BACAAJA, SEMARANG- Kasus batu empedu di Indonesia makin banyak ditemukan, termasuk pada usia produktif. Gaya hidup modern yang serba cepat, pola makan tinggi lemak, dan kurang aktivitas fisik jadi salah satu penyebab meningkatnya gangguan saluran empedu.
Yang mengejutkan, perempuan disebut punya risiko lebih tinggi mengalami batu empedu dibanding laki-laki. Kondisi ini sering dianggap sepele karena gejalanya mirip maag biasa, seperti nyeri ulu hati sampai mual.
Padahal kalau terlambat ditangani, batu empedu bisa memicu komplikasi serius. Mulai dari infeksi saluran empedu hingga radang pankreas yang berbahaya.
Baca juga: Sering Ngilu Pas Gerak? Ternyata Bisa Diatasi, Ini Solusi dari RS Columbia Asia Semarang!
Melihat kondisi itu, Columbia Asia Hospital Semarang menghadirkan teknologi ERCP atau Endoscopic Retrograde Cholangiopancreatography. Teknologi ini memungkinkan pasien mendapat diagnosis sekaligus tindakan medis tanpa harus menjalani operasi besar.
Spesialis Bedah Digestif Columbia Asia, dokter B. Parish Budiono bilang, banyak pasien yang terlambat ditangani karena takut akan operasi besar. “Padahal, dengan teknologi ERCP, kami bisa melakukan tindakan intervensi tanpa sayatan perut,” ujarnya, Kamis (28/5/2026).
Satu Prosedur
Pasien tidak hanya mendapatkan diagnosis yang akurat, tetapi juga tindakan langsung seperti pengambilan batu atau pemasangan selang kecil (stent) dalam satu prosedur.
Lewat prosedur ini, pasien bisa menjalani penanganan dengan risiko lebih minim dan masa pemulihan yang lebih cepat. Teknologi ERCP juga jadi alternatif pengobatan modern yang kini mulai banyak dicari masyarakat.
Direktur Columbia Asia Hospital Semarang, dokter Herman Kristanto, mengatakan layanan ini dihadirkan untuk menjawab kebutuhan pasien yang ingin pengobatan efektif tanpa prosedur yang berat.
Baca juga: Pola Makanmu Pengaruhi Perubahan Iklim, Kok Bisa? Begini Penjelasannya
“Kami memahami bahwa masyarakat menginginkan hasil pengobatan yang maksimal dengan risiko seminimal mungkin. ERCP adalah jawaban bagi mereka yang mencari efektivitas tanpa mengabaikan aspek keamanan dan kenyamanan,” ujarnya.
Dengan hadirnya layanan ERCP, masyarakat Semarang dan Jawa Tengah kini punya akses pengobatan saluran empedu berstandar internasional tanpa bedah besar.
Kadang tubuh itu udah teriak minta dicek, tapi manusianya malah sibuk bilang “nanti aja.” Sampai akhirnya batu kecil di empedu sukses bikin hidup nggak bisa rebahan tenang lagi. (bae)

