Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Kurban Sendiri Atau Patungan, Mana Lebih Mantap Buat Iduladha
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Kurban Sendiri Atau Patungan, Mana Lebih Mantap Buat Iduladha

Buat sebagian masyarakat, pilihan hewan kurban memang bukan cuma soal ibadah semata, tapi juga berkaitan dengan kondisi keuangan masing-masing. Tidak semua orang punya kemampuan membeli sapi utuh atau kambing premium dengan harga belasan hingga puluhan juta rupiah. Karena itulah sistem urunan sapi jadi pilihan yang cukup populer di Indonesia.

Nugroho P.
Last updated: Mei 26, 2026 6:36 pm
By Nugroho P.
6 Min Read
Share
Sapi dan kambing kurban.
SHARE
BACAAJA, SEMARANG – Menjelang Iduladha, obrolan soal hewan kurban mulai ramai lagi di mana-mana. Ada yang sibuk cari kambing terbaik, ada juga yang mulai membentuk grup patungan sapi bareng teman kantor, tetangga, atau keluarga besar. Di tengah suasana itu, muncul satu pertanyaan yang hampir selalu dibahas tiap tahun, sebenarnya lebih utama kurban seekor kambing sendiri atau ikut patungan sapi tujuh orang?

Buat sebagian masyarakat, pilihan hewan kurban memang bukan cuma soal ibadah semata, tapi juga berkaitan dengan kondisi keuangan masing-masing. Tidak semua orang punya kemampuan membeli sapi utuh atau kambing premium dengan harga belasan hingga puluhan juta rupiah. Karena itulah sistem urunan sapi jadi pilihan yang cukup populer di Indonesia.

Di banyak daerah, tradisi patungan sapi bahkan sudah jadi kebiasaan rutin setiap Iduladha. Selain terasa lebih ringan secara biaya, kebersamaan saat mengumpulkan iuran sampai proses penyembelihan juga sering bikin suasana kurban terasa lebih ramai dan hangat.

Namun dalam kajian fikih, ternyata ada pembahasan menarik soal mana yang lebih afdhal atau lebih utama antara kambing perorangan dan sapi patungan. Sejumlah ulama menyebut kurban satu kambing atas nama pribadi dinilai lebih utama dibanding ikut 1/7 sapi atau unta.

Pendapat itu salah satunya dijelaskan dalam sejumlah kitab fikih yang menyebut tujuh kambing dianggap memiliki manfaat lebih besar dibanding satu sapi untuk tujuh orang. Selain itu, orang yang berkurban juga bisa menyembelih hewannya sendiri secara penuh tanpa berbagi bagian dengan peserta lain.

Imam As-Syirazi pernah menjelaskan bahwa kambing yang dikurbankan sendirian lebih baik dibanding urunan sapi tujuh orang. Salah satu alasannya karena orang yang berkurban dapat melakukan penyembelihan secara utuh atas nama dirinya sendiri.

Pandangan tersebut juga dikaitkan dengan kebiasaan Nabi Muhammad SAW yang lebih sering berkurban secara penuh dengan satu hewan utuh, baik kambing, sapi, maupun unta. Praktik itulah yang kemudian dianggap lebih mendekati kesempurnaan ibadah kurban.

Meski begitu, para ulama juga memberi penjelasan bahwa semua kembali pada kemampuan masing-masing. Islam tidak memaksa seseorang beribadah di luar batas kemampuannya. Karena itu, patungan sapi tetap sah dan diperbolehkan dalam syariat.

Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin bahkan pernah menjelaskan urutan hewan kurban paling utama dimulai dari unta, lalu sapi utuh, kemudian domba, kambing, baru setelah itu 1/7 unta dan 1/7 sapi.

Artinya, kalau dilihat dari jenis hewannya, sapi memang lebih tinggi dibanding kambing. Tapi jika dibandingkan antara kambing milik pribadi dan sapi hasil urunan, sebagian ulama justru lebih mengutamakan kambing perorangan.

Pendapat lain juga datang dari Ibnu Qassim Al-Ghazi yang menyebut satu kambing lebih utama dibanding patungan sapi. Namun dari sisi jenis hewan, unta tetap dianggap paling tinggi derajatnya, disusul sapi lalu kambing.

Kalau melihat kondisi masyarakat Arab pada masa lalu, banyak ulama memang hidup di lingkungan yang secara ekonomi lebih mapan sehingga membeli hewan kurban sendiri bukan hal terlalu berat. Sementara di Indonesia, kondisi sosial ekonomi masyarakat jauh lebih beragam.

Karena itulah praktik patungan sapi menjadi solusi paling realistis buat banyak orang. Dengan urunan tujuh orang, masyarakat tetap bisa menjalankan ibadah kurban tanpa harus memaksakan kondisi keuangan.

Di sisi lain, ada juga orang yang justru memilih kambing karena harga bagian sapi di daerahnya hampir setara dengan harga kambing ukuran sedang. Dalam kondisi seperti itu, sebagian orang lebih memilih membeli kambing sendiri agar kurbannya terasa lebih personal.

Selain soal hukum dan keutamaan, masyarakat juga sering mempertimbangkan jumlah daging yang dihasilkan. Sapi tentu menghasilkan daging jauh lebih banyak sehingga pembagiannya bisa menjangkau lebih banyak penerima manfaat dibanding kambing.

Karena alasan itu, sebagian orang merasa patungan sapi lebih efektif untuk membantu masyarakat sekitar. Terutama di lingkungan padat penduduk, sapi dianggap lebih “ramai manfaatnya” karena jumlah dagingnya besar.

Namun ada juga yang merasa kurban kambing punya kesan tersendiri karena prosesnya dilakukan sendiri dari awal sampai akhir. Mulai memilih hewan, merawat sementara, sampai menyaksikan penyembelihan secara langsung.

Di tengah berbagai pendapat ulama itu, satu hal yang paling sering ditekankan adalah soal niat dan kemampuan. Kurban bukan ajang gengsi siapa hewannya paling mahal atau paling besar, tapi soal ketulusan berbagi dan menjalankan ibadah.

Para ulama juga menegaskan bahwa patungan sapi tetap sah dan memiliki pahala kurban selama syaratnya terpenuhi. Jadi masyarakat tidak perlu merasa ibadahnya kurang hanya karena ikut urunan bersama orang lain.

Yang paling penting justru bagaimana semangat berbagi itu bisa terus hidup di tengah masyarakat. Sebab Iduladha bukan hanya soal menyembelih hewan, tapi juga tentang kepedulian sosial dan kebahagiaan berbagi dengan sesama.

Apalagi di tengah kondisi ekonomi yang belum selalu mudah, banyak orang tetap berusaha menyisihkan rezekinya agar bisa ikut berkurban walau harus menabung sejak jauh-jauh hari. Semangat seperti itulah yang sebenarnya paling terasa saat Iduladha datang.

Pada akhirnya, mau memilih kambing sendiri atau patungan sapi, semuanya tetap menjadi ibadah yang baik selama dilakukan dengan ikhlas dan sesuai kemampuan. Karena di sisi Allah SWT, niat tulus untuk berkurban jauh lebih penting dibanding sekadar besar kecilnya hewan yang disembelih. (*)

You Might Also Like

Di Ambang Perang Dunia III, Alarm Atau Manuver Politik? 27 Pemimpin Eropa Rapat Darurat

Ngeri! Istri Eks-Pangdam Widi Ungkap Aliran Duit Korupsi Rp18,5 M Buat Kampanye Prabowo

Bos Rokok HS Disebut Terima Sleeping Fee Rp9,5 M di Kasus Korupsi DJKA

Bolehkah Shohibul Kurban Makan Daging Kurbannya Sendiri? Ini Penjelasan Syariat dan Batasannya

Pertama dalam Sejarah! Tak Ada Pemain Real Madrid di Timnas Spanyol

TAGGED:kurbankurban patungankurban sendiri
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Bobotoh Bikin Trauma Pemain Persib
Next Article Guru Honorer Belum Pergi, Sekolah Negeri Masih Tetap Bergantung Mereka

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Jateng Bersholawat, Ribuan Warga Kirim Doa untuk Korban Bencana

DIJUAL - Pulau Menjangan Kecil di kawasan Kepulauan Karimunjawa, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, diiklankan untuk dijual.

Bupati Jepara Temukan Fakta Berbeda, Ihwal Pulau Menjangan Kecil Dijual Rp500 Miliar

BANGUNAN ROBOH - Sebuah bangunan di NTT roboh setelah diguncang gempa berkekuatan Magnitudo 7,7 pada Sabtu (15/8/2026).

Update Gempa NTT: Ada 7.029 Gempa Susulan, Korban Tewas Tembus 100 Jiwa

Kampus Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto.

Gerindra Terseret Pusaran Korupsi Rektorat Unsoed

BERUARA KERAS - PWNU Jateng bersuara keras jelang Muktamar NU di Jombang. Deklarasikan 6 poin penting, dari tolak politik uang hingga intervensi istana.

Keras! PWNU Jateng Deklarasi Tolak Money Politics hingga Intervensi Istana Jelang Muktamar NU di Jombang

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Gubernur Jateng, Bupati Pati dan sejumlah pihak meninjau banjir Pati, Selasa (13/1/2026). *(ist)
Info

Banjir Pati Rendam 59 Desa, Pemprov Belum Tetapkan Darurat Bencana

Januari 13, 2026
Politik

Bupati Pati Kena Sorotan, DPR Bilang: “Belum Saatnya Dimakzulkan, Kasih Kesempatan Dulu”

Agustus 14, 2025
Pendidikan

Pemkot Tambah Sekolah Swasta Gratis

Februari 28, 2026
Daerah

Satu Tahun Agustina-Iswar: Klaim Mulai Bisa Jinakkan Banjir

Februari 21, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Kurban Sendiri Atau Patungan, Mana Lebih Mantap Buat Iduladha
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?