Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: China Kirim 10.000 Robot Humanoid, Siap Gantikan Peran Manusia di Eropa dan Asia
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

China Kirim 10.000 Robot Humanoid, Siap Gantikan Peran Manusia di Eropa dan Asia

Lonjakan penjualan yang tembus dua kali lipat jadi bukti kalau pasar mulai menerima kehadiran robot humanoid secara nyata. Dulu mungkin masih dianggap teknologi masa depan, sekarang sudah mulai jadi bagian dari operasional sehari-hari di berbagai sektor. Dari pabrik sampai hotel, robot-robot ini mulai ambil peran.

Nugroho P.
Last updated: April 7, 2026 7:35 am
By Nugroho P.
5 Min Read
Share
Robot Humanoid produksi China. (ist)
SHARE

BACAAJA, JAKARTA – Gelombang baru industri robotika lagi panas-panasnya, dan kali ini datang dari AGIBOT yang lagi ngebut ekspansi ke berbagai belahan dunia. Perusahaan asal China ini bikin gebrakan dengan mengirim 10.000 robot humanoid ke pasar global, mulai dari Eropa sampai Asia Tenggara. Angka ini bukan sekadar besar, tapi juga jadi sinyal kalau robot humanoid mulai masuk fase serius, bukan lagi sekadar eksperimen.

Lonjakan penjualan yang tembus dua kali lipat jadi bukti kalau pasar mulai menerima kehadiran robot humanoid secara nyata. Dulu mungkin masih dianggap teknologi masa depan, sekarang sudah mulai jadi bagian dari operasional sehari-hari di berbagai sektor. Dari pabrik sampai hotel, robot-robot ini mulai ambil peran.

Pencapaian ini bikin AGIBOT masuk jajaran pemain awal yang berhasil membawa robot humanoid ke tahap komersial skala besar. Artinya, bukan cuma prototipe atau demo, tapi benar-benar diproduksi massal dan dipakai di dunia nyata.

Manajemen perusahaan menyebut momen ini sebagai titik balik penting. Mereka menilai fase uji coba sudah lewat, sekarang fokusnya adalah memenuhi permintaan pasar yang terus naik. Dunia industri mulai melihat robot bukan sebagai tambahan, tapi sebagai solusi efisiensi.

Chief Technology Officer Peng Zhihui menjelaskan bahwa angka 10.000 unit bukan cuma soal jumlah, tapi mencerminkan perubahan besar dalam kemampuan produksi perusahaan. Rantai pasok yang makin matang dan proses manufaktur yang lebih standar jadi kunci utama.

Menurut Peng, “penyebaran robot AGIBOT sekarang bukan lagi soal layak atau tidak, tapi bagaimana memberikan nilai nyata.” Ia juga menekankan bahwa adopsi embodied AI makin cepat karena teknologi ini mulai terbukti secara praktis di lapangan.

Kalau ditarik ke belakang, perjalanan produksi AGIBOT cukup menarik. Butuh hampir dua tahun untuk mencapai 1.000 unit pertama, lalu satu tahun berikutnya naik ke 5.000 unit. Tapi setelah itu, kecepatannya benar-benar gila.

Dalam tiga bulan terakhir saja, pengiriman melonjak dari 5.000 ke 10.000 unit. Ini menunjukkan bahwa begitu sistem produksi matang, scaling bisa terjadi sangat cepat. Efisiensi jadi kunci, terutama untuk perangkat keras kompleks seperti robot humanoid.

Data dari Omdia menyebut AGIBOT sebagai pengirim robot humanoid terbanyak di 2025. Sementara IDC juga menempatkan mereka di posisi teratas dalam berbagai sektor penggunaan.

Robot-robot ini sekarang sudah tersebar di banyak bidang, mulai dari logistik, ritel, perhotelan, sampai pendidikan. Bahkan di beberapa industri, mereka sudah mulai terintegrasi langsung ke lini produksi.

Ekspansi global AGIBOT juga makin agresif. Mereka masuk ke pasar Eropa, Amerika Utara, hingga Asia Tenggara dan Timur Tengah. Ini bukan sekadar ekspor, tapi strategi jangka panjang untuk membangun ekosistem global.

Di kawasan Asia Tenggara, AGIBOT baru saja menjalin kerja sama dengan Singtel Enterprise di Singapura. Langkah ini jadi pintu masuk penting untuk memperluas pengaruh di wilayah regional.

Di Eropa, mereka menggandeng Minth Group untuk meluncurkan portofolio robot di Jerman. Kolaborasi ini fokus pada sektor otomotif dan industri, yang memang jadi target utama penggunaan robot humanoid.

Meski ekspansi berjalan mulus, tantangan tetap ada. Di Amerika Serikat, muncul wacana regulasi lewat kebijakan American Security Robotics Act yang berpotensi membatasi penggunaan robot buatan China.

Isu keamanan siber jadi alasan utama. Pemerintah AS khawatir soal potensi risiko dari perangkat pintar yang terhubung ke sistem jaringan. Ini jadi tantangan serius buat perusahaan teknologi asal China.

Menanggapi kondisi tersebut, AGIBOT tidak tinggal diam. Mereka terus memperkuat sisi software, termasuk dengan meluncurkan platform simulasi Genie Sim 3.0 pada awal 2026.

Platform ini bahkan sukses menyabet penghargaan “Best of CES” di ajang Consumer Electronics Show. Penghargaan ini menunjukkan bahwa inovasi mereka diakui secara global.

Didirikan pada 2023, AGIBOT membawa konsep unik “1 Robotic Body + 3 Intelligence”. Sistem ini menggabungkan kemampuan interaksi, manipulasi, dan kecerdasan adaptif dalam satu platform.

Tujuannya jelas: menciptakan robot serbaguna yang bisa dipakai di berbagai sektor tanpa perlu desain ulang besar-besaran. Fleksibilitas ini jadi nilai jual utama mereka.

Dengan perkembangan yang secepat ini, robot humanoid tampaknya bukan lagi masa depan jauh. Mereka sudah hadir sekarang, dan mulai mengubah cara industri bekerja.

Ke depan, persaingan di sektor ini diprediksi makin panas. Banyak perusahaan akan ikut masuk, tapi AGIBOT sudah punya keunggulan awal dalam hal skala dan distribusi.

Kalau tren ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin dalam beberapa tahun ke depan, robot humanoid bakal jadi pemandangan biasa—bukan lagi sesuatu yang bikin orang melongo. (*)

You Might Also Like

“Jangan Sampai Ping Telu!”, Luthfi: Pengadaan Barang-Jasa Harus Transparan

Husein Pati Kembali Jadi Sorotan! Kalah KO dari Eko di Ring Combat Sport Purwodadi

Semarang Tuan Rumah MTQ Nasional 2026

Inter Milan Bawa Berkah untuk Lawan di Final Liga Champions, selain PSG Klub Mana Saja?

Begini Kondisi Terakhir Pencuri Motor yang Dibakar Warga Surabaya

TAGGED:robotrobot chinarobot humanoid
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Pemprov: Jumat Boleh WFH, Kecuali Eselon 1 dan 2
Next Article Trump Dicap Tidak Waras, Isu Pemakzulan Kembali Menguat Lagi

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Dukung Program Sumur Resapan, Saleh: Solusi Sederhana untuk Cegah Banjir

WFH, Hemat Energi atau Cuma Pindah Tagihan? Ini Kata Akademisi

Nawal Yasin Ajak Pesantren Hidupkan Lagi “DNA Literasi”

WFH atau “Weekend Tipis-Tipis”? Produktivitas Dipertanyakan

Sawah Kebanjiran, Luthfi Jamin Stok Pangan Masih Aman

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Info

Gubernur Salurkan Empat Ton Zakat Fitrah di Malam Takbiran

Maret 20, 2026
Selebrasi Mierza Firjatullah dalam laga Timnas Indonesia U-17 vs Tajikistan di Piala Kemerdekaan 2025, Selasa (1282025). PSSI
Sepak Bola

Full Pemain Lokal! Malam Ini Timnas Garuda vs Zambia di Piala Dunia U-17

November 4, 2025
Olahraga

Megawati Gabung Klub Turki

Juli 5, 2025
Wali Kota Solo, Respati Ardi bersama Perum Bulog, Kantor Perwakilan Bank Indonesia dan Satgas Pangan Surakarta mengecek stok dan harga bahan pokok dan barang penting (Bapokting) di Pasar Nusukan pada Selasa (10/3/2026).
Info

Cek Harga Bapokting Jelang Lebaran, Wali Kota Solo Ajak Warga Belanja ke Pasar Tradisional

Maret 11, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: China Kirim 10.000 Robot Humanoid, Siap Gantikan Peran Manusia di Eropa dan Asia
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?