Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Kasus Rekam Polwan Heboh, Briptu BTS Masih Aktif Bertugas
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Hukum

Kasus Rekam Polwan Heboh, Briptu BTS Masih Aktif Bertugas

Meski sudah dilaporkan, Briptu BTS diketahui masih tetap menjalankan tugas seperti biasa. Ia bertugas di lingkungan Polda Jawa Tengah, tepatnya di SPN yang menjadi tempat pelatihan anggota kepolisian.

Nugroho P.
Last updated: April 8, 2026 8:32 pm
By Nugroho P.
4 Min Read
Share
Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Artanto,
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Kabar yang lagi ramai di internal kepolisian datang dari Jawa Tengah, setelah muncul dugaan pelanggaran serius yang menyeret seorang anggota polisi. Kasus ini langsung menyedot perhatian karena menyangkut privasi dan etika di lingkungan institusi.

Seorang anggota polisi berinisial Briptu BTS dilaporkan oleh polwan karena diduga merekam di area kamar mandi. Dugaan ini tentu memicu reaksi keras, mengingat lokasi kejadian yang sangat sensitif dan bersifat pribadi.

Meski sudah dilaporkan, Briptu BTS diketahui masih tetap menjalankan tugas seperti biasa. Ia bertugas di lingkungan Polda Jawa Tengah, tepatnya di SPN yang menjadi tempat pelatihan anggota kepolisian.

Kondisi ini kemudian menimbulkan pertanyaan publik, mengapa yang bersangkutan belum dinonaktifkan. Pihak kepolisian pun akhirnya memberikan penjelasan terkait status tersebut.

Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Artanto, menyebut bahwa Briptu BTS masih bertugas namun berada dalam pengawasan ketat.

Menurut Artanto, aktivitas harian tetap berjalan, tetapi kini dalam pantauan langsung dari Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam). Artinya, setiap gerak-gerik yang bersangkutan sedang diawasi secara serius.

Langkah ini diambil sambil menunggu proses penyelidikan yang saat ini masih berjalan. Pihak Propam disebut sedang mendalami kasus tersebut secara menyeluruh.

Hingga saat ini, motif di balik dugaan tindakan tersebut masih belum terungkap. Polisi menegaskan bahwa semua akan dibuka dalam proses pemeriksaan lebih lanjut.

Artanto menjelaskan bahwa pengungkapan motif sangat bergantung pada hasil sidang kode etik yang akan digelar dalam waktu dekat.

Proses menuju sidang etik sendiri kini sudah masuk tahap pemberkasan. Semua bukti dan keterangan sedang dikumpulkan untuk memperkuat proses tersebut.

Dalam kasus seperti ini, sanksi yang diberikan bisa sangat beragam, tergantung pada hasil pemeriksaan dan tingkat pelanggaran yang terbukti.

Jika pelanggaran dinilai berat, sanksi paling ekstrem adalah pemberhentian tidak dengan hormat atau PTDH. Namun jika lebih ringan, bisa berupa penundaan kenaikan pangkat hingga demosi jabatan.

Selain itu, ada juga kemungkinan sanksi berupa penempatan khusus atau patsus sebagai bentuk pembinaan sekaligus penegakan disiplin.

Pihak kepolisian memastikan bahwa proses akan berjalan transparan dan sesuai aturan yang berlaku di internal institusi.

Terkait barang bukti, Artanto mengakui bahwa memang ada sejumlah barang yang diamankan. Namun detailnya belum diungkap ke publik.

Hal ini dilakukan untuk menjaga proses penyelidikan tetap berjalan objektif tanpa tekanan dari luar.

Sementara itu, terkait jumlah korban, sejauh ini baru satu orang yang secara resmi melaporkan kejadian tersebut.

Meski begitu, tidak menutup kemungkinan adanya korban lain yang belum melapor. Polisi pun membuka ruang bagi siapa pun yang merasa dirugikan untuk menyampaikan laporan.

Kasus ini menjadi sorotan karena menyangkut etika profesi dan kepercayaan publik terhadap aparat penegak hukum.

Apalagi, tindakan yang diduga dilakukan terjadi di lingkungan internal yang seharusnya menjadi ruang aman bagi sesama anggota.

Publik kini menunggu langkah tegas dari institusi kepolisian dalam menyelesaikan kasus ini secara adil.

Di sisi lain, kasus ini juga menjadi pengingat pentingnya pengawasan internal yang lebih ketat.

Institusi kepolisian dituntut tidak hanya tegas kepada masyarakat, tetapi juga kepada anggotanya sendiri.

Kepercayaan publik sangat bergantung pada bagaimana kasus-kasus seperti ini ditangani secara transparan dan profesional.

Jika penanganannya tegas, hal ini bisa menjadi momentum untuk memperbaiki citra institusi.

Sebaliknya, jika dianggap lambat atau tidak jelas, bisa memicu ketidakpercayaan yang lebih luas.

Karena itu, proses sidang etik yang akan digelar nanti menjadi titik krusial dalam menentukan arah penyelesaian kasus ini.

Semua mata kini tertuju pada langkah berikutnya dari Polda Jawa Tengah dalam menuntaskan kasus yang cukup sensitif ini. (*)

You Might Also Like

KPK Tanggapi Kabar OTT Bupati Pati Sudewo, Jubir: Kami akan Sampaikan

Sirene Ilegal, Strobo Imitasi, Jalanan Jadi Panggung Arogansi: Publik Teriak “Stop Tot-Tot Wuk-Wuk!”

Polisi Musnahkan 67 Kilo Bahan Petasan

Pagi Kalap di Selabaya, Tetangga Bacok Tetangga Sendiri

KPK Tangkap Dua Kepala Daerah dari Partai Gerindra, Selain Bupati Pati Ada Wali Kota Madiun

TAGGED:polisirekam polwantingkah polisi
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Kasus Pungli Batam Meledak, Pejabat Imigrasi Langsung Dicopot
Next Article Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Mental Trump Disorot Lagi, Jawaban Santainya Justru Bikin Panas

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Ilustrasi anggota Polri (polisi).

Nasib Polisi SPN Polda Jateng Intip dan Rekam Polwan Mandi, Langsung Dipergoki Korban

Advokat Evarisan saat diskusi dalam program Titik Kumpul 2 SKS hasil kerja sama Peradi SAI Kota Semarang dan media BacaAja, Rabu (8/4/2026). (bae)

Pelajar Boleh Ikut Demonstrasi, Peradi SAI Semarang Ingatkan Perlunya Paham Aturan Main

Mahasiswa Semarang Raya menggelar aksi demonstrasi, pada Kamis (9/4/2026), mengutuk teror air keras terhadap Andrie Yunus dan menolak kasus tersebut disidangkan di peradilan militer. (dul)

Demo Panas di DPRD Jateng! Mahasiswa Soroti Kasus Andrie Yunus, Tolak Peradilan Militer

Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Artanto. (dul)

Seleksi Akpol 2026, Polda Jateng Terapkan One Day Result: Hasil Bisa Langsung Dilihat

Owner Mandiri Jaya Plastik, Muhamad Nastain menunjukkan karung plastik jualannya. (ist)

Harga Plastik Bikin Pusing Distributor Karung, Padahal Permintaan Lagi Tinggi

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Hukum

Nama Sherly Tjoanda Mencuat, KPK Kejar Jejak Suap Pajak Nikel

Januari 15, 2026
Direktur LBH Semarang, Syamsuddin Arief (pegang mik) paparan tentang kerja-kerja advokasi organisasinya, Rabu (21/1/2026). (bae)
Hukum

Curhat LBH Semarang: Katanya Jateng Mau Jadi Lumbung Pangan, Kok Kriminalisasi Petani

Januari 22, 2026
Hukum

Bupati Brebes Digugat Mantan Bakal Calon Wakil Bupati

September 30, 2025
Seorang WBP Lapas Besi Nusakambangan menerima Remisi Khusus Imlek, Selasa (17/2/2026). Foto: Dok. Kanwil Ditjenpas Jateng.
HukumInfo

Hari Raya Imlek: Narapidana Nusakambangan Terbanyak Penerima Remisi

Februari 17, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Kasus Rekam Polwan Heboh, Briptu BTS Masih Aktif Bertugas
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?