Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Macet, Lalai, dan Minim Sistem: Ujian Nyata Keselamatan Berkendara di Semarang
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Fokus

Macet, Lalai, dan Minim Sistem: Ujian Nyata Keselamatan Berkendara di Semarang

T. Budianto
Last updated: Mei 7, 2026 3:16 am
By T. Budianto
4 Min Read
Share
SHARE

TAJUK RENCANA

 

KOTA Semarang terus bergerak sebagai salah satu pusat ekonomi dan mobilitas utama di Jawa Tengah. Aktivitas perdagangan, pendidikan, hingga jasa tumbuh pesat, mendorong peningkatan arus kendaraan dari tahun ke tahun.

Namun, pertumbuhan ini belum sepenuhnya diimbangi dengan kesiapan infrastruktur transportasi yang memadai. Dampaknya mulai terasa nyata: kemacetan di sejumlah titik strategis menjadi pemandangan harian, terutama pada jam-jam sibuk.

Kemacetan bukan sekadar persoalan waktu tempuh yang terbuang. Lebih dari itu, kondisi tersebut berpotensi memicu berbagai risiko keselamatan di jalan raya.

Ketika kepadatan kendaraan meningkat, ruang gerak pengguna jalan semakin terbatas, emosi mudah terpancing, dan pelanggaran lalu lintas kerap terjadi. Dalam situasi seperti ini, keselamatan berkendara sering kali menjadi hal yang dikorbankan.

Persoalan semakin kompleks ketika berbicara tentang perlintasan sebidang dengan jalur kereta api yang dikelola oleh PT Kereta Api Indonesia. Di sejumlah titik di Kota Semarang, perlintasan sebidang masih belum dilengkapi dengan sistem pengamanan yang memadai. Tidak sedikit yang masih mengandalkan palang manual, bahkan ada yang sepenuhnya bergantung pada kewaspadaan warga sekitar.

Fakta di lapangan menunjukkan bahwa risiko kecelakaan di perlintasan sebidang masih tinggi. Beberapa insiden yang terjadi bukan hanya disebabkan oleh keterbatasan fasilitas, tetapi juga oleh rendahnya disiplin pengguna jalan.

Masih kerap dijumpai pengendara yang menerobos palang yang sudah ditutup, mengabaikan rambu peringatan, hingga memaksakan diri melintas saat kereta sudah mendekat. Perilaku seperti ini mencerminkan rendahnya kesadaran akan pentingnya keselamatan, baik untuk diri sendiri maupun orang lain.

Sebuah Ironi

Di sisi lain, keberadaan penjaga palang manual, yang sering kali merupakan swadaya masyarakat, menjadi ironi tersendiri. Mereka memikul tanggung jawab besar dalam menjaga keselamatan di titik-titik rawan, namun tanpa dukungan sistem yang memadai. Ketergantungan pada faktor manusia dalam kondisi berisiko tinggi tentu bukan solusi jangka panjang.

Pemerintah Kota Semarang bersama pemangku kepentingan terkait perlu mengambil langkah yang lebih konkret dan terukur. Pembangunan infrastruktur transportasi harus menjadi prioritas, tidak hanya untuk mengurai kemacetan, tetapi juga untuk meningkatkan keselamatan.

Modernisasi perlintasan sebidang melalui pemasangan palang otomatis, sistem peringatan dini, serta integrasi teknologi menjadi kebutuhan mendesak.

Selain itu, penataan lalu lintas di kawasan padat harus dilakukan secara berkelanjutan. Rekayasa lalu lintas, optimalisasi transportasi publik, serta pembatasan kendaraan di titik tertentu dapat menjadi opsi untuk mengurangi beban jalan. Tanpa intervensi kebijakan yang kuat, persoalan kemacetan dan keselamatan akan terus berulang tanpa solusi yang signifikan.

Namun, upaya pemerintah tidak akan efektif tanpa dukungan masyarakat. Keselamatan berkendara pada dasarnya adalah tanggung jawab bersama. Disiplin dalam mematuhi aturan lalu lintas, kesadaran untuk mengutamakan keselamatan, serta kepedulian terhadap pengguna jalan lain harus menjadi budaya yang dibangun secara kolektif.

Di sinilah peran media menjadi krusial. Media tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai penggerak kesadaran publik. Pemberitaan yang konsisten, edukatif, dan kritis dapat mendorong perubahan perilaku sekaligus mengawal kebijakan pemerintah agar lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Keselamatan dan kenyamanan berkendara di Kota Semarang bukanlah isu yang bisa diselesaikan secara parsial. Diperlukan sinergi antara pemerintah, operator transportasi, dan masyarakat untuk menciptakan sistem transportasi yang aman, tertib, dan manusiawi.

Pada akhirnya, jalan raya bukan sekadar ruang mobilitas, melainkan ruang hidup bersama. Ketika keselamatan masih harus diperjuangkan di tengah keterbatasan dan kelalaian, maka yang dipertaruhkan bukan hanya efisiensi perjalanan, tetapi juga nyawa manusia. (*)

You Might Also Like

Cuaca di Jateng Makin Susah Ditebak? BMKG Ungkap Faktor Bikin Iklim Jadi Random

Deretan Skandal Ijazah Palsu Pejabat di Belahan Dunia

Belum Wisuda, Sudah Dilirik Industri: 90 Persen Alumni SMK di Jateng Langsung Kerja

Film Pesta Babi Dilarang Malah Meledak, Mahfud MD Ikut Buka Suara Keras

Menimbang Keadilan Upah di Tengah Pertumbuhan Ekonomi

TAGGED:headlinekemacetan semarangpemkot semarangperlintasan sebidangpt kaitajuk rencana
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Si Jago Merah Ngamuk di Metro Sport Center, Kerugian Ditaksir Rp5 M
Next Article Kasus Ponpes Pati Bikin Geram: Kemenag Minta Pelaku Dihukum Berat

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Agustina Tegaskan Trans Semarang Bukan Bisnis

JUARA REBANA--Tim DM Group asal Kediri menerima hadiah secara simbolis usai menjadi juara pertama Festival Rebana Nasional 2026 yang jadi rangkaian MTQ di Kota Semarang. (ist)

DM Group Kediri Juara Festival Rebana MTQ Nasional di Semarang

Wali Kota Solo Respati Ardi.

Sengketa Sriwedari, Wali Kota Solo Ungkap Fakta Mengejutkan: Ibu Saya Ahli Waris, tapi . . .

Kasus Dugaan Pengeroyokan Advokat di Jl Veteran Naik Penyidikan

Lapas Purwodadi Gelar Shalat Istisqa, Pegawai dan Peserta Magang Diajak Introspeksi

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto
Info

Presiden Kembali Nyeletuk #KaburAjaDulu, Begini Kisah Prabowo Kabur ke Yordania

April 30, 2026
Unik

Pariwisata RI Go Internasional, Promosi Besar-besaran di Eropa

Juli 13, 2025
Daerah

Pompa Baru, Harapan Baru: Semarang Gaspol Lawan Banjir!

November 12, 2025
Ilustrasi pengangguran.
Pendidikan

Lulusan Kampus dan Gen Z Nyumbang Pengangguran Paling Banyak pada 2025

September 18, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Macet, Lalai, dan Minim Sistem: Ujian Nyata Keselamatan Berkendara di Semarang
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?