BACAAJA, SEMARANG- Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng lagi ngebut urus infrastruktur. Polanya jelas: ada laporan masuk, langsung ditindak. Nggak pakai antre panjang.
Salah satu contohnya terlihat di ruas Jalan Kol RW Sugiarto, jalur Kalipancur menuju Gunungpati. Awalnya warga ngeluh karena kondisi jalan yang rusak dan rawan bahaya.
Baca juga: Banjir Mangkang, Sinyal Riskannya Infrastruktur Semarang
Nggak butuh waktu lama, perbaikan langsung digeber dan selesai, Selasa (28/4/2026). Nggak cuma satu titik, di hari yang sama Pemkot juga tancap gas memperbaiki sembilan ruas jalan sekaligus dengan metode patching. Strategi ini dipilih biar penanganan bisa cepat dan dampaknya langsung terasa.
Agustina bilang, pola kerja sekarang memang difokuskan ke respons cepat dan lebih dekat ke warga. “Setiap laporan jadi prioritas. Kita nggak mau kerusakan jalan dibiarkan terlalu lama,” ujarnya.
Pengerukan Saluran
Nggak berhenti di jalan, penanganan banjir juga ikut digeber. Pengerukan sedimen dilakukan di sejumlah titik krusial seperti Sungai Babon, Sungai Tawangmas, hingga kawasan Tanjung Mas dan Meteseh.
Langkah ini jadi bagian dari upaya simultan, nggak cuma benahin jalan, tapi juga mengurangi risiko genangan yang selama ini jadi masalah klasik kota. “Kami ingin hasilnya langsung terasa. Jalan lebih aman, lingkungan lebih rapi, dan banjir bisa ditekan,” tegasnya.
Baca juga: Jalan Rusak: Ujian Keseriusan Tata Kelola Infrastruktur Daerah
Dengan pola kerja seperti ini, Pemkot terlihat mencoba mengubah ritme: dari yang biasanya reaktif jadi lebih responsif dan cepat eksekusi.
Kalau laporan sekarang langsung ditindak cepat, mungkin yang perlu dibiasakan warga cuma satu: ngeluhnya jangan cuma di tongkrongan, laporin sekalian, siapa tahu besok jalannya sudah mulus. (tebe)

