Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Hujan Sore, Banjir Malam: 12 Desa di Grobogan Kebanjiran
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Daerah

Hujan Sore, Banjir Malam: 12 Desa di Grobogan Kebanjiran

Baru juga tarik napas, eh banjir datang lagi. Warga di Kabupaten Grobogan harus kembali “akrab” sama genangan air setelah hujan deras mengguyur. Dari rumah sampai jalan raya, semuanya tergenang.

T. Budianto
Last updated: April 3, 2026 12:10 pm
By T. Budianto
3 Min Read
Share
BANJIR GROBOGAN: Air menggenangi rumah warga serta akses jalan di Kabupaten Grobogan yang sempat mengalami banjir, Kamis (2/4/2026), meskipun saat ini mulai surut. (Foto: BPBD Grobogan.)
SHARE

BACAAJA, GROBOGAN- Sebanyak 12 desa di empat kecamatan di Kabupaten Grobogan kembali diterjang banjir usai hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang turun pada Kamis (2/4/2026) sore hingga malam.

Menurut Operator Pusdalop BPBD Grobogan, Muhaimin, banjir mulai terjadi sekitar pukul 20.00 WIB. Hujan yang turun sejak pukul 15.00-16.30 WIB bikin debit air sungai naik drastis, lalu meluap ke permukiman dan jalan desa.

Di Kecamatan Kedungjati, banjir dipicu luapan Sungai Tuntang. Ketinggian air bervariasi, mulai dari 10 sampai 50 sentimeter. Desa yang terdampak antara lain Ngombak, Kedungjati, Wates, Karanglangu, Kalimaro, Jumo, Padas, dan Deras.

Baca juga: BNPB Ngegas Operasi Modifikasi Cuaca, Atasi Banjir Semarang–Grobogan

Sejumlah dusun seperti Kranggeneng, Morosempol, Dawung, dan Tonjong juga ikut tergenang. Rumah warga dan akses jalan pun nggak luput dari air. Sementara di Kecamatan Tanggungharjo, banjir terjadi di Desa Sugihmanik akibat luapan Sungai Kliteh. Air setinggi 10 hingga 60 sentimeter merendam permukiman di Dusun Randusari, Rejosari, dan Gedangan.

Nggak cuma itu, genangan juga sempat nutup akses di Jalan Raya Gubug-Kedungjati, tepatnya di atas Jembatan Kaliceret di Dusun Kaliceter, Desa Mrisi. Jalan sepanjang sekitar 50 meter tergenang hingga 40 sentimeter, bikin arus lalu lintas sempat tersendat.

Air Meluap

Di Kecamatan Gubug, banjir melanda Desa Penadaran setelah aliran air dari kawasan hutan meluap ke Sungai Tuntang. Dusun Bantengan, Sasak, dan Tegalrejo ikut terdampak dengan ketinggian air mencapai 60 sentimeter.

Sedangkan di Kecamatan Tegowanu, dua desa yakni Sukorejo dan Tanggirejo juga kebanjiran akibat luapan Sungai Renggong dan Sungai Kliteh. Jalan dusun dan rumah warga di Kedok Ombo serta Dusun Jati ikut terendam.

Kabar sedikit lega, sebagian besar wilayah kini mulai surut. Beberapa jalan yang sebelumnya tergenang juga sudah bisa dilewati kendaraan lagi. Sampai saat ini, BPBD belum menerima laporan adanya korban jiwa.

Baca juga: Pemprov Jateng Dorong Normalisasi Sungai Tuntang untuk Tangani Banjir Demak-Grobogan

Meski begitu, warga tetap diminta waspada karena potensi hujan masih bisa terjadi kapan saja. Sebelumnya, banjir juga sempat bikin akses jalan raya Grobogan-Semarang lumpuh gara-gara tanggul Sungai Tuntang jebol.

Kalau hujan turun dikit aja langsung bikin Grobogan “langganan banjir”, mungkin yang perlu dievaluasi bukan cuma cuacanya, tapi juga kenapa air selalu lebih cepat sampai ke rumah warga dibanding solusi penanganannya. (tebe)

You Might Also Like

Gubernur Jateng Ajukan Rp73 Triliun, Fokus Tangani Rob dan Banjir

Sweeping Ngawur Polisi di Semarang, Ada Pemotor yang Dikejar sampai Terjatuh

Wow! Asetnya Capai Rp12 Triliun, 33 BPR BKK se-Jateng akan Merger jadi Bank Syariah

Pelajar Juara Lomba Resensi Buku Koleksi Perpusda Banjarnegara Terima Penghargaan

Wagub Pastikan Perbaikan Jalan di Jateng Rampung H-10 Lebaran

TAGGED:banjir groboganbnpb droboganpemkab groboganpemprov jateng
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Kredit Rumah di Jateng Tembus Rp2,3 Triliun
Next Article Varian Covid Cicada Muncul Lagi, Sudah Nyebar Ke Banyak Negara

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Ilustrasi wilayah dilanda kekeringan saat musim kemarau panjang.

Empat Daerah Ini Paling Rawan Kekeringan saat Kemarau di Jateng, Mana Saja?

Semarang Tak Lagi Bergantung, PAD Makin Tebal hingga Dijuluki ‘Transformer City’

Ilustrasi elemen masyarakat demo menolak MBG.

MBG Nasibmu Kini, Semua Lini Dikorupsi dari Ompreng hingga Kaus Kaki

Ketika Pemanfaatan Anggaran Negara Menjauh dari Kepentingan Rakyat

BERBAGI--Keluarga besar BacaAja berbagi dengan menyantuni santri yatim piatu dalam rangkaian pengajian di kantor redaksi di Jalan Galunggung No 6, Gajahmungkur, Kota Semarang, kamis (2/7/2026). (bae)

Khidmat, Doa Santri dan Anak Yatim Mengalir untuk Media BacaAja

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Daerah

Satu Tahun Agustina-Iswar: Klaim Mulai Bisa Jinakkan Banjir

Februari 21, 2026
Info

Kasus Kematian Ibu di Jateng Turun

Maret 8, 2026
Info

Pemprov Perkuat Hak Peyandang Disabilitas, Mulai Peluang Kerja sampai Bantuan

Maret 26, 2026
Ekonomi

Ratusan Produsen-Pembeli Dikumpulkan Demi Harga Tetap Waras

Juni 10, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Hujan Sore, Banjir Malam: 12 Desa di Grobogan Kebanjiran
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?