BACAAJA, SEMARANG- Kawasan Kota Lama Semarang makin terlihat rapi. Bangunan-bangunan tua yang dulu terbengkalai, sekarang sudah cantik. Asosiasi Masyarakat Mbangun Oudestadt (AMBO), forum komunikasi warga Kota Lama ikut komentar soal kemajuan warisan cagar budaya di Semarang itu.
Sekretaris AMBO, Jessie Setiawati bilang, perubahan fisik memang terasa. Banyak bangunan cagar budaya sudah direvitalisasi. “Bangunan yang dulu mangkrak sekarang sudah mulai aktif. Banyak investor dan BUMN juga mulai masuk,” kata Jessie.
Menurut dia, dari sisi perawatan, kualitas bangunan jelas meningkat. Kota Lama sekarang tampil lebih bersih dan tertata. Namun, persoalan belum selesai. Jessie menilai, tantangan utama ada di bagaimana menghidupkan kawasan itu. Artinya, aktivitas di dalamnya, masih belum maksimal.
Baca juga: Kota Lama Makin Hidup, Bodjong Night Market Buka Sampai Subuh
“PR-nya bagaimana mengisi supaya Kota Lama ini tetap lestari,” ujarnya. Ia menyebut, program kegiatan masih perlu ditambah. Kolaborasi juga harus diperluas, terutama dengan melibatkan warga sekitar.
Harapannya, Kota Lama bukan cuma jadi tempat wisata. Tapi juga ruang hidup yang dirasakan bersama. Soal warga lokal, Jessie bilang sebagian besar masih bertahan. Meski ada juga yang memilih pindah keluar kawasan.
Butuh Dorongan
Kebanyakan warga asli, menurutnya, sudah berusia lanjut. Ada yang pindah karena ikut keluarga, ada juga yang karena lingkungan makin ramai. “Yang bertahan masih cukup banyak, tapi memang ada yang pindah,” jelasnya.
Secara umum, ia melihat pelestarian dan perkembangan berjalan beriringan. Tapi tetap butuh dorongan agar lebih seimbang. “Pelestarian dan kemajuan masih sejalan, cuman memang PR-nya masih banyak,” katanya.
Baca juga: Kota Lama Semarang Moncer, Kunjungan Wisatawan Naik 24,7 Persen saat Lebaran
Sebagai informasi, Kota Lama Semarang telah ditetapkan sebagai kawasan cagar budaya tingkat nasional. Kawasan ini juga dikenal sebagai salah satu warisan budaya dan pusat sejarah kota.
Kota Lama sekarang sudah cantik, rapi, dan siap difoto dari sudut mana saja. Tapi kalau cuma jadi latar belakang kamera tanpa kehidupan di dalamnya, ya jadinya seperti museum tanpa cerita. Estetik? Iya. Hidup? Nanti dulu. (bae)

