Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Varian Covid Cicada Muncul Lagi, Sudah Nyebar Ke Banyak Negara
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Varian Covid Cicada Muncul Lagi, Sudah Nyebar Ke Banyak Negara

Secara asal-usul, varian “Cicada” ini pertama kali teridentifikasi di Afrika Selatan pada akhir 2024, lalu sempat menghilang dari radar sebelum akhirnya muncul lagi dan menyebar sepanjang 2025.

Nugroho P.
Last updated: April 3, 2026 1:23 pm
By Nugroho P.
3 Min Read
Share
Kemunculan varian baru COVID-19 kembali menjadi perhatian di berbagai negara. Varian turunan Omicron yang dikenal sebagai BA.3.2 atau dijuluki “Cicada” dilaporkan telah terdeteksi di setidaknya 25 negara.
SHARE

BACAAJA< JAKARTA – Kemunculan varian baru COVID-19 lagi-lagi bikin banyak negara pasang radar. Kali ini yang jadi perhatian adalah turunan Omicron bernama BA.3.2, yang mulai dikenal dengan julukan “Cicada”. Varian ini dilaporkan sudah terdeteksi di sedikitnya 25 negara, mulai dari Afrika, Eropa, sampai Asia dan Amerika Utara. Meski belum masuk kategori berbahaya tingkat tinggi, kemunculannya tetap dipantau ketat oleh otoritas kesehatan dunia karena pola penyebarannya yang mulai meluas dan cukup cepat terdeteksi di berbagai wilayah.

Secara asal-usul, varian “Cicada” ini pertama kali teridentifikasi di Afrika Selatan pada akhir 2024, lalu sempat menghilang dari radar sebelum akhirnya muncul lagi dan menyebar sepanjang 2025. Saat ini, statusnya masih masuk kategori “variant under monitoring”, artinya belum dianggap sebagai ancaman besar, tapi tetap diawasi secara serius oleh lembaga seperti Centers for Disease Control and Prevention. Deteksi varian ini dilakukan lewat berbagai cara, mulai dari sampel klinis pasien, pemeriksaan pelaku perjalanan internasional, sampai pemantauan lingkungan di beberapa negara.

Yang bikin varian ini menarik perhatian para ilmuwan adalah jumlah mutasinya yang cukup “gila”. Berdasarkan kajian yang dipublikasikan di jurnal The Lancet Infectious Diseases, BA.3.2 punya sekitar 70 sampai 75 mutasi di bagian spike protein—bagian virus yang berperan penting untuk masuk ke sel tubuh manusia. Jumlah ini jauh lebih banyak dibanding varian-varian sebelumnya, sehingga muncul dugaan kalau varian ini bisa lebih pintar “menghindari” sistem imun, baik dari infeksi sebelumnya maupun hasil vaksinasi. Meski begitu, ada juga temuan awal yang menunjukkan kemampuan varian ini menempel ke reseptor paru-paru tidak sekuat varian lain, jadi dampaknya masih terus diteliti.

Kalau soal gejala, kabarnya nggak jauh beda dari COVID-19 yang sudah kita kenal selama ini. Orang yang terinfeksi varian “Cicada” umumnya mengalami batuk, demam, badan lemas, pilek, sampai sakit tenggorokan. Sampai sekarang juga belum ada bukti kuat yang menunjukkan varian ini bikin kondisi pasien jadi lebih parah dibanding varian sebelumnya. Jadi meskipun mutasinya banyak, bukan berarti langsung lebih ganas—setidaknya untuk saat ini.

Para ahli tetap mengingatkan supaya masyarakat nggak panik berlebihan, tapi juga nggak boleh lengah. Langkah-langkah dasar seperti vaksinasi, jaga kebersihan, dan waspada saat kondisi tubuh lagi drop tetap jadi kunci utama. Dengan situasi yang masih terus dipantau, varian “Cicada” ini jadi pengingat kalau pandemi mungkin sudah mereda, tapi virusnya belum benar-benar “hilang” dari peredaran. (*)

You Might Also Like

UMK Semarang Lagi Digodok: Target Naik, Tapi Tetap Ikut Aturan Main

Adu Kencang Tengah Malam, Puluhan Pemuda Semarang Kena Sikat

DPR Kawal Ketat Program MBG, Kasus Keracunan Jadi Alarm Serius

Sudewo Siap Buka-bukaan, Pengacara Minta Ketua DPRD Pati Dihadirkan dalam Sidang

Pantura, Panca Tuntutan Rakyat dalam Aksi Mahasiswa Semarang

TAGGED:cicadacovidvirus
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Hujan Sore, Banjir Malam: 12 Desa di Grobogan Kebanjiran
Next Article Oracle Pangkas Ribuan Karyawan, Fokus Gaspol Bangun Infrastruktur AI

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Indonesia ke Final FIFA ASEAN Cup 2026, Singapura Jadi Korban Pesta Gol Malaysia

UKIR SEJARAH - Mahasiswi Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang, Nurisa Dian Ashrifah, mengukir tinta emas dalam sejarah olahraga panahan Indonesia setelah meraih emas nomor compound individu putri pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Mahasiswi Udinus Semarang Bikin Sejarah Panahan Indonesia, Raih Emas di Asian Games 2026

Lapas Purwodadi Pastikan Data Pemilih Warga Binaan Tetap Terdata

Kepulan asap membumbung tinggi di area TPA Jatibarang Semarang, Rabu (30/9/2026). (bae)

Hati-Hati! Asap TPA Jatibarang Mengandung Partikel Berbahaya

Sabut Kelapa Buatan Warga Binaan Lapas Semarang Tembus Yunani

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Hukum

Bahaya Banget!! Jambret Beraksi di Kemayoran, Gadis 21 Tahun Meregang Nyawa

Desember 31, 2025
DaerahInfo

Tujuh Pejabat Kemenkum Jateng Resmi Dilantik

Februari 25, 2026
Bella Puspita Sari didampingi penasihat hukumnya menjalani sidang pemeriksaan PK di PN Semarang, Senin (4/5/2026). (bae)
Hukum

Bella Ajukan PK, Berharap Bebas dari Jerat Hukum dan Kembali Berkumpul dengan Bayinya

Mei 4, 2026
Ekonomi

Tekan Inflasi, Luthfi Dorong Toko TPID dan Kuatkan Rantai Pangan Lokal

Juli 16, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Varian Covid Cicada Muncul Lagi, Sudah Nyebar Ke Banyak Negara
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?