Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Pawai Ogoh-Ogoh: Semarang Nggak Cuma Ramai, Tapi Juga “Rukun Level Dewa”
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Pawai Ogoh-Ogoh: Semarang Nggak Cuma Ramai, Tapi Juga “Rukun Level Dewa”

Minggu, (26/4/2026) sore di Semarang bukan cuma soal macet atau jalan-jalan santai. Ribuan orang tumplek blek di jalan dari Balai Kota sampai Simpang Lima, nonton pawai Ogoh-Ogoh yang bukan sekadar hiburan, tapi juga “show off” soal toleransi. Dan ya, Semarang lagi pede banget dengan itu.

T. Budianto
Last updated: April 27, 2026 3:45 am
By T. Budianto
3 Min Read
Share
SAKSIKAN PAWAI: Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti menyaksikan Pawai Ogoh-Ogoh dari panggung kehormatan, Minggu (26/4/2026). (Foto: Pemkot Semarang)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Pawai Ogoh-Ogoh yang digelar Minggu (26/4/2026) sukses bikin pusat kota Semarang penuh warna. Sekitar 1.500 peserta ikut ambil bagian dalam parade budaya lintas agama ini.

Bukan cuma umat Hindu, tapi juga berbagai komunitas, organisasi keagamaan, hingga penghayat kepercayaan ikut turun ke jalan. Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, terang-terangan bangga dengan vibes yang tercipta.

Menurutnya, ini bukan sekadar pawai, tapi refleksi nyata gimana warga Semarang bisa hidup berdampingan tanpa ribet soal perbedaan.

“Ini wajah Semarang, setara, rukun, dan saling jaga. Ogoh-Ogoh ini juga jadi simbol bagaimana kita “bersih-bersih” dari hal negatif demi keseimbangan hidup,” ujarnya.

Baca juga: Semarang Bicara Toleransi: Agustina dan Sinta Nuriyah Kirim Pesan Harmoni

Tahun ini makin meriah karena ada empat Ogoh-Ogoh utama yang diarak dengan dukungan dari PHDI Semarang, Kendal, sampai Jepara. Sepanjang jalan, suasana makin hidup dengan iringan musik dan kesenian dari berbagai budaya, mulai dari Beleganjur khas Bali, Barongsai, Rebana, sampai Topeng Ireng. Campur-campur, tapi justru di situ serunya.

Momentum ini juga jadi semacam selebrasi atas capaian Semarang yang masuk tiga besar kota paling toleran di Indonesia versi Indeks Kota Toleran (IKT) 2025 dari Setara Institute.

Kekuatan Kota

“Ini anugerah buat kota yang heterogen seperti Semarang. Artinya, kita bisa jadi contoh bahwa perbedaan itu bukan masalah, tapi kekuatan,” tegas Agustina.

Sesampainya di Simpang Lima, suasana makin cair. Agustina bahkan sempat ngobrol santai soal filosofi Warak Ngendog, ikon khas Semarang yang jadi simbol akulturasi budaya. Bentuknya yang gabungan naga, kambing, dan unta disebut sebagai representasi nyata dari keberagaman yang sudah lama hidup di kota ini.

Nggak berhenti di situ, ia juga mengingatkan kalau event-event lintas agama seperti Dugderan, Karnaval Paskah, sampai pawai Ogoh-Ogoh punya dampak nyata, nggak cuma soal kerukunan, tapi juga ekonomi dan pariwisata.

“Ini bukti kalau Semarang itu damai dan kondusif. Dan dari situ, kota ini bisa terus berkembang,” tambahnya.

Baca juga: Ogoh-Ogoh Turun ke Jalan, Semarang Siap Pesta Toleransi

Sebagai teaser, Agustina juga ngebocorin event besar berikutnya: Semarang Night Carnival (SNC) yang bakal digelar 2 Mei nanti. Event ini siap menghadirkan peserta internasional dari Jepang, Korea, Belanda, hingga Maroko.

Jadi, di saat beberapa tempat masih sibuk debat soal perbedaan, Semarang malah santai bikin pawai bareng. Mungkin memang sederhana: kalau bisa jalan bareng sambil arak-arakan, kenapa harus ribut di komentar? (tebe)

 

You Might Also Like

Gaji PNS Pindah ke Kopdes, Bank Daerah Bisa Tumbang

Pengakuan Mahasiswa Undip Penyekap Intel: Kami Niatnya Mengamankan dari Amuk Massa

Ratusan Juru Parkir di Semarang Nunggak Setoran, Nilainya Capai Rp280 Juta

Prabowo Soroti Antrean BPJS, Minta Layanan Setara

Klitih Beraksi di Klaten, Ini yang Dilakukan Bupatinya

TAGGED:agustina wilujengheadlinekota toleranpawai ogoh-ogohpemkot semarang
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article PSIS Selamat dari Zona Panas, Rival Kepeleset di Detik Terakhir
Next Article Kota Lama Sudah Glow Up, Tapi Masih Sepi Nyawa

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Agustina Genjot Ketahanan Pangan Semarang: Dari Kebun Warga hingga Pasar Murah

Investasi Jateng Tembus Rp72,54 Triliun, 340 Ribu Orang Kebagian Peluang Kerja

Tinggal Satu Titik Api di Gunung Lawu, Luthfi Minta Petugas Jangan Pulang Dulu

YLBHI Soroti Pengerahan Ribuan Aparat Saat Demo Dua Tahun Prabowo-Gibran

ASN Disuruh Naik Angkutan Umum Seminggu Sekali, Biar Nggak Cuma Jago Bikin Kebijakan!

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Pendidikan

Glucowrap, Sandal Pintar Mahasiswa UGM Pantau Kaki Diabetesi

September 17, 2026
Info

Prabowo Absen di Acara Zikir dan Doa Kebangsaan, Ada Apa?

Agustus 2, 2026
Dwi Harjanto saat masa adapatasi sebagai pengemudi bus profesional di Jepang.
Info

Dari Indonesia ke Jepang: Cerita Sopir Bus Lulusan JIDS Meraih Masa Depan di Negeri Sakura

Januari 8, 2026
Hukum

Nyogok Rp30 Juta, Perangkat Desa Pati Ngaku Dapat Bocoran Jawaban Tes

September 2, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Pawai Ogoh-Ogoh: Semarang Nggak Cuma Ramai, Tapi Juga “Rukun Level Dewa”
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?