Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Jateng Media Summit 2026: Jurnalisme Kini Harus Cari “Nafkah” Sendiri
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Jateng Media Summit 2026: Jurnalisme Kini Harus Cari “Nafkah” Sendiri

Dulu media hidup dari berita. Sekarang? Berita bagus aja kadang belum cukup buat bayar listrik kantor. Di tengah serbuan AI, algoritma, dan konten serba cepat, media lokal mulai sadar satu hal: kalau cuma mengandalkan jurnalisme tanpa model bisnis baru, siap-siap pelan-pelan tenggelam.

T. Budianto
Last updated: Mei 22, 2026 11:56 am
By T. Budianto
3 Min Read
Share
MEDIA SUMMIT: Suasana diskusi Jateng Media Summit 2026 di Hotel Khas Semarang, Kamis (21/5/2026). Forum yang diikuti ratusan pengelola media lokal itu membahas tantangan media di era disrupsi digital, mulai dari kecerdasan buatan (AI), algoritma platform, hingga ancaman buzzer terhadap ekosistem informasi publik. (Foto: tebe)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Persoalan keberlanjutan bisnis media jadi pembahasan paling panas dalam sesi diskusi Jateng Media Summit (JMS) 2026 di Hotel Khas Semarang, Kamis (21/5/2026).

Forum bertema “Peta Jalan Baru Media Lokal Jawa Tengah” itu mempertemukan pengelola media, praktisi digital, hingga Dewan Pers untuk membicarakan nasib media lokal di era AI dan disrupsi digital.

Editor in Chief Suara.com, Suwarjono secara terbuka mengatakan model bisnis media lama sudah tidak relevan dengan situasi sekarang. “Jurnalisme sekarang ini tidak bisa membiayai media. Kalau dulu artikel berita bisa membiayai,” katanya.

Baca juga: Jateng Media Summit 2026: “Tak Akan Ada Klik Lagi”, Alarm Keras Buat Media Lokal

Menurutnya, media saat ini menghadapi tiga tekanan besar sekaligus: perubahan teknologi, tuntutan efisiensi, dan persoalan keberlanjutan bisnis. Ia menyoroti bagaimana AI dan algoritma digital sekarang mengubah cara produksi sekaligus distribusi informasi.

Ironisnya, media justru sering menjadi “bahan bakar” bagi AI supaya tetap relevan di mesin pencarian. Di sisi lain, ketergantungan media terhadap iklan, termasuk iklan pemerintah, juga dianggap bisa menggerus independensi.

Ekosistem Bisnis

Karena itu, Suwarjono menilai media harus mulai membangun ekosistem bisnis sendiri agar tetap bisa membiayai kerja jurnalistik. “Kalau jurnalisme tidak bisa membiayai dirinya sendiri, maka medianya harus punya cara lain mencari uang,” ujarnya.

Pandangan serupa disampaikan Pemimpin Redaksi Solopos Media Group, Rini Yustiningsih. Menurutnya, tekanan ekonomi membuat media harus melakukan transformasi total, bukan hanya di ruang redaksi tetapi juga di sistem bisnis dan pengelolaan SDM.

“Sekarang memang berbeda. Kita mencari uang untuk kebutuhan jurnalistik,” katanya. Rini menyebut Solopos bahkan melakukan rotasi tim tiap tiga bulan demi efisiensi dan mendorong seluruh SDM ikut berkontribusi menghasilkan pendapatan tanpa harus melakukan PHK.

Sementara itu, Ketua Komisi Digital dan Sustainability Dewan Pers, Dahlan Dahi mengingatkan media harus memahami perubahan besar internet dan AI.

Menurutnya, era sekarang bukan lagi soal search engine, tetapi answer engine. Bukan lagi keyword, tapi prompt. Ia juga menyoroti fenomena “homeless media” yang tumbuh cepat di ruang digital tanpa identitas media yang jelas.

Baca juga: Jateng Media Summit 2026: Jadi Ajang Media Lokal “Reset Arah”

Praktisi periklanan, Janoe Arijanto menilai, ancaman terbesar media saat ini adalah konten yang makin seragam akibat algoritma platform. Karena itu, ia mendorong media membangun komunitas dan hubungan langsung dengan audiens.

“Semakin dekat media dengan audiensnya, semakin kecil ketergantungannya pada platform,” ujarnya. Menurutnya, loyalitas pembaca dan kepercayaan publik jauh lebih penting dibanding sekadar mengejar trafik sesaat.

Di era ketika AI bisa bikin tulisan dalam hitungan detik dan semua orang bisa jadi “media” lewat satu akun, mungkin tantangan terbesar media lokal hari ini bukan cuma soal siapa paling cepat bikin berita, tapi siapa yang masih dipercaya setelah semuanya terasa makin mirip. (tebe)

You Might Also Like

Ranking FIFA Langsung Berubah setelah Spanyol Juara Piala Dunia, Simak Selengkapnya

Rumah Elit di Semarang Jadi Markas Penjual Janji Manis Internasional

Harga Ambles Bikin Emosi, Peternak Solo Protes Guyur Badan Pakai Telur

Polisi Klaim Kasus Iko Unnes Murni Kecelakaan, CCTV Masih Disimpan Rapat-Rapat

Laga Hidup Mati di Jatidiri

TAGGED:headlinejateng media summit 2026jurnalismemedia lokal
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Tumpukan Sampah di Jalur Semarang-Purwodadi Dikeluhkan
Next Article ILUSTRASI - Ilustrasi aksi kekerasan seksual. Marak Kekerasan Seksual di Institusi Pendidikan, SASV Gemas UIN Walisongo Respons Keras

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

PISAHKAN KEMBAR SIAM - Tim medis RSUP dr Kariadi berhasil memisah dua bayi kembar siam asal Jepara, Shayna Yumna Arcilla dan Shazia Yumna Arasely.

Tim Medis RSUP dr Kariadi Berhasil Pisahkan Kembar Siam Shayna dan Shazia Asal Jepara

PARA PENCARI KERJA - Ribuan pencari kerja memadati standi Job Fair Jateng 2026. Ada 4.187 lowongan kerja di berbagai bidang. (dul)

Cerita Absurd Pelamar di Job Fair Jateng 2026: Baru Lulus Sudah Ditanya Pengalaman Kerja

Parkir Candi Arjuna Viral, Dishub Langsung Turun

Rencana Naik Gunung Prau Berujung Duka, Dua Calon Pengantin Tewas

PARA PENCARI KERJA - Ribuan pencari kerja memadati standi Job Fair Jateng 2026. Ada 4.187 lowongan kerja di berbagai bidang. (dul)

Ada 4.817 Lowongan Kerja di Job Fair Jateng 2026, Jangan sampai Ketinggalan!

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Pendidikan

Ratusan Dosen Digembleng Jadi Agen Pancasila

Februari 25, 2026
Unik

Efek Domino Kasus Hogi: Kasat Lantas Sleman Dicopot

Januari 31, 2026
PENGECEKAN JARINGAN - Pekerja sedang melakukan pengecekan jaringan backbone (JB) sekaligus perbaikan infrastruktur fiber optik pada jalur Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) Kebumen–Kentungan yang berada di wilayah Jenar Wetan, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.
Ekonomi

Jaga Stabilitas Layanan Digital, PLN Icon Plus Inspeksi Jalur Backbone SUTT Purworejo

Juli 24, 2026
Wali Kota Solo Respati Ardi memimpin 'High Level Meeting TPID Surakarta' bertajuk Memperkuat Sinergi Pengendalian Harga Menjelang Ramadan dan Lebaran, Kamis (5/2/2026).
Info

Monitoring Ketat Stok dan Harga Bakan Pokok di Solo, Respati: Ramadan hingga Lebaran Aman

Februari 5, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Jateng Media Summit 2026: Jurnalisme Kini Harus Cari “Nafkah” Sendiri
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?