Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Apindo Jateng Respons Kebijakan WFH Seminggu Sekali: Karyawan Pabrik Gak Bisa
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Fokus

Apindo Jateng Respons Kebijakan WFH Seminggu Sekali: Karyawan Pabrik Gak Bisa

R. Izra
Last updated: April 10, 2026 3:17 pm
By R. Izra
2 Min Read
Share
Ketua Apindo Jateng, Frans Kongi (kiri).
Ketua Apindo Jateng, Frans Kongi (kiri).
SHARE

BACAAJA, SEMARANG — Kebijakan work from home (WFH) buat ngirit energi lagi digencarkan pemerintah. Tapi buat sektor industri? Nggak sesimpel itu.

Asosiasi Pengusaha Indonesia Jawa Tengah angkat suara. Ketua Apindo Jateng, Frans Kongi, menegaskan kalau WFH nggak bisa diterapkan ke semua lini, terutama pekerja pabrik.

Menurutnya, industri tetap harus jalan seperti biasa. Soalnya, mesin nggak bisa dioperasikan dari rumah.

“Kita patuhi kebijakan, tapi nggak semua bisa WFH. Kayak marketing mungkin bisa, tapi pekerja pabrik jelas nggak bisa,” ujarnya, Rabu (8/4/2026).

Bacaaja: WFH Perlu Indikator Jelas, Pengawasan ASN Jadi Kunci
Bacaaja: WFH ASN Bikin Listrik Kantor Irit, tapi Listrik Rumah Jadi Boros

Frans menjelaskan, tiap perusahaan bakal menyesuaikan kebijakan ini sesuai kebutuhan. Jadi, yang kerjaannya administratif atau berbasis digital masih punya peluang WFH. Tapi yang di lapangan? Tetap harus ngantor alias ke pabrik.

Artinya, sistem kerja bakal dibagi dua: sebagian fleksibel, sebagian tetap full on-site.

Menariknya, Apindo Jateng juga nggak terlalu mempermasalahkan kesiapan perusahaan kecil-menengah yang belum punya sistem digital canggih kayak cloud atau keamanan data.

Kenapa? Karena mayoritas kerja industri tetap dilakukan langsung di lokasi, bukan online.

Soal potensi “iri-irian” antara karyawan kantor dan pekerja lapangan, Frans bilang hal itu nggak perlu dibesar-besarkan.

“Tidak ada kesenjangan. Ini kondisi krisis energi, jadi semua harus menyesuaikan,” tegasnya.

Meski nggak full WFH, pelaku industri tetap diminta ikut bantu penghematan energi. Caranya? Mulai dari hal simpel.

Misalnya, mengurangi penggunaan mesin, mematikan lampu atau AC yang nggak dipakai, sampai mengatur operasional supaya lebih efisien.

“Kita tetap bantu pemerintah, pakai energi seefisien mungkin,” tambah Frans.

Jadi intinya: WFH tetap jalan, tapi buat sektor pabrik, kerja di tempat masih jadi kewajiban. Di tengah isu krisis energi, industri dituntut adaptif, tanpa harus berhenti produksi. (*)

You Might Also Like

Piala Dunia Tak Lagi Milik Raksasa Lama, Kekuatan Baru Bermunculan

Goa Kreo Bukan Cuma Monyet, Ada Jejak Sunan Kalijaga yang Masih Dijaga

Paving Mumbul, Jalan Amburadul, Pemkot Bertahap Benahi Ngaliyan

TVRI Ingatkan Nobar Jangan Nekat Pakai Logo FIFA dan Sponsor

Di Tugurejo, Nyawa Dipertaruhkan di Palang Swadaya

TAGGED:apindo jatengburuh pabrikkaryawan pabrikWFHwfh swasta
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Bazar keramik di PT Sango Ceramics Indonesia, Wonosari, Kota Semarang, Jumat (10/4/2026), nggak cuma diburu buat koleksi pribadi, jasa titipan (jastip) juga turut ngeborong untuk dijual lagi. (bae) Bazar Keramik Sango Diserbu Pengunjung, Jastip Ikut Ngeborong Buat Dijual Lagi
Next Article Warga antusias memeriksakan kesehatan gratis di kantor DPD PDIP Jateng, Jumat (10/4/2026). Dapur Marhaen PDIP Jateng menyediakan makan siang dan pemeriksaan kesehatan gratis. (bae) Dapur Marhaen: dari Makan hingga Urusan Kesehatan, Bikin PDIP Makin Dekat ke Rakyat

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

MAKNA KEMERDEKAAN - Bagi PLN Icon Plus, semangat kemerdekaan diwujudkan melalui kontribusi hadirkan solusi teknologi, telekomunikasi, konektivitas, dan layanan digital.

PLN Icon Plus Regional Jawa Bagian Tengah Maknai HUT ke-81 RI: Perkuat Sinergi dan Kontribusi bagi Indonesia

Kurangi Penggunaan Air Tanah, PDAM dan Satpol PP Mulai “Sisir” Kawasan Industri

Empat Sekolah Satu Meja, BOSKIN Tak Cuma Habis di Laporan

ATAS PERMINTAAN APARAT - Bank Mandiri, melalui akun IG resmi mereka menyatakan pemblokiran rekening Supriyono alias Botok, warga Pati, atas permintaan aparat. Namun, Mandiri tak menjelaskan instirusi aparat negara tersebut.

Teguh Pati Pertanyakan Rekening Bank Mandiri Botok Diblokir: Kami Ini Salah Apa?

Dari Walet hingga Produk Kayu, Ekspor Jateng Tembus Rp10,9 Triliun

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Fokus

Demam Piala Dunia Bisa Jadi Suntikan Semangat buat Kompetisi Lokal

Juni 20, 2026
Petugas mengevakuasi bangkai kendaraan yang melintang di Jalan Prof Hamka, Silayur, Ngaliyan, Kota Semarang, Jumat (10/4/2026). Truk yang diduga rem blong memicu kecelakaan beruntun, sehingga membuat kemacetan parah di lokasi. (dul)
Fokus

KNKT Minta Jalur Alternatif Agar Truk Industri Tak Lewat Silayur, Gimana Progresnya?

April 15, 2026
Fokus

Anak Muda Semarang Kreatif, tapi Minim “Panggung”

April 29, 2026
Fokus

Macet, Lalai, dan Minim Sistem: Ujian Nyata Keselamatan Berkendara di Semarang

Mei 5, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Apindo Jateng Respons Kebijakan WFH Seminggu Sekali: Karyawan Pabrik Gak Bisa
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?