Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Guru Ini Kreatif Banget, Kasih Nilainya Gak Biasa Bikin Semangat
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Pendidikan

Guru Ini Kreatif Banget, Kasih Nilainya Gak Biasa Bikin Semangat

Belakangan, media sosial ramai membicarakan cara unik seorang guru bernama Putu Putri Adelia Savitri dalam mengoreksi hasil pekerjaan siswanya. Alih-alih hanya memberikan nilai, ia menyelipkan gambar-gambar doodle lucu lengkap dengan pesan jenaka yang langsung mencuri perhatian warganet.

Nugroho P.
Last updated: Juni 2, 2026 9:33 pm
By Nugroho P.
6 Min Read
Share
Penilaiannya gak biasa, ada doodle art, dan komentar komentar yang jarang dilakukan guru lain.
SHARE

BACAAJA, JAKARTA – Lembar ulangan biasanya identik dengan angka merah, tanda silang, atau catatan singkat dari guru. Namun di tangan seorang guru di Bali, kertas jawaban murid justru berubah menjadi ruang penuh kreativitas yang membuat banyak orang tersenyum saat melihatnya.

Belakangan, media sosial ramai membicarakan cara unik seorang guru bernama Putu Putri Adelia Savitri dalam mengoreksi hasil pekerjaan siswanya. Alih-alih hanya memberikan nilai, ia menyelipkan gambar-gambar doodle lucu lengkap dengan pesan jenaka yang langsung mencuri perhatian warganet.

Unggahan tersebut menyebar dengan cepat karena dianggap menghadirkan cara belajar yang lebih hangat dan dekat dengan dunia anak-anak. Banyak orang menilai pendekatan itu mampu membuat murid menerima hasil ulangan tanpa rasa takut maupun tertekan.

Dalam foto-foto yang beredar, terlihat berbagai lembar jawaban siswa dari beberapa tingkat kelas. Mulai dari siswa kelas tiga hingga kelas enam mendapatkan komentar yang berbeda-beda sesuai dengan hasil yang mereka peroleh.

Yang menarik, setiap nilai tidak hanya diberi angka semata. Sang guru menambahkan ilustrasi sederhana berupa karakter lucu dengan berbagai ekspresi, mulai dari bingung, terkejut, hingga marah dengan gaya yang tetap menghibur.

Salah satu lembar jawaban yang paling banyak menarik perhatian adalah milik siswa yang memperoleh nilai 18. Jika biasanya nilai rendah identik dengan teguran keras, kali ini sang guru memilih cara yang jauh lebih santai.

Di samping angka tersebut, ia menggambar karakter dengan wajah heran sambil menuliskan kalimat yang membuat banyak orang tersenyum. Pesan itu terasa seperti candaan ringan yang mengajak siswa berpikir tanpa membuatnya merasa dipermalukan.

Pendekatan seperti itu dianggap unik karena fokusnya bukan menghukum kesalahan, melainkan mengajak anak melakukan refleksi terhadap hasil belajarnya sendiri. Murid diajak memahami bahwa nilai rendah bukan akhir dari segalanya.

Hal serupa juga terlihat pada lembar jawaban lain yang memperoleh nilai 15. Doodle dengan ekspresi mengangkat alis dan tanda tanya besar di atas kepala menjadi cara sang guru menyampaikan pesan tanpa perlu menggunakan kata-kata yang keras.

Banyak orang menilai metode tersebut jauh lebih efektif dibandingkan sekadar memberikan angka lalu selesai. Anak-anak tetap mendapatkan evaluasi, tetapi dalam suasana yang lebih ringan dan menyenangkan.

Tidak hanya siswa dengan nilai rendah yang mendapat perhatian khusus. Murid dengan nilai yang tergolong cukup juga memperoleh apresiasi melalui gambar-gambar kreatif yang dibuat langsung oleh gurunya.

Pada salah satu lembar jawaban dengan nilai 60, sang guru menggambar karakter yang tampak percaya diri sambil memberikan pesan bahwa nilai bukan satu-satunya ukuran keberhasilan di sekolah.

Kalimat yang ditulisnya menekankan bahwa ketekunan, sikap baik, dan kesungguhan selama belajar juga memiliki nilai yang tidak kalah penting dibanding angka di atas kertas.

Pesan sederhana tersebut mendapat banyak pujian karena dianggap mampu membangun rasa percaya diri siswa. Anak-anak tidak hanya fokus mengejar angka tinggi, tetapi juga memahami pentingnya proses belajar.

Lembar jawaban lain dengan nilai 62 bahkan dibuat lebih menarik lagi. Sang guru menggambar dua karakter yang seolah sedang mengobrol satu sama lain seperti dalam komik.

Karakter pertama berperan sebagai guru yang memberikan nasihat, sementara karakter kedua menjadi murid yang menanggapi dengan ekspresi lucu. Dialog sederhana itu membuat kritik terasa lebih ringan untuk diterima.

Melalui cara tersebut, siswa diajak belajar dari kesalahan tanpa merasa sedang dimarahi. Pesan yang disampaikan tetap sampai, tetapi dikemas dalam bentuk yang lebih ramah dan menyenangkan.

Tak hanya nilai rendah dan sedang yang mendapatkan doodle unik. Murid dengan nilai sempurna pun ternyata tidak luput dari perhatian sang guru.

Dalam salah satu foto yang viral, terlihat lembar jawaban dengan nilai 100. Namun ada satu hal yang membuat guru tersebut menggelengkan kepala sekaligus tertawa.

Ternyata siswa tersebut lupa menuliskan identitas atau namanya sendiri pada lembar jawaban. Padahal seluruh soal berhasil dijawab dengan sempurna.

Alih-alih memberikan teguran biasa, sang guru kembali menggunakan doodle sebagai media komunikasi. Ia menggambar dua karakter dengan ekspresi bingung dan kesal secara bersamaan.

Pesan yang dituliskan membuat banyak orang ikut tertawa karena menggambarkan situasi yang sering terjadi di sekolah. Nilai sempurna akhirnya menjadi momen lucu karena kelalaian kecil yang tidak terduga.

Cara penyampaian seperti ini dianggap jauh lebih membekas dalam ingatan siswa. Anak-anak kemungkinan besar akan mengingat kejadian tersebut lebih lama dibandingkan jika hanya ditegur secara biasa.

Tak heran jika unggahan tersebut kemudian ramai dibagikan di berbagai platform media sosial. Banyak pengguna internet merasa terhibur sekaligus terinspirasi dengan pendekatan kreatif yang dilakukan sang guru.

Sejumlah warganet bahkan mengaku membayangkan betapa menyenangkannya jika mereka dulu memiliki guru dengan cara mengajar seperti itu. Banyak komentar bernada nostalgia bermunculan di kolom unggahan.

Sebagian orang menganggap metode tersebut menunjukkan bahwa pendidikan tidak harus selalu berlangsung dalam suasana serius. Sentuhan humor yang tepat justru bisa membuat proses belajar menjadi lebih efektif.

Yang paling banyak mendapat pujian adalah cara sang guru menjaga perasaan murid-muridnya. Tidak ada komentar yang bernada merendahkan, meski nilai yang diperoleh siswa tergolong rendah.

Sebaliknya, setiap coretan dan gambar justru berisi dorongan positif agar anak-anak tetap semangat belajar dan berani memperbaiki kesalahan mereka di kesempatan berikutnya.

Di tengah banyaknya cerita tentang tekanan akademik yang dialami siswa, pendekatan sederhana dari seorang guru di Bali ini menghadirkan warna berbeda. Hanya lewat beberapa goresan pena dan gambar lucu di atas kertas, ia berhasil menunjukkan bahwa pendidikan terbaik sering kali lahir dari perhatian kecil yang membuat murid merasa dihargai dan diperhatikan. (*)

You Might Also Like

Trip Akademik FAI Unwahas ke Kamboja, Bahas Sertifikasi Halal sampai Beasiswa

Minum Kopi Jangan Asal, Ada Doanya, Warisan Para Sufi

Gara-Gara Talud Ambrol, Kegiatan Belajar di MI Sampang Majatengah Terancam Mandek

Sekolah Rakyat: Solusi Pendidikan Gratis untuk Anak Muda dari Keluarga Miskin Minimalisir Angka Putus Sekolah

Pemerintah Wacanakan Belajar Di Rumah Untuk Anak Sekolah, Nasib MBG Nih?

TAGGED:doodle artguru kreatifnilaiujian
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Banyak Gerai Indomaret Tutup, Wah Ada Apa Ini?
Next Article TEMBAK - Ilustrasi penembakan menggunakan senjata api (senpi) laras pendek/pistol. Live TikTok Berubah Petaka, Seorang Pemuda Ditembak Rekannya

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Awas, Leher Wangi Tiap Hari, Dokter Bongkar Mitos Tiroid Kanker

Ratusan Dapur MBG Mendadak Berhenti, Bukan Soal Masak Saja

Lagu Iseng Bikin Heboh, Bahlil Malah Ikut Berburu Kreatornya

STNK Mirip Banget Aslinya, Sindikat Pasuruan Akhirnya Tumbang Terbongkar

Setelah Pocong, Giliran Kuntilanak Palsu Ditangkap

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Pendidikan

Dari NIB Sampai QRIS, Mahasiswa KKN Undip Kini Tak Hanya Bawa Proposal

Mei 26, 2026
Wagub Jateng, Taj Yasin, ajak mahasiswa UNNES tingkatkan toleransi antarumat beragama dalam acara Beyond Religion 2025. Ia menilai kampus sebagai tempat ideal menanamkan nilai keberagaman. Indeks kerukunan Jateng pun naik, jadi inspirasi daerah lain di Indonesia. Foto: dok/humas.
Pendidikan

Wagub Taj Yasin: Kampus Harus Jadi Markas Toleransi, Bukan Ajang Perundungan

September 16, 2025
Pendidikan

Sekolah Rakyat, Cara Jateng Lawan Kemiskinan

Oktober 29, 2025
Anggota Komisi X DPR RI Mercy Chriesty Barends dalam Raker dengan Kemendikdasmen, Kamis (4/9/2025) di Senayan Jakarta. Foto: dok.
Pendidikan

Gaji Guru Cuma Rp200 Ribuan? DPR Desak Pemerintah Revisi Aturan BOS, Digitalisasi Sekolah Harus Merata!

September 5, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Guru Ini Kreatif Banget, Kasih Nilainya Gak Biasa Bikin Semangat
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?