Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Rumah Heri Black Disisir KPK, Isi Dalamnya Bikin Penasaran Publik
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Hukum

Rumah Heri Black Disisir KPK, Isi Dalamnya Bikin Penasaran Publik

Dalam penggeledahan di rumah tersebut, penyidik disebut menemukan sejumlah catatan hingga barang bukti elektronik. Meski belum dijelaskan secara detail isi temuan itu, barang-barang tersebut diduga berkaitan dengan pengurusan importasi barang yang kini sedang dibongkar KPK.

Nugroho P.
Last updated: Mei 14, 2026 4:10 pm
By Nugroho P.
7 Min Read
Share
BIDIK KASUS - Ilustrasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Ilustrasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
SHARE

BACAAJA, JAKARTA – Pergerakan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK di sebuah rumah mewah di Semarang mendadak jadi perhatian banyak orang. Rumah milik pengusaha bernama Heri Setiyono alias Heri Black itu digeledah dalam lanjutan kasus dugaan korupsi di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan. Dari luar memang terlihat biasa saja, tetapi begitu kabar penggeledahan muncul, publik langsung ramai menebak-nebak apa sebenarnya yang sedang diburu lembaga antirasuah tersebut.

Penggeledahan dilakukan pada Senin, 11 Mei 2026. Tim penyidik KPK datang untuk mencari berbagai petunjuk yang diduga berkaitan dengan kasus suap dan gratifikasi impor barang yang sebelumnya sudah menyeret sejumlah pejabat Bea Cukai dan pihak swasta ke meja hukum. Nama Heri Black pun ikut terseret dalam pusaran penyidikan yang makin melebar.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengatakan bahwa keterangan dari Heri Black memang dibutuhkan penyidik untuk membantu membongkar perkara tersebut secara lebih terang. Menurutnya, KPK masih terus mendalami keterkaitan masing-masing pihak dalam kasus yang cukup besar itu.

Budi menjelaskan bahwa informasi yang dikumpulkan penyidik tidak hanya berasal dari hasil penggeledahan rumah, tetapi juga dari pemeriksaan saksi maupun tersangka yang sebelumnya sudah dimintai keterangan. Karena itu, setiap nama yang muncul dalam rangkaian penyidikan dianggap penting untuk ditelusuri lebih jauh.

Yang bikin sorotan makin panas, Heri Black ternyata sempat dipanggil KPK pada 8 Mei 2026. Namun saat itu dirinya tidak hadir memenuhi panggilan penyidik. Ketidakhadiran tersebut langsung memicu banyak spekulasi di tengah publik, apalagi beberapa hari setelahnya rumahnya justru digeledah tim antirasuah.

Dalam penggeledahan di rumah tersebut, penyidik disebut menemukan sejumlah catatan hingga barang bukti elektronik. Meski belum dijelaskan secara detail isi temuan itu, barang-barang tersebut diduga berkaitan dengan pengurusan importasi barang yang kini sedang dibongkar KPK.

Kasus ini sendiri bermula dari operasi tangkap tangan atau OTT yang dilakukan KPK pada 4 Februari 2026 di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan. Operasi itu langsung mengejutkan publik karena menyeret sejumlah pejabat penting di institusi Bea Cukai.

Salah satu nama yang diamankan saat OTT adalah Rizal, yang kala itu menjabat Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Sumatera Bagian Barat. Penangkapan tersebut kemudian berkembang menjadi perkara dugaan suap dan gratifikasi terkait impor barang tiruan.

Sehari setelah OTT dilakukan, KPK langsung menetapkan enam orang sebagai tersangka dari total 17 pihak yang diamankan. Mereka berasal dari unsur pejabat Bea Cukai dan pihak swasta yang diduga punya keterkaitan dalam praktik pengurusan impor barang.

Nama-nama yang diumumkan sebagai tersangka antara lain Rizal selaku Direktur Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai periode 2024 hingga Januari 2026, Kepala Subdirektorat Intelijen Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai Sisprian Subiaksono, serta Kepala Seksi Intelijen Bea Cukai Orlando Hamonangan.

Selain pejabat Bea Cukai, KPK juga menetapkan pihak swasta sebagai tersangka. Mereka adalah pemilik Blueray Cargo John Field, Ketua Tim Dokumentasi Importasi Blueray Cargo Andri, serta Manajer Operasional Blueray Cargo Dedy Kurniawan.

Perkembangan kasus belum berhenti sampai di situ. Pada 26 Februari 2026, KPK kembali menetapkan tersangka baru bernama Budiman Bayu Prasojo yang menjabat Kepala Seksi Intelijen Cukai Direktorat Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai.

Tak lama berselang, publik kembali dibuat heboh setelah KPK mengungkap penyitaan uang tunai Rp5,19 miliar dari sebuah rumah di kawasan Ciputat. Uang itu ditemukan di dalam lima koper dan diduga berkaitan dengan perkara korupsi pengurusan cukai yang sedang diselidiki.

Temuan koper berisi miliaran rupiah tersebut membuat kasus Bea Cukai ini makin menyita perhatian masyarakat. Banyak yang menilai perkara tersebut bukan sekadar praktik suap biasa karena melibatkan jaringan pengurusan impor dengan nilai besar.

Kini penggeledahan rumah Heri Black di Semarang dianggap menjadi bagian penting dalam upaya KPK mengurai alur dugaan korupsi tersebut. Penyidik diyakini sedang menelusuri hubungan antara pihak swasta dengan para pejabat yang telah lebih dulu ditetapkan sebagai tersangka.

Yang menarik, setelah penggeledahan dilakukan, KPK juga mengungkap adanya dugaan upaya dari pihak eksternal untuk menghambat proses penyidikan. Pernyataan itu langsung membuat publik makin penasaran karena menimbulkan pertanyaan baru soal siapa saja pihak yang sebenarnya terlibat di balik kasus ini.

Meski belum dijelaskan secara rinci bentuk upaya penghambatan tersebut, sinyal yang disampaikan KPK membuat kasus ini diperkirakan masih akan berkembang lebih luas. Banyak pihak menduga masih ada nama-nama lain yang belum muncul ke publik.

Di media sosial, penggeledahan rumah Heri Black juga ramai dibahas. Sebagian netizen penasaran dengan sosok pengusaha tersebut dan kaitannya dengan pengurusan importasi barang. Ada pula yang menyoroti bagaimana kasus korupsi di sektor impor sering kali melibatkan jaringan yang rumit antara pejabat dan pihak swasta.

Kasus ini sekaligus kembali membuka perhatian publik terhadap praktik pengurusan impor di Indonesia yang selama ini kerap disorot rawan permainan. Mulai dari jalur masuk barang, urusan cukai, sampai proses dokumentasi impor sering disebut menjadi area yang rawan praktik suap dan gratifikasi.

Sementara itu, KPK menegaskan proses penyidikan masih terus berjalan. Pemeriksaan saksi, penelusuran dokumen, hingga analisis barang bukti elektronik kini menjadi bagian penting untuk memperjelas peran masing-masing pihak dalam perkara tersebut.

Publik kini menunggu langkah lanjutan dari KPK, termasuk kemungkinan pemanggilan ulang Heri Black maupun pengembangan tersangka baru. Sebab semakin dalam kasus ini dibongkar, semakin terlihat bahwa perkara dugaan korupsi Bea Cukai tersebut punya jaringan yang tidak sederhana.

Di tengah ramainya sorotan, satu hal yang kini jadi perhatian masyarakat adalah apakah pengusutan kasus ini benar-benar mampu membongkar praktik permainan impor yang selama ini disebut-sebut sudah mengakar. Karena dari satu penggeledahan rumah di Semarang, cerita besar soal dugaan korupsi di jalur impor perlahan mulai terbuka ke permukaan. (*)

You Might Also Like

Curi Labu Niatnya Buat Buka Bareng Ibu, Tewas Dianiaya

Kasus Baru Nih, Masih Anget! Korupsi Bank Jateng Rp13 Miliar

BREAKING NEWS: Gus Yaqut Resmi Ditahan KPK, Eks-Menag Pakai Rompi Orange

LPSK Ungkap Luka hingga Rekaman CCTV Kasus Iko Unnes

Aksi “Nuthuk” di Kota Lama Viral, Tiga Jukir Liar Diamankan

TAGGED:geledah rumahKPK
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article JUARA TURNAMEN CATUR - Siswa SDN 3 Balu, Kecamatan Cepu, Cakti Rajasa Dananjaya Soedarsono, juara turnamen catur tingkat SD se-Kabupaten Blora, pada peringatan Hardiknas. (ist) Cakti Rajasa Juara Turnamen Catur Hardiknas Tingkat SD di Blora
Next Article Nama Perusahaan Dipasang Kurban, Eh Hukumnya Malah Bikin Bingung Banyak Orang

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Undip Kenalkan Kopi Tawangmangu ke Dunia

KPK Kulik Aktivitas Fadia Arafiq Saat Menjabat

Bayar Sampah di Semarang Sekarang Nggak Tunai Lagi

Waisak Belum Mulai, Borobudur Sudah Full Booking

Ibu-Ibu Pegang Pisau Kurban, Ternyata Hukumnya Bikin Banyak Kaget

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Hukum

Mahfud MD Ungkap Mark-up Proyek Kereta Cepat Whoosh, Singgung Jokowi

Oktober 16, 2025
Hukum

Dewan Pers Dukung Uji Materi UU Pers: Biar Wartawan Gak Lagi Was-Was Saat Liputan

September 6, 2025
Hukum

HUT RI Beda Nasib: Sambo Gigit Jari, Putri Candrawathi Dapat Remisi

Agustus 21, 2025
DaerahHukum

Baru Dilantik, Langsung Dapat PR

Oktober 31, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Rumah Heri Black Disisir KPK, Isi Dalamnya Bikin Penasaran Publik
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?