BACAAJA, SEMARANG- Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti memastikan Kirab Budaya KH Sholeh Darat bakal terus digelar setiap tahun selama masa kepemimpinannya bareng Wakil Wali Kota Iswar Aminuddin.
Pernyataan itu disampaikan saat kirab digelar di Lapangan Kuningan, Semarang Utara, Minggu (19/4). Tahun ini jadi penyelenggaraan kedua, dan bukan yang terakhir.
Baca juga: Bukan Sekadar Haul, Ini “Push Rank” KH Sholeh Darat Jadi Pahlawan Nasional
“Ini bukan agenda sesaat. Ini bagian dari upaya merawat nilai dan sejarah,” tegas Agustina. Buat Pemkot, kirab ini bukan sekadar arak-arakan atau tontonan tahunan. Lebih dari itu, jadi ruang buat “ngingetin ulang” sosok KH Sholeh Darat, ulama besar yang punya peran penting dalam perkembangan nilai keislaman dan kebangsaan di tanah Jawa.
Agustina juga menyoroti makna kirab sebagai bentuk pendidikan, tapi versi luar sekolah. Nilai-nilai yang ditampilkan bukan cuma dilihat, tapi juga diharapkan bisa “nempel” dan membentuk karakter masyarakat.
Semangat Perjuangan
“Ini tentang membangun jiwa, bukan cuma fisik. Semangat itu ada dalam perjuangan KH Sholeh Darat,” lanjutnya. Menurutnya, pembangunan kota nggak bisa cuma fokus ke jalan, gedung, atau infrastruktur. Ada sisi lain yang nggak kalah penting: identitas dan nilai budaya.
Lewat kirab budaya ini, Pemkot ingin generasi muda tetap kenal akar sejarahnya, tanpa harus merasa kuno. Justru dikemas biar lebih relevan dan dekat dengan kehidupan sekarang.
Baca juga: Semarang Bangun Ingatan KH Sholeh Darat
Selain itu, Pemkot juga masih terus mengawal usulan KH Sholeh Darat sebagai pahlawan nasional. Harapannya, perjuangan dan pengaruhnya bisa diakui lebih luas di level negara.
Dengan konsistensi kirab tiap tahun, Semarang coba nunjukin kalau kota ini nggak cuma berkembang secara fisik, tapi juga tetap “nyambung” sama jati dirinya. (tebe)

