BACAAJA, SEMARANG – Polda Jawa Tengah mulai menerapkan sistem seleksi yang lebih terbuka dalam penerimaan Taruna dan Taruni Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 2026. Lewat skema “one day result”, hasil tes kini bisa langsung diketahui peserta di hari yang sama, tanpa jeda waktu.
Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Artanto, menjelaskan bahwa proses seleksi tahun ini tetap mengedepankan prinsip BETAH: bersih, transparan, akuntabel, dan humanis. Salah satu bentuk konkretnya terlihat pada pelaksanaan tes kesehatan tahap awal.
“Jadi untuk penerimaan Akpol di tahun 2026 ini kita tetap menggunakan prinsip BETAH, bersih, transparansi, akuntabilitas, dan humanis,” ujarnya, Kamis (9/4/2026).
Bacaaja: Polda Jateng Jamin Rekrutmen Polri 2026 Bersih Tanpa Titipan, Yakin?
Bacaaja: Polda Jateng Bongkar Praktik Oplos Elpiji Subsidi Beromzet Miliaran
Ia mencontohkan, pada tes kesehatan pertama yang digelar di Poliklinik Sendangmulyo, peserta langsung menerima hasil setelah pemeriksaan selesai dilakukan. Pemeriksaan tersebut meliputi kondisi fisik secara menyeluruh, mulai dari THT, kulit, hingga tampilan tubuh dari ujung kepala sampai kaki.
“Hari itu juga setelah pemeriksaan kesehatan, keluar ruangan langsung menunggu hasil dan langsung tertampang hasilnya. Memenuhi syarat atau tidak memenuhi syarat,” jelasnya.
Dengan sistem ini, ruang untuk praktik titip-menitip atau intervensi dari pihak tertentu diharapkan bisa ditekan. Artanto menegaskan, tidak ada celah bagi oknum yang mencoba menjanjikan kelulusan kepada peserta.
“Tidak ada bisa anggota untuk melakukan penitipan, karena tidak ada celah untuk memberikan jaminan. Nilai langsung keluar saat itu juga, real time,” tegasnya.
Selain itu, proses seleksi juga diawasi oleh pihak ketiga untuk memastikan transparansi tetap terjaga. Sistem “one day result” sendiri, menurut Artanto, bukan hal yang sepenuhnya baru, namun kini semakin diperkuat dalam pelaksanaannya.
Terkait minat pendaftar, jumlah calon Taruna dan Taruni Akpol di Jawa Tengah tahun ini mencapai 391 orang, termasuk 35 peserta dari jalur calon Taruni. Angka tersebut disebut mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya.
Meski demikian, hingga saat ini belum ada kepastian mengenai kuota kelulusan. Artanto menegaskan, seluruh peserta akan bersaing secara reguler tanpa jalur khusus.
“Tidak ada jalur khusus, semua reguler. Jadi anak itu sesuai dengan kemampuannya akan menunjukkan kompetensi dan bersaing dengan peserta lain,” katanya.
Ia juga mengingatkan para peserta untuk tidak mudah percaya pada janji-janji kelulusan dari pihak manapun. Menurutnya, hasil seleksi sepenuhnya ditentukan oleh kemampuan masing-masing peserta.
“Yang bisa menentukan lulus atau tidak adalah anak itu sendiri. Jangan percaya ada janji-janji orang,” pungkasnya.
Dengan sistem yang semakin terbuka ini, Polda Jateng berharap proses seleksi Akpol bisa berjalan lebih bersih dan dipercaya publik. (dul)


