Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Columbia Asia Semarang Kenalkan Cara Modern Atasi Batu Empedu
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Columbia Asia Semarang Kenalkan Cara Modern Atasi Batu Empedu

Banyak orang nganggep nyeri ulu hati itu cuma efek telat makan atau kebanyakan kopi. Dikit-dikit bilang “ah cuma maag.” Padahal bisa jadi tubuh lagi ngasih kode kalau ada batu nongkrong di saluran empedu. Dan parahnya, kasus kayak gini sekarang makin sering muncul di usia produktif yang hidupnya full rebahan tapi makan gorengan jalan terus.

T. Budianto
Last updated: Mei 29, 2026 2:59 pm
By T. Budianto
3 Min Read
Share
Columbia Asia Hospital Semarang di Jalan Siliwangi No.143, Kalibanteng. (Foto: Ist)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Kasus batu empedu di Indonesia makin banyak ditemukan, termasuk pada usia produktif. Gaya hidup modern yang serba cepat, pola makan tinggi lemak, dan kurang aktivitas fisik jadi salah satu penyebab meningkatnya gangguan saluran empedu.

Yang mengejutkan, perempuan disebut punya risiko lebih tinggi mengalami batu empedu dibanding laki-laki. Kondisi ini sering dianggap sepele karena gejalanya mirip maag biasa, seperti nyeri ulu hati sampai mual.

Padahal kalau terlambat ditangani, batu empedu bisa memicu komplikasi serius. Mulai dari infeksi saluran empedu hingga radang pankreas yang berbahaya.

Baca juga: Sering Ngilu Pas Gerak? Ternyata Bisa Diatasi, Ini Solusi dari RS Columbia Asia Semarang!

Melihat kondisi itu, Columbia Asia Hospital Semarang menghadirkan teknologi ERCP atau Endoscopic Retrograde Cholangiopancreatography. Teknologi ini memungkinkan pasien mendapat diagnosis sekaligus tindakan medis tanpa harus menjalani operasi besar.

Spesialis Bedah Digestif Columbia Asia, dokter B. Parish Budiono bilang, banyak pasien yang terlambat ditangani karena takut akan operasi besar.  “Padahal, dengan teknologi ERCP, kami bisa melakukan tindakan intervensi tanpa sayatan perut,” ujarnya, Kamis (28/5/2026).

Satu Prosedur

Pasien tidak hanya mendapatkan diagnosis yang akurat, tetapi juga tindakan langsung seperti pengambilan batu atau pemasangan selang kecil (stent) dalam satu prosedur.

Lewat prosedur ini, pasien bisa menjalani penanganan dengan risiko lebih minim dan masa pemulihan yang lebih cepat. Teknologi ERCP juga jadi alternatif pengobatan modern yang kini mulai banyak dicari masyarakat.

Direktur Columbia Asia Hospital Semarang, dokter Herman Kristanto, mengatakan layanan ini dihadirkan untuk menjawab kebutuhan pasien yang ingin pengobatan efektif tanpa prosedur yang berat.

Baca juga: Pola Makanmu Pengaruhi Perubahan Iklim, Kok Bisa? Begini Penjelasannya

“Kami memahami bahwa masyarakat menginginkan hasil pengobatan yang maksimal dengan risiko seminimal mungkin. ERCP adalah jawaban bagi mereka yang mencari efektivitas tanpa mengabaikan aspek keamanan dan kenyamanan,” ujarnya.

Dengan hadirnya layanan ERCP, masyarakat Semarang dan Jawa Tengah kini punya akses pengobatan saluran empedu berstandar internasional tanpa bedah besar.

Kadang tubuh itu udah teriak minta dicek, tapi manusianya malah sibuk bilang “nanti aja.” Sampai akhirnya batu kecil di empedu sukses bikin hidup nggak bisa rebahan tenang lagi. (bae)

You Might Also Like

Widi Eks-Ajudan Jokowi Masih Bertaji? Jampidmil Belum Berani Hadirkan Mantan Pangdam ke Sidang

AKBP Basuki Minta Dihukum Ringan, Manfaatkan Celah di KUHP Baru

Semarang Zoo Kasih HTM 10 Ribu + Pelajar Masuk Gratis

Sirene Ilegal, Strobo Imitasi, Jalanan Jadi Panggung Arogansi: Publik Teriak “Stop Tot-Tot Wuk-Wuk!”

Tim Ekspedisi Patriot IPB Gelar FGD Bahas Pengembangan Sagu di Kawasan Transmigrasi Salor

TAGGED:batu empeducolumbia asia semarangheadline
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Sihir Media Sosial dan Otak yang Pelan Tapi Pasti Menjadi Tumpul
Next Article Tiga Hari Full Daging, Napi Lapas Semarang Auto Lupa Menu Tempe

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Dua Bulan Tak Ada Kepastian, Warga Brebes Selatan Tagih Pemekaran

Ilustrasi petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT).

OTT KPK di BNPB, Siapa yang Disikat?

Rp380 Juta Kerugian Negara, Kasus Kades Karangsari Masuk Jaksa

Indonesia Bidik 10 Besar di Nagoya

PSIS Datangkan Felipe Cadenazzi, Bomber Argentina dengan Rekam Jejak 27 Gol

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Info

Dulu Kayak Jalur Offroad, Sekarang Mulus: Warga Sragen Kini Bisa Bernapas Lega

Maret 5, 2026
Hukum

Nggak Perlu Panik, Nyanyi Indonesia Raya Itu Gratis Kok!

Agustus 19, 2025
NELAYAN DEMO HARGA SOLAR - Ribuan nelayan di Pati menggelar aksi demonstrasi di Alun-alun Pati, menuntut penurunan harga solar non-subsis, Senin (4/5/2026).
Info

Ribuan Nelayan Pati Demo Turun ke Jalan, Tuntut Harga Solar Turun: Melaut Makin Berat!

Mei 4, 2026
Info

Rudal Houthi Mengancam, WNI di Saudi Diminta Waspada

Oktober 12, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Columbia Asia Semarang Kenalkan Cara Modern Atasi Batu Empedu
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?