BACAAJA, GROBOGAN- Tumpukan sampah di sepanjang Jalan Raya Semarang-Godong hingga jalur utama Semarang-Purwodadi kembali menjadi sorotan masyarakat. Selain mengganggu pemandangan, bau menyengat dari sampah yang menumpuk di pinggir jalan juga membuat para pengguna jalan merasa tidak nyaman.
Salah satu warga, Neli Rahmawati (26) mengaku prihatin dengan kondisi tersebut. Menurutnya, tumpukan sampah yang sudah bertahun-tahun dibiarkan itu sangat mengurangi estetika tata kota.
“Itu kan jalan utama Semarang-Purwodadi, tapi sepanjang jalan itu benar-benar banyak banget titik yang isinya tumpukan sampah. Selain memang tidak bagus dilihat, itu juga sangat mengurangi estetika tatanan kota,” ujarnya. Kamis (21/5/2026).
Baca juga: Hujan Sore, Banjir Malam: 12 Desa di Grobogan Kebanjiran
Neli juga mengatakan bahwa bau dari sampah tersebut cukup mengganggu, bahkan bagi orang yang hanya melintas. “Saya yang lewat saja jadi bau loh,” tambahnya.
Tak hanya itu, ia juga menyinggung kondisi wilayah Gubug dan Godong yang belakangan sering mengalami banjir. Menurutnya, sampah yang tidak terorganisir bisa saja menjadi salah satu penyebab.
“Sekarang daerah Gubug dan Godong juga sering banjir. Siapa tahu sampah-sampah yang tidak terorganisir itu jadi salah satu penyebabnya,” katanya.
Neli menilai hingga saat ini belum ada perkembangan yang signifikan terkait pengelolaan sampah di kawasan tersebut. “Dari aku S1 sampai sekarang masuk S2, belum ada perkembangan yang baik terkait pengelolaan sampah,” ungkapnya.
Sanksi Tegas
Ia berharap pemerintah dan masyarakat bisa sama-sama lebih peduli terhadap persoalan sampah. Menurutnya, masyarakat perlu diberikan edukasi sekaligus sanksi tegas agar tidak membuang sampah sembarangan.
“Masalah ini tentu andil pemerintah dan masyarakat juga. Masyarakat di sana kayaknya perlu diedukasi lebih dan mungkin kalau bisa diberi sanksi tegas juga,” jelasnya.
Neli bahkan mengaku pernah melihat langsung warga membuang sampah begitu saja di pinggir jalan. “Aku pernah pas lewat situ, kebetulan ada warga yang bawa satu kantong besar isinya sampah, dan ya dibuang gitu aja di sana tanpa merasa bersalah,” tuturnya.
Keluhan serupa juga disampaikan Firman Afilah (26). Ia mengatakan aroma tidak sedap dari tumpukan sampah sudah menjadi hal yang biasa dirasakan setiap kali melintas di jalur tersebut.
Baca juga: Jalan Semarang-Godong Rampung Diperbaiki
“Kalau lewat situ pasti bau. Soalnya saya kerja di Semarang dan setiap minggu pulang ke rumah lewat situ. Tapi itu tidak kunjung dibersihkan,” katanya. Firman berharap pemerintah dapat menyediakan tempat pembuangan sampah yang lebih layak dan tertata agar kondisi di pinggir jalan tidak semakin semrawut.
“Seharusnya kalau memang itu tempat sampah, setidaknya dibuat yang lebih layak. Soalnya berantakan banget,” tambahnya. Warga berharap adanya perhatian serius dari pemerintah daerah untuk menangani persoalan sampah di jalur utama Semarang-Purwodadi.
Selain demi kenyamanan pengguna jalan, penanganan sampah yang lebih baik juga dinilai penting untuk menjaga kebersihan lingkungan dan mencegah dampak yang lebih luas di kemudian hari.
Di saat banyak daerah sibuk bikin gerbang kota estetik dan spot selfie pinggir jalan, jalur Semarang-Purwodadi justru masih “menyambut” pengendara dengan aroma sampah yang susah dilupakan. (dul)

