BACAAJA, SEMARANG- Pemkot Semarang terus ngebut menangani longsor di kawasan Kalialang, Kelurahan Sukorejo, Kecamatan Gunungpati. Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng mencanangkan sejumlah langkah percepatan, mulai dari penanganan darurat, pemulihan akses jalan lingkungan, sampai distribusi bantuan buat warga terdampak.
“Keselamatan warga jadi prioritas utama. Semua OPD kami minta bergerak cepat dan terintegrasi,” kata Agustina, Kamis (7/5/2026). Sejak hari pertama longsor terjadi, penanganan dilakukan bareng-bareng.
Mulai dari BPBD, Disperkim, Dinas Sosial, aparat kecamatan dan kelurahan, TNI, relawan, sampai warga sekitar turun langsung ke lapangan.
Baca juga: Belasan Jiwa Terdampak Longsor Kalialang
Masuk hari-hari pemulihan, fokus mulai bergeser ke pembukaan akses jalan supaya bantuan lebih gampang masuk dan aktivitas warga bisa pelan-pelan normal lagi.
Di lokasi pengungsian sementara, perbaikan fasilitas juga mulai dikebut. Atap bangunan penampungan diperbaiki supaya warga lebih nyaman selama masa tanggap darurat.
Sementara itu, dapur umum yang dikelola ibu-ibu PKK Kelurahan Sukorejo masih terus “ngebul” buat memenuhi kebutuhan makan warga terdampak. Bantuan darurat juga terus berdatangan.
Kebutuhan Pengungsi
BPBD Kota Semarang menyalurkan sembako, selimut, matras, sampai terpal. Sedangkan Dinas Sosial Kota Semarang ikut menambah kebutuhan pengungsi seperti kasur lipat dan makanan siap saji.
Nggak berhenti di penanganan sementara, Pemkot juga mulai nyusun langkah pemulihan jangka lebih panjang. Disperkim sudah menyiapkan rencana perbaikan infrastruktur terdampak, mulai paving jalan lingkungan, drainase, penerangan, jaringan listrik, sanitasi air bersih, sampai fasilitas penampungan sementara.
Perkembangan penanganan juga mulai terlihat di lapangan. Material bangunan sudah dikirim ke lokasi dan pengerjaan akses jalan terus dipercepat. Instalasi lampu dan jaringan listrik di area pengungsian juga kini sudah selesai dan bisa dipakai warga.
Baca juga: Warga Deliksari Semarang Dihantui Bayang-bayang Longsor, Hidup dalam Mode Siaga
Agustina mengapresiasi kekompakan semua pihak yang terlibat dalam penanganan longsor Kalialang. Menurutnya, semangat gotong royong jadi kekuatan utama mempercepat pemulihan.
“Saya melihat semua bergerak bersama. OPD turun cepat, masyarakat saling membantu, relawan dan aparat wilayah juga terus siaga,” ujarnya. Pemkot memastikan pendampingan terhadap warga terdampak bakal terus dilakukan sampai kondisi benar-benar pulih. Warga juga diminta tetap waspada karena potensi cuaca ekstrem masih bisa terjadi, terutama di kawasan rawan longsor.
Bencana memang datangnya sering mendadak. Tapi yang bikin warga benar-benar lega biasanya bukan cuma bantuan yang datang cepat, melainkan kepastian kalau mereka nggak ditinggal sendirian setelah kamera dan sorotan mulai pergi. (tebe)

