Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Gunung Slamet Jadi Medan Tempur Atlet Trail Run Jateng
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Olahraga

Gunung Slamet Jadi Medan Tempur Atlet Trail Run Jateng

T. Budianto
Last updated: Oktober 25, 2026 9:14 pm
By T. Budianto
4 Min Read
Share
BENDERA START: Sekda Jateng sekaligus Ketua ALTI Jateng Sumarno mengibarkan bendera start saat memberangkatkan ribuan peserta Slamet Trail Run & Kejurda ALTI Jateng 2026 di kawasan Guci, Kabupaten Tegal, Minggu (25/10/2026). (Foto: Pemprov Jateng)
SHARE

BACAAJA, TEGAL- Lari di jalan datar mungkin tinggal urusan adu cepat. Tapi kalau lintasannya berupa medan ekstrem Gunung Slamet, salah injak atau salah baca jalur bisa bikin strategi berantakan.

Di sinilah atlet trail run Jawa Tengah diuji, bukan cuma soal kaki yang kuat, tetapi juga kepala yang tetap dingin. Target besarnya? Menyiapkan amunisi untuk Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.

Medan menantang di kawasan Guci, Kabupaten Tegal, menjadi arena Kejuaraan Daerah (Kejurda) Asosiasi Lari Trail Indonesia (ALTI) Jawa Tengah 2026, Minggu (25/10/2026). Ajang ini sekaligus terintegrasi dengan Slamet Trail Run 2026, mempertemukan 123 atlet Kejurda dari berbagai daerah di Jateng dan 908 peserta kategori umum.

Total ada 1.031 pelari yang meramaikan kompetisi tersebut. Namun, bagi ALTI Jateng, gelaran ini bukan sekadar membuat kawasan wisata ramai oleh peserta bersepatu lari. Kejurda menjadi tempat menguji hasil latihan sekaligus menyaring atlet potensial yang layak masuk radar tim provinsi menuju PON 2028.

Baca juga: Sumarno Ingin Trail Run Menyebar ke Seluruh Jateng

Sekda Jateng, sekaligus Ketua ALTI Jateng, Sumarno mengatakan, ajang ini menjadi bagian dari proses evaluasi dan penjaringan atlet. “Ini menjadi bagian untuk latihan, untuk menjaring atlet-atlet nanti yang akan mewakili Jateng di ajang PON nantinya,” kata Sumarno saat membuka kejuaraan.

Ia berharap atlet yang terpilih nantinya benar-benar mampu bersaing di level nasional dan membawa pulang prestasi untuk Jateng. Sumarno juga menyampaikan kemungkinan Jateng menjadi tuan rumah Kejuaraan Nasional (Kejurnas) pada 2027.

Kalau rencana tersebut terealisasi, tantangannya tentu bukan hanya menyiapkan lintasan dan penyelenggaraan. Pembinaan atlet juga perlu berjalan konsisten agar Jateng tidak sekadar sukses menjadi tuan rumah, tetapi punya wakil yang siap bertarung.

Persaingan Keras

Salah satu gambaran kerasnya persaingan datang dari Ari Krisniawan, peserta asal Boyolali. Ia finis di posisi keempat kategori 15 kilometer (15K) dengan catatan waktu sekitar 1 jam 30 menit.

Bagi Ari, trail run bukan semata-mata adu kecepatan dan daya tahan. Pelari juga harus menjaga konsentrasi serta memahami jalur yang dilalui. Salah mengambil arah bisa berarti waktu terbuang, tenaga terkuras, dan peluang finis lebih baik ikut melayang.

Meski belum naik podium teratas, Ari memilih menjadikan hasil tersebut sebagai bahan evaluasi. Ia ingin meningkatkan kecepatan sekaligus kemampuan membaca jalur untuk menghadapi kompetisi berikutnya.

“Ya enggak apa-apa, yang penting bersyukur saya sudah berjuang maksimal. Mungkin hasil dari kerja keras saya yang diberikan masih segini. Untuk tahun besok bisa lebih baik lagi,” ujarnya.

Baca juga: Ribuan Runners Serbu Merbabu Sky Run 2025, Rutenya Bikin Lupa Capek!

Sikap seperti itulah yang dibutuhkan dalam perjalanan panjang menuju PON 2028. Hasil Kejurda bukan garis akhir, melainkan cermin untuk melihat kekuatan dan kekurangan atlet. Latihan, evaluasi, dan kompetisi berkelanjutan menjadi kunci agar potensi tidak berhenti sebagai catatan waktu di papan hasil.

Sebab, menaklukkan Gunung Slamet saja sudah berat. Apalagi kalau targetnya membawa pulang medali PON. Jangan sampai atletnya sudah ditempa di jalur ekstrem, tetapi pembinaannya justru tersandung di jalur yang lebih mulus: perencanaan dan konsistensi. (tebe)

You Might Also Like

KPK Konfirmasi Tangkap Bupati Hamenang dan Ahmad Luthfi dalam OTT di Klaten

Pemerintah Fokus Tambah Dokter Spesialis

Bank Jateng Beri Kredit Ratusan Miliar Rupiah ke Sritex Tanpa Agunan, Gak Cek Ulang Pula!

Pecinan Semarang Jadi Titik Kumpul Semua Etnis

Gara-Gara Pisang “Fermentasi”, SPPG Lempongsari Disetop

TAGGED:altigunung slametheadlinesekda jatengtrail run
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article UCAPAN DUKA - Atlet selam asal Jepara, Syabilla Rizkia Putri Raharja, meninggal saat berlaga di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII Jawa Tengah 2026, di perairan Semarang Barat, Minggu (25/10/2026).. HADIRKAN SOLUSI - PLN Icon Plus hadirkan solusi digital dan ekosistem hijau dalam Simposium Teknologi Informasi (TI) Hulu Migas 2026, yang digelar Asosiasi IT Minyak dan Gas (AIMG) di Yogyakarta Marriott Hotel, 30 September–2 Oktober 2026. Perkuat Kolaborasi Industri Hulu Migas, PLN Icon Plus Hadirkan Solusi Digital dan Ekosistem Hijau
Next Article Warga Mangunharjo Panen Melon Premium, Agustina Minta Kampung Lain Ikutan

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Api Mrapen Tiba di Semarang, Agustina Bidik Juara Umum Porprov Jateng 2026

Api Sumbing Padam, PR Berikutnya Pulihkan Hutan dan Saluran Air

Warga Mangunharjo Panen Melon Premium, Agustina Minta Kampung Lain Ikutan

Gunung Slamet Jadi Medan Tempur Atlet Trail Run Jateng

UCAPAN DUKA - Atlet selam asal Jepara, Syabilla Rizkia Putri Raharja, meninggal saat berlaga di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII Jawa Tengah 2026, di perairan Semarang Barat, Minggu (25/10/2026).. HADIRKAN SOLUSI - PLN Icon Plus hadirkan solusi digital dan ekosistem hijau dalam Simposium Teknologi Informasi (TI) Hulu Migas 2026, yang digelar Asosiasi IT Minyak dan Gas (AIMG) di Yogyakarta Marriott Hotel, 30 September–2 Oktober 2026.

Perkuat Kolaborasi Industri Hulu Migas, PLN Icon Plus Hadirkan Solusi Digital dan Ekosistem Hijau

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Info

Dulu Kayak Jalur Offroad, Sekarang Mulus: Warga Sragen Kini Bisa Bernapas Lega

Maret 5, 2026
Olahraga

Jadi Tuan Rumah, Luthfi Targetin Jateng Juara Umum Pomnas XIX

September 19, 2025
Pesawat Kepresidenan Indonesia dikawal jet tempur Angkatan Udara (AU). (ist)
Viral

Pesawat Militer AS bakal Bebas Acak-acak Langit Indonesia? Kemhan: Itu Rancangan Awal

April 14, 2026
SEPAKAT IMPOR PANGAN - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto saat melakukan kunjungan kenegaraan dan bertemu Presiden Republik Prancis Emmanuel Macron di Istana Elysee, Paris, Prancis pada Kamis (28/5/2026) waktu setempat. Prabowo sepakat membuka kran impor pangan, daging dan susu sapi, dari Prancis. (BPMI Sekretariat Presiden)
Ekonomi

Saat Rupiah Terus-terusan Nyungsep, Presiden Prabowo Buka Kran Impor Pangan dari Prancis

Mei 30, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Gunung Slamet Jadi Medan Tempur Atlet Trail Run Jateng
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?