BACAAJA, GROBOGAN- Sebanyak 12 desa di empat kecamatan di Kabupaten Grobogan kembali diterjang banjir usai hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang turun pada Kamis (2/4/2026) sore hingga malam.
Menurut Operator Pusdalop BPBD Grobogan, Muhaimin, banjir mulai terjadi sekitar pukul 20.00 WIB. Hujan yang turun sejak pukul 15.00-16.30 WIB bikin debit air sungai naik drastis, lalu meluap ke permukiman dan jalan desa.
Di Kecamatan Kedungjati, banjir dipicu luapan Sungai Tuntang. Ketinggian air bervariasi, mulai dari 10 sampai 50 sentimeter. Desa yang terdampak antara lain Ngombak, Kedungjati, Wates, Karanglangu, Kalimaro, Jumo, Padas, dan Deras.
Baca juga: BNPB Ngegas Operasi Modifikasi Cuaca, Atasi Banjir Semarang–Grobogan
Sejumlah dusun seperti Kranggeneng, Morosempol, Dawung, dan Tonjong juga ikut tergenang. Rumah warga dan akses jalan pun nggak luput dari air. Sementara di Kecamatan Tanggungharjo, banjir terjadi di Desa Sugihmanik akibat luapan Sungai Kliteh. Air setinggi 10 hingga 60 sentimeter merendam permukiman di Dusun Randusari, Rejosari, dan Gedangan.
Nggak cuma itu, genangan juga sempat nutup akses di Jalan Raya Gubug-Kedungjati, tepatnya di atas Jembatan Kaliceret di Dusun Kaliceter, Desa Mrisi. Jalan sepanjang sekitar 50 meter tergenang hingga 40 sentimeter, bikin arus lalu lintas sempat tersendat.
Air Meluap
Di Kecamatan Gubug, banjir melanda Desa Penadaran setelah aliran air dari kawasan hutan meluap ke Sungai Tuntang. Dusun Bantengan, Sasak, dan Tegalrejo ikut terdampak dengan ketinggian air mencapai 60 sentimeter.
Sedangkan di Kecamatan Tegowanu, dua desa yakni Sukorejo dan Tanggirejo juga kebanjiran akibat luapan Sungai Renggong dan Sungai Kliteh. Jalan dusun dan rumah warga di Kedok Ombo serta Dusun Jati ikut terendam.
Kabar sedikit lega, sebagian besar wilayah kini mulai surut. Beberapa jalan yang sebelumnya tergenang juga sudah bisa dilewati kendaraan lagi. Sampai saat ini, BPBD belum menerima laporan adanya korban jiwa.
Baca juga: Pemprov Jateng Dorong Normalisasi Sungai Tuntang untuk Tangani Banjir Demak-Grobogan
Meski begitu, warga tetap diminta waspada karena potensi hujan masih bisa terjadi kapan saja. Sebelumnya, banjir juga sempat bikin akses jalan raya Grobogan-Semarang lumpuh gara-gara tanggul Sungai Tuntang jebol.
Kalau hujan turun dikit aja langsung bikin Grobogan “langganan banjir”, mungkin yang perlu dievaluasi bukan cuma cuacanya, tapi juga kenapa air selalu lebih cepat sampai ke rumah warga dibanding solusi penanganannya. (tebe)


