Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Aksi May Day, PBHI Desak Penghapusan Sistem Kerja Outsourcing yang Rugikan Buruh
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Aksi May Day, PBHI Desak Penghapusan Sistem Kerja Outsourcing yang Rugikan Buruh

R. Izra
Last updated: Mei 2, 2026 10:08 am
By R. Izra
2 Min Read
Share
Buruh menyalakan flare dalam aksi May Day di Semarang, Jumat (1/5/2026). (bae)
Buruh menyalakan flare dalam aksi May Day di Semarang, Jumat (1/5/2026). (bae)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia (PBHI) mendesak pemerintah segera menghapus outsourcing. Sebab, sistem kerja ini dinilai merugikan buruh.

Menurut PBHI, praktik outsourcing dan kontrak berkepanjangan bikin nasib pekerja nggak jelas. Status kerja abu-abu, jaminan minim, dan masa depan makin susah ditebak.

“Penggunaan sistem kontrak dan outsourcing sudah jadi mesin penghancur stabilitas hidup buruh,” tegas Ketua PBHI, Kahar Muamalsyah, Jumat (1/5/2026).

Bacaaja: Buruh Sorot Tajam Jawaban Gubernur Jateng saat Aksi May Day di Semarang, Ini Poin Pentingnya
Bacaaja: Tuntut Upah Layak, KASBI Jateng: Buruh Lajang Minimal Rp9 Juta Per Bulan

PBHI juga mendorong pemerintah mewajibkan perusahaan mengangkat pekerja jadi karyawan tetap, terutama untuk pekerjaan yang sifatnya terus-menerus. Tujuannya biar buruh punya kepastian kerja dan perlindungan yang layak.

Selain itu, PBHI menilai kondisi ketenagakerjaan saat ini sudah masuk fase darurat. Negara dianggap gagal menjamin hak dasar buruh, termasuk hak atas penghidupan layak seperti diamanatkan konstitusi.

Dalam peringatan May Day 2026, PBHI bahkan menyebut ada kecenderungan negara lebih memihak kepentingan pasar. Akibatnya, hak buruh sering dipinggirkan demi kepentingan bisnis.

Mereka juga menyinggung soal kebijakan pasca Omnibus Law yang dinilai memperlemah posisi tawar pekerja. Hukum dianggap lebih jadi alat legitimasi kepentingan elit dibanding pelindung buruh.

Nggak cuma itu, PBHI juga menyoroti ancaman kriminalisasi terhadap gerakan buruh. Mulai dari intimidasi, PHK, sampai tekanan hukum kerap membayangi pekerja yang bersuara. (bae)

You Might Also Like

Polisi Ubah TKP Kecelakaan, IKA FH Unnes Ungkap Kejanggalan Kematian Iko Juliant

Dari Gang Desa Benang Rajut Nyebrang Sampai Luar Negeri

Bansos Dipercepat Cair, PKH dan BPNT Mulai April

Diduga Sesat, Padepokan di Tasik Dibakar Massa

Separuh Kota Semarang Sudah CKG, Sisanya Jangan Ngumpet

TAGGED:buruhkaryawan tetapMay Dayoutsoucingpbhipekerja
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menemui massa aksi saat peringatan Haru Buruh Internasional atau May Day di depan kantor Gubernuran, Semarang, Jumat (1/5/2026). (dul) Buruh Sorot Tajam Jawaban Gubernur Jateng saat Aksi May Day di Semarang, Ini Poin Pentingnya
Next Article Perempuan buruh mengangkat poster soal kebebasan berserikat dalam aksi May Day 2026 di Semarang, Jumat (1/5/2026). (bae) Buruh Media Tertekan, FSPM Independen Ajak Melawan Lewat Serikat Pekerja

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

30 Investor dan 75 UMKM Ramaikan CJIBF 2026

Hiburan Makin Ngegas, Tapi Pajak Bikin Deg-degan

Ilustrasi Bus Haryanto alami kecelakaan.

Kronologi Kecelakaan di Tol Tembalang, Bus Haryanto Diduga Potong Jalur Truk Trailer

Ketua Dewan Pertimbangan Apindo Jateng, Frans Kongi, memberi pemaparan dalam diskusi publik “Titik Kumpul 2 SKS” bersama perwakilan organisasi buruh dan Peradi SAI Semarang, yang di selenggarakan bacaaja.co, Rabu (29/4/2026). (dul)

BREAKING NEWS: Apindo Jateng Berduka, Frans Kongi Meninggal Dunia

Perempuan buruh mengangkat poster soal kebebasan berserikat dalam aksi May Day 2026 di Semarang, Jumat (1/5/2026). (bae)

Buruh Media Tertekan, FSPM Independen Ajak Melawan Lewat Serikat Pekerja

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Daerah

Lampion Ngejreng Bikin Purbalingga Glow Up Saat Ramadan

Februari 20, 2026
Info

Kabur dari Jerat Scam: 110 WNI Tunggu Pulang dari Kamboja

Oktober 23, 2025
Motor milik pemudik diangkut dengan kereta Daop 4 Semarang. (ist)
Info

Mudik Tahun Ini Ada 3.354 Motor Dipaketkan Gratis via Kereta di Daop 4 Semarang

Maret 31, 2026
Info

MBG: Keren di Konsep, “Anyep” di Lapangan, Akademisi Spill Masalahnya

April 27, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Aksi May Day, PBHI Desak Penghapusan Sistem Kerja Outsourcing yang Rugikan Buruh
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?