Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Papua Ternyata Semengerikan Itu, Penonton Nobar Film Pesta Babi di Semarang Syok
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Papua Ternyata Semengerikan Itu, Penonton Nobar Film Pesta Babi di Semarang Syok

R. Izra
Last updated: Mei 24, 2026 4:15 pm
By R. Izra
4 Min Read
Share
NOBAR - Penonton antusias menyaksikan nonton bareng film Pesta Babi di Semarang, yang juga dihadiri oleh sejumlah mahasiswa asal Papua, Sabtu (23/5/2026). (dul)
NOBAR - Penonton antusias menyaksikan nonton bareng film Pesta Babi di Semarang, yang juga dihadiri oleh sejumlah mahasiswa asal Papua, Sabtu (23/5/2026). (dul)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Suasana nobar film dokumenter Pesta Babi di Semarang mendadak hening saat sejumlah adegan tentang kondisi Papua mulai diputar. Ruangan yang awalnya ramai obrolan perlahan berubah sunyi. Banyak penonton terlihat serius menatap layar, sebagian lain hanya bisa geleng-geleng kepala karena syok dengan isi film tersebut.

Nobar yang dihadiri mahasiswa dan aktivis itu bukan sekadar acara nonton biasa. Film Pesta Babi menampilkan potret kehidupan masyarakat Papua dari sisi yang jarang terlihat di media arus utama.

Mulai dari kerusakan hutan, konflik agraria, sampai keresahan masyarakat adat yang merasa ruang hidup mereka makin terdesak.

Bacaaja: Film Pesta Babi Dilarang Malah Meledak, Mahfud MD Ikut Buka Suara Keras
Bacaaja: Megawati Menangis Nonton Pesta Babi, Papua Mendadak Jadi Sorotan Lagi

Buat sebagian penonton, isi film itu terasa cukup menampar. Salah satunya Aldit (25), warga Kendal yang awalnya mengaku cuma kebetulan lewat sebelum akhirnya ikut duduk menonton sampai selesai. Ia bilang banyak fakta di film itu yang baru pertama kali ia tahu.

“Kaget banget sih. Banyak kejadian di Papua yang ternyata kita nggak tahu dan nggak pernah diekspos media,” ujarnya, Sabtu (23/5/2026).

Menurut Aldit, selama ini masyarakat di luar Papua cuma melihat persoalan dari permukaan tanpa benar-benar tahu kondisi di lapangan.

“Yang bikin syok itu ternyata dampaknya besar banget ke masyarakat di sana. Aku pribadi baru tahu separah itu,” katanya.

Ia juga menilai acara nobar seperti ini penting karena bisa membuka sudut pandang baru buat masyarakat.

“Biasanya kita cuma lihat berita sekilas. Tapi lewat film dokumenter kayak gini rasanya beda, lebih kena,” lanjutnya.

Hal serupa juga disampaikan Aris Petege (21), mahasiswa asal Papua yang kini kuliah di Semarang dan tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Papua (AMP). Menurutnya, banyak adegan dalam film tersebut memang dekat dengan realitas yang dirasakan masyarakat Papua sehari-hari.

“Itu fakta yang dirangkul dalam film Pesta Babi. Yang jadi masalah bukan filmnya, tapi karena ada pihak yang nggak mau kenyataan itu kelihatan,” ujarnya.

Aris mengatakan persoalan terbesar yang dirasakan masyarakat adat Papua saat ini adalah hilangnya hutan yang selama ini menjadi sumber kehidupan mereka.

“Hutan itu bukan cuma pohon buat kami. Itu sumber makan, sumber hidup masyarakat Papua,” katanya.

Menurutnya, pembukaan lahan dan penebangan hutan yang terus terjadi membuat masyarakat adat makin kehilangan tempat hidup.

“Kalau hutannya habis, masyarakat adat mau hidup bagaimana?” lanjutnya.

Ia juga menyinggung sulitnya akses informasi dari Papua yang membuat banyak orang luar tidak benar-benar tahu situasi di sana.

“Media asing aja susah masuk Papua. Jadi banyak orang luar nggak tahu sebenarnya apa yang terjadi,” ucapnya.

Meski sempat diwarnai gangguan teknis dan suasana tegang karena disebut ada orang tak dikenal yang memantau jalannya acara, diskusi usai pemutaran film tetap berlangsung hangat. Para peserta duduk melingkar sambil bertukar pandangan soal isi film dan kondisi Papua saat ini.

Setelah acara selesai, banyak peserta masih bertahan di luar lokasi untuk ngobrol kecil. Sebagian mengaku pulang dengan pikiran yang berbeda setelah menonton dokumenter tersebut.

Bagi mereka, Pesta Babi bukan cuma soal film, tapi tentang suara-suara dari Papua yang selama ini jarang benar-benar terdengar. (dul)

You Might Also Like

Pimpin Kurvei Pasar Gedhe Solo, Respati Sorot Buruknya Manajemen Sampah

Kempling Semar, Upaya Pemkot Semarang Genjot Distribusi Pangan Murah dan Transaksi Digital

‘Sell Indonesia’ Menggema di Pasar Global, Investor Asing Hilang Kepercayaan

BREAKING NEWS: Kader Gerindra Bupati Tulungagung Terjaring OTT KPK

Hari Jadi ke-479 Semarang, Kesenjangan Ekonomi Masih Mengintai

TAGGED:aliansi mahasiswa papuaheadlinenobarpapuapesta babiSemarang
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article TERTAWA ALA NEGERI WACANDA - Pertunjukan tetaer Keraton Siluman yang penuh kritik sosial yang dibungkus dalam canda tawa, sukses mengocok perut penonton di UPGRIS, Sabtu (23/5/2026). (dul) Tawa Renyah Pecah di UPGRIS! Keraton Siluman Bikin Penonton Gergeran Gak Bisa Diam
Next Article Widodo Datang, Rumor Transfer Langsung Ngebul

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Jerawat Muncul Terus? Kenali Bedanya Dipicu Stres atau Hormon Tubuh

Laut Bukan Cuma Healing, Kini Jadi Teman Pulihkan Luka Batin Mendalam

Pagi atau Sore? Rahasia Olahraga Sehat Ternyata Ikuti Jam Tubuh Alami

Jokowi Angkat Bicara, Ritual Kerbau Lampung Diminta Tak Dipolitisasi Lagi

Jago Bobol Celah NASA, Siswa Pinrang Bikin Daerah Ikut Bangga

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ekonomi

Pemprov Dorong UMKM Fashion Muslim Tembus Pasar Ekspor

Februari 28, 2026
Sidang kasus penyekapan intel saat demo May Day, di PN Semarang. (bae)
Hukum

Mahasiswa Terdakwa Penyekap Intel Polisi: Hukuman Penjara Bukan untuk Balas Dendam

September 29, 2025
BIDIK KASUS - Ilustrasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Hukum

Rumah Heri Black Disisir KPK, Isi Dalamnya Bikin Penasaran Publik

Mei 14, 2026
Ekonomi

Rupiah Loyo, Baju Sampai Sepatu Minggu Depan Harganya Naik

Juni 9, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Papua Ternyata Semengerikan Itu, Penonton Nobar Film Pesta Babi di Semarang Syok
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?