Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Gara-Gara Pisang “Fermentasi”, SPPG Lempongsari Disetop
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Gara-Gara Pisang “Fermentasi”, SPPG Lempongsari Disetop

Kadang masalah besar muncul dari hal sepele. Di Lempongsari, semuanya berawal dari pisang yang “kelewat matang”, atau mungkin sudah masuk fase fermentasi. Dari situ, drama SPPG sempat memanas… tapi untungnya berakhir adem.

T. Budianto
Last updated: Maret 30, 2026 10:47 pm
By T. Budianto
2 Min Read
Share
Lurah Lempongsari, Tin Subekti. (Foto: dul)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Polemik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Lempongsari akhirnya menemukan titik terang. Setelah sempat diramaikan keluhan soal kualitas makanan, semua pihak kini sepakat berdamai dan fokus berbenah.

Masalah ini awalnya dipicu temuan kader posyandu: buah pisang yang dinilai sudah tidak layak konsumsi. Temuan sederhana, tapi dampaknya langsung serius, karena makanan itu ditujukan untuk kelompok rentan seperti balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.

Baca juga: Operasional SPPG Lempongsari Dihentikan Sementara

“Kami ini tanggung jawabnya ke anak-anak, balita, bumil, busui. Jadi kalau ada yang kurang layak pasti disampaikan,” ujar Lurah Lempongsari, Tin Subekti, Senin (30/3/2026).

Keluhan yang sempat dilayangkan lewat surat akhirnya dibawa ke meja musyawarah. Rapat koordinasi digelar, melibatkan warga, kader, hingga pengelola SPPG. Awalnya tegang, tapi lama-lama mencair.

Kunci Utama

Menurut Tin, komunikasi langsung jadi kunci utama meredakan konflik. “Kalau hanya lewat WA itu beda. Ketemu langsung, lihat mimik, disenyumi, biasanya hati jadi luluh,” katanya.

Dan benar saja, dari forum itu muncul kesepakatan bersama. Pihak pengadu sepakat mencabut laporan, tapi dengan sejumlah catatan penting yang wajib dipenuhi.

Dari hasil evaluasi, persoalan ternyata nggak cuma soal kualitas buah. Ada banyak faktor lain yang ikut berperan. Mulai dari proses distribusi, penyimpanan dalam boks tertutup, sampai kemungkinan penumpukan makanan yang bikin suhu meningkat dan kualitas menurun.

Baca juga: 119 SPPG di Jateng Gandeng BUMDes dan Koperasi

“Bisa jadi karena boks yang panas atau distribusi yang tidak langsung. Jadi memang banyak faktor,” jelasnya. Untuk sementara, operasional SPPG Lempongsari masih dihentikan. Pihak pengelola kini fokus melakukan pembenahan menyeluruh.

Mulai dari renovasi dapur, perbaikan sistem distribusi, hingga penataan ulang administrasi. Layanan baru akan kembali dibuka setelah semua catatan yang disepakati benar-benar dipenuhi.

Dari pisang yang “kelewat matang”, semua jadi pelajaran: urusan gizi itu nggak bisa setengah matang. Karena kalau kualitasnya ikut “fermentasi”, yang harusnya menyehatkan justru bisa bikin programnya ikut basi. (dul)

You Might Also Like

Derita Warga Temanggung, 20 Tahun Kerja di Malaysia Gak Digaji

RSWN Ultah, Layanan Ngebut, Fasilitas Naik Kelas

Sat-set, Setahun Polres Banjarnegara Bongkar Ratusan Kasus Kriminal

Mencuat! Dosen UIN Walisongo Diduga Lakukan Pelecehan Seksual, Mahasiswa Geram

Cara Unik Bupati Temanggung Ingatkan Pentingnya Pemerataan Layanan Kesehatan, Bikin Haru!

TAGGED:bgnheadlineMBGSPPG lempongsari
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Operasional SPPG Lempongsari Dihentikan Sementara
Next Article KPK Fokus Awasi Anggaran, Pengadaan, dan Jual Beli Jabatan di Jateng

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Undip Kenalkan Kopi Tawangmangu ke Dunia

KPK Kulik Aktivitas Fadia Arafiq Saat Menjabat

Bayar Sampah di Semarang Sekarang Nggak Tunai Lagi

Waisak Belum Mulai, Borobudur Sudah Full Booking

Ibu-Ibu Pegang Pisau Kurban, Ternyata Hukumnya Bikin Banyak Kaget

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Pendidikan

Paham Anarko Sudah Menyebar, Ini Peringatan Keras Kapolres Banjarnegara

Agustus 16, 2025
Ilustrasi anak-anak terserang super flu.
Info

62 Kasus Super Flu di Indonesia Dimodinasi Anak-anak, IDAI Ingatkan Hal Ini

Januari 5, 2026
Info

ASN WFH Tiap Jumat? Santai di Rumah Boleh, Tapi Jangan “Ngilang”!

April 1, 2026
DaerahPendidikan

Pemprov Lanjutkan Skema Honorarium Guru Non-ASN

November 25, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Gara-Gara Pisang “Fermentasi”, SPPG Lempongsari Disetop
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?