Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Ketahuan Curang UTBK, Alat Tersembunyi Bikin Geger Kampus Semarang
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Hukum

Ketahuan Curang UTBK, Alat Tersembunyi Bikin Geger Kampus Semarang

Peristiwa ini terjadi di lokasi ujian kawasan Tembalang, saat hari pertama pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer berlangsung. Awalnya semua terlihat normal, hingga proses pemeriksaan peserta mulai dilakukan sebelum masuk ruang ujian.

Nugroho P.
Last updated: April 22, 2026 8:10 pm
By Nugroho P.
4 Min Read
Share
Seorang peserta berinisial M, yang diketahui merupakan calon mahasiswi Fakultas Kedokteran, kedapatan membawa alat elektronik tersembunyi di dalam tubuhnya.
SHARE

BACAAJA, SEMARANG — Suasana tegang ujian masuk perguruan tinggi mendadak berubah jadi heboh di kampus Universitas Diponegoro. Seorang peserta UTBK tertangkap basah melakukan kecurangan dengan cara yang terbilang nekat dan cukup canggih.

Peristiwa ini terjadi di lokasi ujian kawasan Tembalang, saat hari pertama pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer berlangsung. Awalnya semua terlihat normal, hingga proses pemeriksaan peserta mulai dilakukan sebelum masuk ruang ujian.

Seperti prosedur standar, setiap peserta diwajibkan melewati pemeriksaan menggunakan detektor logam. Dari sinilah kejanggalan mulai terdeteksi oleh petugas.

Seorang peserta berinisial M, yang diketahui merupakan calon mahasiswi Fakultas Kedokteran, kedapatan membawa alat elektronik tersembunyi di dalam tubuhnya.

Setelah diperiksa lebih lanjut, alat tersebut ternyata berupa perangkat bantu dengar elektronik yang tertanam di telinga. Dugaan sementara, alat itu digunakan untuk membantu komunikasi dari luar saat ujian berlangsung.

Temuan ini langsung membuat panitia bergerak cepat. Peserta tersebut tidak diperbolehkan melanjutkan ujian dan langsung didiskualifikasi di tempat.

Pihak kampus kemudian mengambil langkah lanjutan dengan menyerahkan kasus ini kepada aparat kepolisian setempat untuk ditangani sesuai prosedur.

Wakil Rektor I Undip, Heru Susanto, menegaskan bahwa pihak kampus tidak akan mentolerir bentuk kecurangan apa pun dalam proses seleksi masuk.

“Kami serahkan ke Polsek Tembalang sesuai prosedur. Selanjutnya, penanganan pelaku kecurangan menjadi kewenangan aparat penegak hukum,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Meski begitu, hingga saat ini pihak kampus belum bisa memastikan secara detail fungsi alat tersebut. Apakah benar digunakan untuk komunikasi jarak jauh atau hanya alat bantu biasa, masih dalam pendalaman.

Hal ini karena yang bersangkutan tidak memberikan banyak keterangan saat dimintai penjelasan oleh petugas di lokasi.

Dari sisi akademik, kampus juga tidak bisa langsung menjatuhkan sanksi lanjutan secara sepihak. Kewenangan tersebut berada di tangan Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi.

Artinya, keputusan soal dampak lebih jauh terhadap status peserta akan ditentukan oleh pihak kementerian setelah melalui proses evaluasi.

Sementara itu, dari pihak kepolisian, kejadian ini juga sudah dikonfirmasi oleh Kapolsek Tembalang, Kristiyastuti Hadayani.

Ia menyebutkan bahwa peserta tersebut berasal dari luar kota Semarang dan datang khusus untuk mengikuti UTBK di lokasi tersebut.

Meski sempat diamankan, peserta berinisial M tidak diproses secara hukum lebih lanjut. Polisi memilih pendekatan pembinaan dalam kasus ini.

Langkah ini diambil dengan mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk usia dan kondisi peserta yang masih dalam tahap pendidikan.

Sebagai bentuk konsekuensi, yang bersangkutan diminta membuat surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatannya di masa mendatang.

Setelah itu, peserta dikembalikan kepada orang tuanya untuk mendapatkan pengawasan lebih lanjut.

Kasus ini jadi pengingat keras bahwa sistem pengawasan UTBK kini semakin ketat. Teknologi canggih yang digunakan untuk curang pun bisa terdeteksi.

Panitia juga tampak tidak main-main dalam menjaga integritas ujian. Setiap indikasi pelanggaran langsung ditindak tanpa kompromi.

Di sisi lain, fenomena ini juga menunjukkan tekanan besar yang dirasakan calon mahasiswa, terutama untuk masuk jurusan favorit seperti kedokteran.

Persaingan yang tinggi kadang mendorong sebagian orang mengambil jalan pintas yang justru berisiko besar.

Padahal, konsekuensinya tidak hanya soal gagal ujian, tapi juga bisa berdampak pada masa depan pendidikan mereka.

Kejujuran tetap jadi kunci utama dalam proses seleksi seperti UTBK. Tanpa itu, hasil yang didapat pun kehilangan makna.

Pihak kampus berharap kejadian ini jadi pelajaran bagi peserta lain agar tidak mencoba cara serupa.

Karena pada akhirnya, usaha yang jujur akan selalu punya nilai lebih dibanding hasil instan dari cara yang salah.

Kini, pelaksanaan UTBK di Semarang tetap berjalan seperti biasa, dengan pengawasan yang makin diperketat di setiap sesi ujian. (*)

You Might Also Like

Kecurigaan Publik Terbukti! Aipda Robig Pembunuh Gamma Simpul Jaringan Sabu-sabu

Ngaku Kiai Santri Gus Dur, Tukang Gendam Ditangkap Polisi

Polisi, Dosen Muda, dan Misteri Kematian di Semarang

Tawuran Salatiga Makin Rumit, Polisi Kejar Pemasok Air Keras Misterius

Polisi Musnahkan 67 Kilo Bahan Petasan

TAGGED:fakultas kedokteranSemarangUTBK
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Gelombang Haji Jateng Mulai Bergerak, Kloter Berangkat Tanpa Transit
Next Article Soros dan Antek-Antek Asing

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Halte Buah Jepang, Cantik dan Penuh Cerita

Saung Ciburial, Liburan Asyik Rasa Kampung

TANGKAP KURIR SABU - Petugas dari Bareskrim Polri mencegat bus penumpang di Tol Pekalongan, untuk menangkap kurir sabu yang membawa kiriman 100 gram sabu-sabu. (ist)

Bareskrim Mendadak Cegat Bus di Tol Pekalongan Bikin Kaget Penumpang, Ternyata Incar Kurir Sabu 100 Gram

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.

Ihwal Banyak Mal Bangun Pagar Tinggi, Pramono Anung: Bongkar Saja, Jakarta Lebih Butuh Banyak Pohon

Modal Rp 26 Ribu, Tembus Thailand-Malaysia Naik Kereta

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Hukum

Gara-Gara Speed Trap, Kisruh Anggota DPRD di Medan Berujung Laporan Polisi

Juni 29, 2026
Pelaku pembakaran saat demo tertangkap, mereka dihadirkan dalam konferensi pers di Mapolda Jateng, Jumat (17/9/2025). (istimewa)
Hukum

Pelaku Bakar Mobil dan Pos Polisi saat Demo Ricuh Semarang Akhirnya Ketangkep

September 20, 2025
Hukum

Skandal Kuota Haji Kemenag: KPK Panggil Kepala Kemenag Jateng, Potensi Rugi Negara Tembus Rp1 Triliun!

Oktober 9, 2025
Kerabat Jaka Sawaldi, mantan Sekda Klaten menangis di ruang sidang saat dengar putusan korupsi sewa Plaza di Pengadilan Tipikor Semarang, Rabu (15/4/2026). (bae)
Hukum

Keluarga Eks-Sekda Klaten Menangis di Ruang Sidang, Jaka Sawaldi Divonis 2 Tahun Penjara

April 16, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Ketahuan Curang UTBK, Alat Tersembunyi Bikin Geger Kampus Semarang
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?