Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Arah Baru MBG Dipertegas, Anak Kurang Gizi Diprioritaskan
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Nasional

Arah Baru MBG Dipertegas, Anak Kurang Gizi Diprioritaskan

Arahan terbaru dari Prabowo Subianto memperjelas fokus itu. Ia ingin program ini tidak disebar merata ke semua kalangan, melainkan diprioritaskan untuk anak-anak yang mengalami kekurangan gizi.

Nugroho P.
Last updated: April 15, 2026 8:46 pm
By Nugroho P.
4 Min Read
Share
ilustrasi menyantap MBG
SHARE

BACAAJA, JAKARTA – Di tengah ambisi besar pemerintah menjalankan program makan bergizi gratis, muncul dorongan kuat untuk merapikan arah kebijakannya. Bukan lagi sekadar membagikan makanan secara luas, tapi memastikan bantuan benar-benar sampai ke anak-anak yang paling membutuhkan.

Program yang digagas lewat Badan Gizi Nasional ini sejak awal memang dirancang untuk memperbaiki kualitas gizi masyarakat, terutama generasi muda. Namun dalam praktiknya, muncul pertanyaan soal siapa sebenarnya yang paling berhak menerima manfaat tersebut.

Arahan terbaru dari Prabowo Subianto memperjelas fokus itu. Ia ingin program ini tidak disebar merata ke semua kalangan, melainkan diprioritaskan untuk anak-anak yang mengalami kekurangan gizi.

Pendekatan ini dinilai sebagai langkah strategis, karena masalah gizi di Indonesia tidak bisa diselesaikan dengan pola “bagi rata”. Ada kelompok yang jauh lebih membutuhkan dibanding yang lain.

Pengamat kebijakan publik dari Universitas Indonesia, Lina Miftahul Jannah, melihat momentum ini sebagai waktu yang tepat untuk evaluasi besar-besaran.

Menurutnya, program sebesar ini memang harus terus disesuaikan dengan kondisi di lapangan agar tidak melenceng dari tujuan awal.

Ia menekankan bahwa distribusi bantuan tidak boleh bersifat umum, karena berisiko membuat program jadi tidak efektif.

“Sudah saatnya dilakukan evaluasi agar tepat sasaran,” ujarnya, menyoroti pentingnya penajaman kebijakan.

Lina menjelaskan bahwa tujuan awal MBG sebenarnya sudah jelas, yakni menyediakan makanan bergizi gratis. Namun tantangan terbesar ada pada penentuan target penerima.

Jika tidak dirancang dengan tepat, program ini bisa saja dinikmati oleh kelompok yang sebenarnya tidak membutuhkan.

Karena itu, fokus harus diarahkan pada masyarakat yang benar-benar kesulitan memenuhi kebutuhan gizi secara mandiri.

Tidak hanya faktor ekonomi, akses terhadap makanan bergizi juga menjadi pertimbangan penting.

Banyak anak di daerah terpencil yang sebenarnya tidak tergolong sangat miskin, tapi tetap kesulitan mendapatkan makanan sehat karena keterbatasan akses.

Kondisi geografis seperti jarak yang jauh dari pusat distribusi atau minimnya fasilitas juga jadi faktor yang tidak bisa diabaikan.

Lina menilai, pendekatan berbasis kebutuhan seperti ini justru sejalan dengan arah kebijakan yang diinginkan pemerintah.

Untuk memperkuat ketepatan sasaran, ia mengusulkan penggunaan data dari Program Indonesia Pintar (PIP) sebagai acuan awal.

Data tersebut dinilai cukup relevan karena mencerminkan kondisi ekonomi keluarga siswa di berbagai daerah.

Namun, ia juga menekankan pentingnya integrasi dengan Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional agar hasilnya lebih akurat.

Sinkronisasi data antar sistem ini diyakini bisa mempercepat proses verifikasi sekaligus meminimalkan kesalahan penerima.

Di sisi pemerintah, penegasan soal fokus program juga disampaikan oleh perwakilan BGN, Nanik S. Deyang.

Ia menyebut bahwa program ini memang tidak ditujukan untuk semua anak tanpa pengecualian.

Menurutnya, anak-anak dari keluarga mampu tidak termasuk prioritas karena kebutuhan gizinya sudah bisa dipenuhi secara mandiri di rumah.

“Program ini tidak boleh dipaksakan,” tegasnya, menegaskan bahwa distribusi harus berbasis kebutuhan, bukan sekadar pemerataan.

Pendekatan ini menjadi penting agar anggaran yang digunakan benar-benar memberikan dampak maksimal.

BGN juga disebut tengah menyiapkan mekanisme pengawasan yang lebih ketat untuk memastikan program berjalan sesuai rencana.

Tim khusus akan dibentuk untuk memilah data penerima agar lebih akurat dan tepat sasaran.

Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan efektivitas program sekaligus mencegah potensi penyimpangan.

Dengan pengawasan yang lebih kuat, pemerintah ingin memastikan bahwa setiap bantuan yang diberikan benar-benar berdampak nyata.

Ke depan, program MBG diharapkan tidak hanya menjadi simbol kebijakan sosial, tetapi benar-benar solusi konkret bagi masalah gizi di Indonesia.

Perubahan arah ini juga menunjukkan bahwa kebijakan publik tidak bersifat statis, melainkan terus berkembang mengikuti kebutuhan masyarakat.

Dan jika dijalankan dengan tepat, program ini bisa menjadi investasi besar untuk masa depan generasi yang lebih sehat dan kuat. (*)

You Might Also Like

Anies Datang Tak Diundang, Suasana Halal Bihalal Demokrat Ramai

Dapur MBG Direm Dulu, Investor Daerah 3T Mulai Bereaksi

Balikpapan Setop MBG saat Libur Sekolah, Daerah Lain Kapan Nyusul?

Prasmanan MBG Seru Bikin Siswa Lahap, Program Unik Nih…

Zulhas Minta Waktu Sebulan Benahi MBG

TAGGED:MBG
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Motor BGN yang Murah Ada, Pilih yang Mahal, Bapak Baik-baik Saja?
Next Article Jadwal Haji 2026 Disusun Ini Keberangkatannya, Fokus Utama Keamanan Jamaah

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Murid SD Negeri Makin Sedikit, Komisi X DPR: “Jangan Langsung Salahkan Sekolah”

DUKUNG SENSUS--Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, mengajak masyarakat mendukung Sensus Ekonomi 2026, Kamis (16/7/2026). (ist)

Sensus Ekonomi Seret! Pendataan Baru 38 Persen, Ini yang Dilakukan Wali Kota Agustina

Saat SD Negeri Mulai Kehilangan Siswa

CEK KESEHATAN RUTIN - PLN Icon Plus memperkuat budaya Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) melalui pelaksanaan Daily Health Checking yang dilakukan secara rutin sebelum aktivitas kerja dimulai, agar semua lini dapat memberikan layanan yang andal kepada masyarakat.

Daily Health Checking Jadi Rutinitas, PLN Icon Plus Perkuat Budaya HSSE demi Layanan Andal

DATA CENTER - Ilustrasi pusat data atau data center untuk akal imitasi atau artificial intelligence (AI).

Banyak Negara Ramai-ramai Tolak Data Center, AI di Persimpangan Jalan?

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Nasional

Hashim: Baru Setahun Lebih Sudah Ada yang Mau Gulingkan Prabowo

April 9, 2026
Info

MBG Bikin Sampah Kian Menumpuk, Pemprov Jateng Akui Banyak Makanan Terbuang Sia-sia

Februari 18, 2026
Nasional

Timur Tengah Lagi Panas, DPR: Haji 2026 Aman Nggak Nih?

Maret 13, 2026
Info

Cucu Mahfud MD Keracunan MBG, Tak Hanya Satu, Sekelas Mutah-mutah

Oktober 1, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Arah Baru MBG Dipertegas, Anak Kurang Gizi Diprioritaskan
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?