Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Dipulangkan Diam-Diam, WNA Malaysia Tersandung Kasus Akhirnya Dideportasi
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Hukum

Dipulangkan Diam-Diam, WNA Malaysia Tersandung Kasus Akhirnya Dideportasi

Pria berusia 54 tahun tersebut sebelumnya mendekam di Lapas Kelas II Ngaseman, Nusakambangan. Masa hukumannya sudah tuntas, namun urusannya belum selesai begitu saja. Statusnya sebagai WNA dengan pelanggaran keimigrasian membuat langkah berikutnya tak bisa dihindari: deportasi.

Nugroho P.
Last updated: Mei 4, 2026 2:46 pm
By Nugroho P.
4 Min Read
Share
ilustrsasi deportasi.
SHARE

BACAAJA, CILACAP – Langkah kaki itu terdengar biasa saja, tapi di baliknya tersimpan akhir dari sebuah proses panjang. Seorang warga negara asing asal Malaysia, Azhan Bin Zakaria, akhirnya resmi dipulangkan dari Indonesia setelah menjalani rangkaian hukum yang tak singkat.

Pria berusia 54 tahun tersebut sebelumnya mendekam di Lapas Kelas II Ngaseman, Nusakambangan. Masa hukumannya sudah tuntas, namun urusannya belum selesai begitu saja. Statusnya sebagai WNA dengan pelanggaran keimigrasian membuat langkah berikutnya tak bisa dihindari: deportasi.

Proses pemulangan ini ditangani langsung oleh Kantor Imigrasi Kelas I TPI Cilacap. Tim bergerak sejak pagi hari, memastikan semua berjalan sesuai aturan yang berlaku tanpa celah.

Pada Kamis pagi, sekitar pukul 09.00 WIB, Azhan dikawal menuju Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta. Di tempat ini, tahapan penting dimulai, mulai dari verifikasi identitas hingga wawancara mendalam.

Selama proses itu, Azhan tidak sendirian. Tim Intelijen dan Penindakan Keimigrasian (Inteldakim) ikut mendampingi, memastikan semua prosedur berjalan rapi dan sesuai standar.

Wawancara dilakukan untuk memastikan data dan latar belakang yang bersangkutan. Ini bukan sekadar formalitas, melainkan bagian krusial sebelum seseorang dipulangkan ke negara asalnya.

Selain itu, dokumen perjalanan juga harus dilengkapi. Tanpa dokumen ini, proses deportasi tidak bisa dilanjutkan. Semua berkas diperiksa secara detail oleh pihak kedutaan.

Setelah dinyatakan lengkap, proses bergerak cepat ke tahap berikutnya. Tak ada waktu yang terbuang, semua sudah dijadwalkan secara sistematis.

Dari kedutaan, rombongan langsung menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta, tepatnya Terminal 2F yang menjadi titik keberangkatan internasional.

Sekitar pukul 15.00 WIB, mereka tiba di bandara. Proses check-in hingga pengawasan keamanan dilakukan dengan pengawalan ketat.

Kepala Seksi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian, Mukhlis Akbar, menegaskan bahwa semua tahapan dijalankan sesuai prosedur.

“Proses pendeportasian kita laksanakan secara prosedural, humanis, dan akuntabel sesuai dengan komitmen Imigrasi Cilacap dalam menegakkan hukum keimigrasian,” ujarnya.

Pernyataan itu menegaskan bahwa deportasi bukan sekadar tindakan hukum, tapi juga tetap memperhatikan sisi kemanusiaan.

Menjelang malam, Azhan akhirnya diterbangkan menuju Kuala Lumpur. Ia menumpang maskapai AirAsia dengan nomor penerbangan AK 387.

Pesawat lepas landas sekitar pukul 18.55 WIB, menandai berakhirnya keberadaan Azhan di Indonesia.

Namun, cerita ini bukan sekadar soal pemulangan. Ada pelanggaran serius yang melatarbelakanginya.

Azhan diketahui melanggar aturan keimigrasian, termasuk statusnya sebagai eks narapidana kasus narkotika serta penyalahgunaan izin tinggal selama berada di Indonesia.

Pelanggaran itu masuk dalam ketentuan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian, tepatnya Pasal 75 Ayat 1.

Aturan tersebut memberikan kewenangan kepada pejabat imigrasi untuk mengambil tindakan administratif terhadap WNA yang dianggap mengganggu ketertiban.

Tak berhenti pada deportasi, langkah lanjutan juga disiapkan. Nama Azhan diusulkan masuk daftar penangkalan.

Melalui sistem Cekal Online, pengajuan itu dilakukan agar yang bersangkutan tidak bisa kembali masuk ke wilayah Indonesia di masa mendatang.

Langkah ini menjadi sinyal tegas bahwa pelanggaran keimigrasian tidak akan ditoleransi.

Di sisi lain, tindakan ini juga menunjukkan keseriusan aparat dalam menjaga kedaulatan hukum negara.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa setiap WNA yang berada di Indonesia wajib mematuhi aturan yang berlaku.

Sekali melanggar, konsekuensinya bukan hanya hukuman pidana, tapi juga kehilangan akses untuk kembali.

Dan bagi Azhan Bin Zakaria, perjalanan pulang itu bukan sekadar kepulangan, melainkan penutup dari bab panjang yang penuh konsekuensi hukum.(*)

You Might Also Like

Akhirnya Kena Juga, 60 Orang yang Mainin BBM dan LPG Subsidi Ditangkap

Kuasa Hukum Bupati Sudewo Minta Hakim Batalkan Dakwaan Rp6,3 Miliar

Rumah Elit di Semarang Jadi Markas Penjual Janji Manis Internasional

Hot News! Mbak Ita Semarang Dihukum 5 Tahun Penjara, Plus Didenda Rp 300 Juta

Terpidana Dheky: Gus Miftah Terima Duit Rp100 Juta dari Korupsi DJKA

TAGGED:deportasinusakambanganWNA
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Bella Puspita Sari menangis di pengadilan usai sidang pembacaan peninjauan kembali, Senin (4/5/2026). (bae) Ratapan Tangis Bella Pecah di Penjara, Tak Kuasa Tahan Rindu kepada Anak Bayinya
Next Article Ngebut Belum Jadi, Remaja Keburu Diamankan Polisi Dinihari

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Nasib PSI Jadi Ujian Pamor dan Kesaktian Politik Jokowi

TERBAKAR - KM Mutiara Sentosa 2 jurusan Surabaya-Makassar terbakar di tengah Perairan Sumenep, Minggu (3//8/2026). (ist)

Tragedi KM Mutiara Sentosa 2 Jurusan Surabaya-Makassar Terbakar: 5 Penumpang Tewas, 41 Hilang

Approval Merosot, Kabinet Prabowo Didorong Diacak Ulang

Pancaroba, Gadget Begadang Bikin Imun Anak Ikut Drop

Dugaan Bully di MTs Pati, Dua Jari Siswa Hilang

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ilustrasi kecelakaan bus penumpang. (grafis/wahyu)
Hukum

SIM Sopir Bus Maut Cahaya Trans Diduga Palsu, Siapa akan Terseret?

Januari 1, 2026
Zara konsultasi sama penasihat hukumnya menyikapi tuntutan jaksa di PN Semarang, Rabu (10/9/2025). (bae)
Hukum

Sok Jago Senioritas Berujung Pidana, Zara PPDS Undip Kena Tuntutan 1,5 Tahun Bui

September 10, 2025
GAJI - Ilustrasi uang rupiah sebagai gaji bulanan.
Hukum

Ngaku Kiai Santri Gus Dur, Tukang Gendam Ditangkap Polisi

Maret 13, 2026
Kasie Tindak Pidana Umum Kajari Kota Semarang Sarwanto saat memberikan keterangan pers terkait dugaan layanan prostitusi terselubung di Mansion Karaoke Semarang. Foto: Bae
Hukum

Masa Transisi KUHP Baru Jaksa Wajib Pilih Hukum Ringan, yang Untung Terdakwa

Januari 12, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Dipulangkan Diam-Diam, WNA Malaysia Tersandung Kasus Akhirnya Dideportasi
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?