Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Saat Penyandang Disabilitas Naik Panggung: Semarang Kasih Bukti, Bukan Janji
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Saat Penyandang Disabilitas Naik Panggung: Semarang Kasih Bukti, Bukan Janji

Di tengah gemerlap karnaval dan euforia Paskah, ada satu momen yang bikin orang berhenti sejenak, bukan karena ramai, tapi karena maknanya dalam. Ketika kelompok difabel naik panggung, Semarang seperti bilang: ini kota buat semua, bukan sebagian.

T. Budianto
Last updated: April 18, 2026 4:55 pm
By T. Budianto
2 Min Read
Share
KARNAVAL PASKAH: Para penyandang disabilitas melewati panggung kehormatan saat Kanaval Paskah yang digelar Pemkot Semarang, Jumat (17/4/2026). (Foto: Pemkot Semarang)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Karnaval Paskah Kota Semarang 2026 nggak cuma soal arak-arakan dan hiburan. Ada pesan yang lebih dalam: inklusivitas yang benar-benar dipraktikkan, bukan sekadar slogan.

Di titik akhir karnaval, tepat di depan Balai Kota, Jumat, (17/4/2026), kelompok penyandang disabilitas tampil memukau lewat pertunjukan tari. Penampilan ini bukan cuma hiburan biasa, tapi jadi simbol bahwa ruang publik di Semarang makin terbuka untuk semua.

Baca juga: LINKK Semar Latih Penyandang Disabilitas Biar Nggak Cuma ‘Nunggu Diselamatkan’

Bukan sekadar “dikasih tempat”, tapi benar-benar diberi panggung yang setara. Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menegaskan bahwa kegiatan seperti ini adalah bagian dari wajah kota yang terus bergerak ke arah inklusif.

“Kota ini harus jadi ruang bersama, tempat semua orang bisa bertemu dan berbagi kebahagiaan,” ujarnya. Menurutnya, kekuatan sebuah kota justru lahir dari keberagaman, bukan keseragaman.

Kekuatan Kebersamaan

“Sering kita pikir kebersamaan itu karena sama. Padahal justru karena beda, kebersamaan jadi lebih kuat,” tambahnya.

Karnaval ini jadi semacam “pengingat halus” bahwa pembangunan kota nggak melulu soal jalan, gedung, atau angka pertumbuhan. Tapi juga soal bagaimana setiap warga, termasuk penyandang disabilitas, punya akses, ruang, dan kesempatan yang sama.

Baca juga: Pemprov Perkuat Hak Peyandang Disabilitas, Mulai Peluang Kerja sampai Bantuan

Dan di momen itu, para difabel bukan lagi penonton. Mereka jadi pusat perhatian. Mereka tampil, percaya diri, dan yang paling penting, dihargai.

Banyak kota ngomong soal inklusivitas, tapi sering berhenti di spanduk dan jargon. Semarang mencoba melangkah lebih jauh, meski mungkin belum sempurna. Karena pada akhirnya, kota yang benar-benar maju bukan yang paling megah, tapi yang memastikan semua warganya punya tempat… bukan cuma di pinggir, tapi di panggung utama. (tebe)

You Might Also Like

Bela Negara Nggak Melulu Angkat Senjata, Wali Kota: Mulai dari Peduli Sesama

DPR Desak Dunia Bertanggung Jawab, Prajurit RI Gugur di Misi Damai

Tanah Gerak Bikin Pipa PDAM Semarang Jebol, 40 Ribu Pelanggan Sempat Terdampak

Mongol Bikin Natal Lapas Semarang Jadi Penuh Tawa

Ojol Kebagian BHR Lebaran! Bonus Lebih Gemuk Buat Mitra

TAGGED:agustina wilujengkarnaval paskahpemkot semarangpenyandang disabilitas
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Luthfi Ajak Kadin Jateng Perangi Kemiskinan
Next Article Hari Jadi ke-478 Kota Semarang. Catat Tanggalnya! Banyak Gratisan di HUT ke-479 Semarang, Warga Diajak Eksplor Kota

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Anggota Unit Kerja Koordinasi (UKK) Tumbuh Kembang dan Pediatri Sosial IDAI, dr. Angga Wirahmadi.

IDAI Warning Kesehatan Mental Anak! Satu dari Tiga Remaja Indonesia Alami Masalah Psikologis

BERBINCANG - Nanik S Deyang berbincang dengan Presiden Prabowo Subianto.

Ini Alasan Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Tak Singgung soal Mega Korupsi MBG

KEPALA BGN - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang.

BREAKING NEWS: Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN

Tak Cuma Narik Pajak, UPT Bapenda Kini Ikut Promosikan Aset

RUU Kawasan Industri Digodok, Agustina Minta Pusat dan Daerah Berbagi Peran

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Pendidikan

Guru PAUD Kesejahteraannya Minus, Pejabat Ini Klaim Bakal Memperjuangkannya

September 25, 2025
Anggota Komisi X DPR RI Ferdiyansah menyoroti predikat WTP Kementerian Pendidikan di tengah skandal korupsi Croombook kementerian. Foto: dok/ist
Pendidikan

Ironi: Kementerian Pendidikan Dapat Predikat WTP di Tengah Kasus Korupsi

Juli 19, 2025
Info

Jateng Media Summit 2026: Jurnalisme Kini Harus Cari “Nafkah” Sendiri

Mei 22, 2026
Daerah

Bupati Sudewo yang Kena Badai Politik Disentil Wagub: Kantor Jangan Ditinggalin!

Agustus 21, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Saat Penyandang Disabilitas Naik Panggung: Semarang Kasih Bukti, Bukan Janji
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?