BACAAJA, SEMARANG- Suasana Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kamis (16/4/2026), mendadak penuh “pasukan” birokrasi. Sebanyak 576 camat, plus bupati dan wali kota se-Jawa Tengah dikumpulkan langsung oleh Gubernur Ahmad Luthfi.
Agendanya nggak main-main: percepatan program Kecamatan Berdaya yang digadang-gadang jadi ujung tombak pemberdayaan masyarakat. “Hari ini kita kumpulkan untuk pakta integritas pembentukan Kecamatan Berdaya,” kata Luthfi.
Konsepnya simpel tapi ambisius, kecamatan nggak lagi sekadar unit administratif, tapi jadi pusat gerak ekonomi dan sosial di level paling dekat dengan warga.
Baca juga: Pemprov Bekali Kades Biar Nggak Nyemplung Korupsi
Program ini bakal menyasar kelompok yang selama ini sering “ketinggalan”: pemuda, penyandang disabilitas, dan perempuan rentan yang belum punya kemandirian ekonomi.
Luthfi bahkan sudah nyiapin beberapa pendekatan, termasuk program “zilenial” buat anak muda, pelatihan khusus untuk disabilitas, sampai pemberdayaan ekonomi bagi perempuan. “Semua akan dilatih lewat program di kecamatan masing-masing,” jelasnya.
Kemandirian Warga
Targetnya jelas: tekan pengangguran, buka peluang kerja, dan bikin warga lebih mandiri tanpa harus nunggu program dari pusat turun dulu. Secara teknis, langkah awal dimulai dari penunjukan kecamatan sasaran oleh bupati dan wali kota.
Setelah itu, Dispermasdesdukcapil Jateng bakal menyusun rencana aksi biar programnya nggak cuma jadi wacana. “Bupati bikin SK, lalu dinas susun action plan,” tambah Luthfi.
Menariknya, program ini bukan proyek kecil. Per 11 April 2026, dukungan anggaran kolaboratifnya sudah tembus lebih dari Rp131 miliar. Kecamatan pun didorong jadi pusat pertumbuhan ekonomi, kreativitas, sekaligus perlindungan sosial.
Baca juga: Wakil Ketua DPRD Jateng Ngegas soal Pemberdayaan Nelayan: Harus All Out
Semua sudah dikumpulkan, anggaran sudah disiapkan, dan konsepnya terdengar keren. Tinggal satu yang sering jadi penentu: apakah “Kecamatan Berdaya” benar-benar bikin warga berdaya, atau cuma sekadar nama program yang terdengar berdaya. (tebe)

