkungan Hidup tahun ini. Sejalan dengan target nasional menuju zero waste pada 2029, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah memetakan penanganan sampah berdasarkan karakteristik masing-masing daerah.

Baca juga: 1.700 Mangrove Nancep di Tambakrejo, Biar Laut Nggak Terus Makan Daratan

Untuk wilayah dengan timbulan sampah sekitar 1.000 ton per hari, seperti kawasan Semarang Raya, Pekalongan Raya, dan Tegal Raya, akan diterapkan sistem pengelolaan berbasis aglomerasi atau regional. Sementara daerah dengan volume sampah lebih kecil diarahkan menggunakan teknologi refuse-derived fuel (RDF) yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif industri semen.

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 di Jateng mengusung tema “Saatnya Bekerja untuk Iklim”. Tema tersebut dianggap relevan mengingat dampak perubahan iklim semakin nyata dirasakan masyarakat, terutama melalui meningkatnya kejadian bencana hidrometeorologi di berbagai daerah.

Salah seorang peserta dari Saka Kalpataru, Aisyah berharap, gerakan penanaman mangrove ini mampu menjaga keberlangsungan Pantai Tirang agar tidak terus terkikis oleh air laut. “Harapan saya, semoga Pantai Tirang ini jangan sampai terkikis oleh air laut,” ujarnya.

Menanam mangrove memang tidak langsung mendatangkan keuntungan seperti membangun gedung atau kawasan industri. Namun ketika abrasi datang dan garis pantai mulai hilang sedikit demi sedikit, orang akan sadar bahwa pohon-pohon kecil yang dulu ditanam diam-diam sedang bekerja menjaga daratan agar tetap ada. (tebe)

You Might Also Like

M Saleh Dorong Kompetisi Judo Rutin Digelar: Pembinaan & Nyari Bibit

Cadangan Devisa RI Anjlok, Imbas Nilai Tukar Rupiah Terus Melemah

Empat Pemuda Banyumas Diciduk Bawa Tembakau Sinte di Cilacap

Ammy Pegang Kendali Cilacap, Dari Wabup Kini Jadi Nahkoda

Keracunan MBG Berulang, Gus Yasin Minta Daerah Bisa Suspend SPPG

TAGGED:ahmad luthfiheadlinemageri segoromangrovepemprov jateng
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Bocah 17 Tahun Pecahkan Rekor Timnas
Next Article Taj Yasin Pastikan SPMB Jateng 2026 Tanpa “Jastip”

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Api Mrapen Tiba di Semarang, Agustina Bidik Juara Umum Porprov Jateng 2026

Api Sumbing Padam, PR Berikutnya Pulihkan Hutan dan Saluran Air

Warga Mangunharjo Panen Melon Premium, Agustina Minta Kampung Lain Ikutan

Gunung Slamet Jadi Medan Tempur Atlet Trail Run Jateng

UCAPAN DUKA - Atlet selam asal Jepara, Syabilla Rizkia Putri Raharja, meninggal saat berlaga di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII Jawa Tengah 2026, di perairan Semarang Barat, Minggu (25/10/2026).. HADIRKAN SOLUSI - PLN Icon Plus hadirkan solusi digital dan ekosistem hijau dalam Simposium Teknologi Informasi (TI) Hulu Migas 2026, yang digelar Asosiasi IT Minyak dan Gas (AIMG) di Yogyakarta Marriott Hotel, 30 September–2 Oktober 2026.

Perkuat Kolaborasi Industri Hulu Migas, PLN Icon Plus Hadirkan Solusi Digital dan Ekosistem Hijau

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

SIDANG KORUPSI--Kades dan warga Pati menjadi saksi sidang korupsi terdakwa Sudewo di Pengadilan Tipikor Semarang, Senin (3/8/2026). (bae)
Hukum

Cerita Gus Amin soal Rapat Bahas Mahar Seleksi Perangkat Desa di Pati

Agustus 3, 2026
Info

Bediding Belum Pergi, Jawa Tengah Masih Menggigil Hingga Dua Bulan Lagi

Juli 10, 2026
Hukum

ASN Jateng Asal Kasih Izin Tambang, Negara Boncos

Oktober 16, 2025
Hukum

Enam Hari Berlalu, Misteri Pembunuhan Bocah Cilegon Belum Terjawab

Desember 22, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Mangrove untuk Daratan yang Terus Mundur
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?