Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Nadiem Buka Suara, Bikin Ikut Sedih Nih.. Penjara Jadi Cermin Diri Panjang
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Hukum

Nadiem Buka Suara, Bikin Ikut Sedih Nih.. Penjara Jadi Cermin Diri Panjang

Namun bukan soal perkara hukum yang paling ia soroti. Ia justru lebih banyak berbicara tentang dirinya sendiri, terutama soal gaya kepemimpinan yang dulu ia jalani. Selama menjabat sebagai Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, ia mengakui banyak keputusan yang diambil dengan pendekatan berbeda dari kebiasaan birokrasi.

Nugroho P.
Last updated: April 15, 2026 8:09 pm
By Nugroho P.
5 Min Read
Share
Kejaksaan Agung dalami kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook di Kemendikbudristek. Kasus ini menyeret mantan Mendikbud Nadiem dan pejabat lain, dengan kerugian negara mencapai Rp1,98 triliun. Foto: dok.
Kejaksaan Agung dalami kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook di Kemendikbudristek. Kasus ini menyeret mantan Mendikbud Nadiem dan pejabat lain, dengan kerugian negara mencapai Rp1,98 triliun. Foto: dok.
SHARE

BACAAJA, JAKARTA – Suasana ruang sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat mendadak hening saat sosok Nadiem Makarim berdiri dan mulai berbicara dengan nada yang tak biasa. Bukan pembelaan keras, melainkan pengakuan yang terasa jujur dan personal.

Di momen yang cukup emosional itu, mantan pejabat negara yang juga dikenal sebagai pendiri Gojek memilih membuka sisi lain dirinya yang jarang terlihat publik selama ini.

Sudah tujuh bulan ia menjalani masa tahanan dalam kasus yang menyeret namanya. Waktu yang tidak sebentar itu, menurutnya, justru menjadi ruang untuk merenung dan melihat kembali perjalanan hidupnya secara lebih dalam.

Di hadapan media, ia mengawali pernyataannya dengan ucapan syukur. Ia merasa bahwa perjalanan panjang yang dijalaninya bukan tanpa makna, meski berada dalam situasi yang tidak mudah.

“Saya sudah 7 bulan di penjara dan walaupun alhamdulillah saya bersyukur bahwa semua tuduhan tidak terbukti,” ucapnya dengan suara tenang, seolah mencoba menahan banyak hal yang ingin disampaikan.

Namun bukan soal perkara hukum yang paling ia soroti. Ia justru lebih banyak berbicara tentang dirinya sendiri, terutama soal gaya kepemimpinan yang dulu ia jalani.

Selama menjabat sebagai Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, ia mengakui banyak keputusan yang diambil dengan pendekatan berbeda dari kebiasaan birokrasi.

Ia tidak menutup-nutupi bahwa keputusannya membawa banyak profesional muda dari luar sistem pemerintahan telah memicu dinamika baru di dalam.

Langkah tersebut memang membawa perubahan cepat, tetapi di sisi lain juga menimbulkan gesekan yang tidak bisa dihindari.

“Saya masuk mungkin tidak selalu menghormati budaya birokrasi. Saya bawa banyak sekali orang dari luar masuk ke dalam,” ungkapnya dengan nada yang terdengar lebih rendah.

Pernyataan itu seperti menjadi titik balik dari pengakuannya. Ia mulai menyadari bahwa perubahan yang terlalu cepat tanpa memahami akar budaya bisa menimbulkan resistensi.

Lebih jauh, ia juga mengakui bahwa fokusnya selama ini terlalu condong pada profesionalisme kerja, sementara aspek sosial dan politik kurang mendapat perhatian.

Padahal, sebagai pejabat publik, ia menyadari bahwa komunikasi dan pendekatan kepada tokoh masyarakat maupun politik memiliki peran yang tidak kalah penting.

“Saya mungkin kurang santun dalam cara penyampaian saya. Saya kurang menghormati dan kurang sowan,” lanjutnya, mengakui kekurangan dengan cukup terbuka.

Ucapan itu menjadi salah satu bagian paling disorot, karena menunjukkan refleksi yang jarang disampaikan secara gamblang oleh figur publik.

Ia juga menyinggung bahwa dalam perjalanannya, ada kemungkinan ucapan atau sikapnya yang menyinggung banyak pihak, baik disengaja maupun tidak.

Untuk itu, ia menyampaikan permohonan maaf secara langsung kepada semua pihak yang merasa tidak nyaman dengan sikapnya di masa lalu.

Permintaan maaf itu disampaikan tanpa basa-basi, dengan nada yang lebih personal dibandingkan formalitas biasa dalam pernyataan publik.

Di balik semua itu, pengalaman menjalani hidup di balik jeruji besi menjadi fase yang paling berat baginya.

Terpisah dari keluarga, terutama anak dan pasangan, menjadi ujian yang ia akui sangat menguras emosi dan mental.

Namun, ia mencoba melihat sisi lain dari pengalaman tersebut. Ia menyebut banyak membaca kisah tokoh-tokoh bangsa yang pernah menghadapi situasi serupa.

Dari sana, ia menemukan semacam energi baru untuk tetap bertahan dan tidak kehilangan harapan.

Pengalaman itu perlahan membentuk cara pandangnya terhadap kehidupan, termasuk dalam melihat kesalahan dan tanggung jawab.

Alih-alih terpuruk, ia mengaku justru menemukan alasan untuk tetap optimis, meski berada dalam kondisi yang sulit.

Optimisme itu juga berkaitan dengan keyakinannya terhadap sistem hukum di Indonesia yang menurutnya masih memiliki dasar keadilan.

Ia menegaskan bahwa kecintaannya terhadap Indonesia tidak berubah, bahkan di tengah ujian yang sedang dihadapi.

“Saya masih mencintai negara saya,” ucapnya, menutup pernyataan dengan kalimat yang sederhana namun terasa kuat.

Pernyataan itu seolah menjadi penegasan bahwa perjalanan hidupnya belum selesai, dan masih ada ruang untuk memperbaiki diri.

Di sisi lain, pengakuan ini juga membuka diskusi lebih luas tentang bagaimana seorang pemimpin beradaptasi dengan sistem yang sudah lama terbentuk.

Banyak yang melihat bahwa kombinasi antara inovasi dan penghormatan terhadap budaya menjadi kunci penting dalam menjalankan perubahan.

Kisah ini pada akhirnya bukan hanya tentang satu orang, tetapi juga tentang proses belajar yang tidak pernah berhenti.

Dan dari ruang sidang itu, publik melihat sisi lain seorang tokoh yang kini memilih berbicara lebih jujur tentang dirinya sendiri. (*)

You Might Also Like

Begal Sadis Halmahera Memang Gak Ada Kapoknya, Dito Sudah 4 Kali Masuk Penjara

Bancakan Uang Korupsi Mengalir hingga Kantong Pejabat Cilacap, Ada yang Dapet Rp 11 Miliar

Dugaan Joki hingga Mahasiswi ‘Super Cerdas’, Kuliah S3 Fadia Arafiq di Untag Disorot

Dukun Iskandar Comeback: Duit Nggak Nambah, Korban Bertambah

Jaksa Ungkap Kejamnya AKBP Basuki: Teman Wanitanya Sekarat, Eh Malah Ditinggal Tidur

TAGGED:curhatnadiemngaku
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Rokok dan Minol Ilegal Senilai Rp11 Miliar Dimusnahkan
Next Article Wali Kota Lepas 63 ASN Berangkat Haji

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Petugas mengevakuasi bangkai kendaraan yang melintang di Jalan Prof Hamka, Silayur, Ngaliyan, Kota Semarang, Jumat (10/4/2026). Truk yang diduga rem blong memicu kecelakaan beruntun, sehingga membuat kemacetan parah di lokasi. (dul)

KNKT Minta Jalur Alternatif Agar Truk Industri Tak Lewat Silayur, Gimana Progresnya?

Jadwal Haji 2026 Disusun Ini Keberangkatannya, Fokus Utama Keamanan Jamaah

Arah Baru MBG Dipertegas, Anak Kurang Gizi Diprioritaskan

Motor BGN yang Murah Ada, Pilih yang Mahal, Bapak Baik-baik Saja?

Ikan Sapu Sapu Dibasmi, Kenapa Malah Makin Susah, Begini Faktanya..

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Dua aktivis Pati, Botok-Teguh. Keduanya dijatuhui hukuman 6 bulan penjara, tapi gak perlu dikurung.
Hukum

BREAKING NEWS: 2 Aktivis Demo Pati Divonis 6 Bulan Penjara, tapi Nggak Perlu Dikurung

Maret 5, 2026
Hukum

Dua Sekda Klaten Terseret Korupsi Plasa yang Bikin Negara Rugi Rp6 Miliar

Agustus 28, 2025
Hukum

Jeritan Hati Mami Uthe: Cuma Koordinator LC tapi Jadi Kambing Hitam Kasus Striptis

September 12, 2025
Hukum

Klik Undangan, Duit Rp1,3 Miliar di Rekening Junaenah, Wakil Ketua DPRD Batang Amblas

Februari 18, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Nadiem Buka Suara, Bikin Ikut Sedih Nih.. Penjara Jadi Cermin Diri Panjang
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?