BACAAJA, SEMARANG– Pemprov Jateng nggak mau kecolongan soal kekeringan. Total 123 juta liter air bersih sudah disiapkan buat menghadapi musim kemarau 2026.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jateng, Bergas Catursasi Penanggungan bilang, langkah ini hasil koordinasi dengan BPBD kabupaten/kota.
Baca juga: Soal Kebakaran dan Kekeringan, PDAM: Air Gratis
“Tahun ini ada 18 daerah yang diperkirakan terdampak. Air sudah siap didistribusikan,” ujarnya dalam rapat di Kantor Gubernur Jateng, Senin (4/5/2026).
Meski sekarang masih sering hujan, tanda-tanda kemarau sudah di depan mata. Khusus Pulau Jawa, diprediksi mulai masuk musim kering sekitar Juni. Belajar dari 2024, distribusi air waktu itu tembus 54 juta liter. Tahun ini? Disiapkan lebih dari dua kali lipat biar nggak panik di tengah jalan.
Titik Rawan
Nggak cuma soal stok air, jalur distribusi juga sudah dipetakan. Termasuk kendaraan dan titik-titik rawan yang bakal jadi prioritas. Tapi ada satu tantangan yang nggak bisa dihindari: biaya operasional. Kenaikan harga BBM nonsubsidi bikin hitung-hitungan distribusi jadi lebih tricky.
Sementara itu, Gubernur Ahmad Luthfi memastikan koordinasi dengan daerah terus berjalan. Nggak cuma fokus ke air bersih, tapi juga dampaknya ke sektor lain, terutama pangan. “Kita libatkan juga BUMD, supaya dampak kekeringan bisa ditekan,” katanya.
Baca juga: Siap Hadapi El Nino Ekstrem Pompa Air Disiapkan Massal
Artinya, isu kekeringan ini nggak cuma soal warga kesulitan air, tapi juga efek domino ke pertanian dan ketahanan pangan. Kalau air seret, sawah ikut kena. Kalau sawah kena, urusannya bisa sampai ke dapur.
Airnya sudah disiapkan 123 juta liter. Tinggal satu yang belum pasti: dipakai dengan bijak… atau tetap dihabiskan buat hal-hal yang nanti bikin kita ikut “kering” bareng-bareng. (tebe)

