Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
Reading: Takut Di-Merger, Nggak Jadi Join: LPM Esensi Resmi “Pause” di 2026
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
© 2025 Bacaaja.co
Info

Takut Di-Merger, Nggak Jadi Join: LPM Esensi Resmi “Pause” di 2026

Niatnya mau aktif organisasi, eh malah overthinking duluan. Di tengah wacana merger ormawa, minat mahasiswa buat gabung pers kampus malah drop, dan akhirnya ada yang benar-benar “tumbang”.

T. Budianto
Last updated: April 2, 2026 9:16 pm
By T. Budianto
4 Min Read
Share
PELATIHAN JURNALISTIK: Pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar yang diadakan LPM Esensi Fakultas Psikologi dan Kesehatan UIN Walisongo Semarang, beberapa waktu lalu. (Foto: Dok LPM Esensi)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Dinamika organisasi kemahasiswaan di lingkungan kampus kembali menunjukkan sisi lain dari dampak kebijakan penataan ormawa oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama (Dirjen Pendis Kemenag).

Jika sebagian organisasi masih bertahan dengan berbagai penyesuaian, kondisi berbeda justru dialami Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Esensi Fakultas Psikologi dan Kesehatan yang kini resmi vakum pada 2026.

Ketua LPM Esensi, Mirsa Aryani mengungkapkan, vakumnya organisasi bukan terjadi tanpa sebab. Salah satu persoalan utama yang dihadapi adalah kesulitan dalam mencari anggota pengurus baru, terutama saat proses open recruitment (oprek) di internal organisasi.

“Kesulitannya ada di perekrutan anggota baru. Saat oprek, minat mahasiswa untuk bergabung sangat minim,” ujarnya. Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa kondisi ini tidak berdiri sendiri.

Baca juga: Merger Jalan, Kaderisasi Jalan di Tempat: Persma UIN Walisongo Mulai Sepi Peminat

Ada faktor psikologis yang turut memengaruhi minat mahasiswa, yakni kekhawatiran terhadap kebijakan dari Dirjen Pendis yang mewacanakan penyederhanaan atau merger organisasi mahasiswa di tingkat fakultas.

Menurutnya, banyak mahasiswa menjadi ragu untuk bergabung karena takut organisasi yang mereka ikuti justru akan dilebur di tengah jalan. “Teman-teman itu khawatir, nanti kalau sudah join malah di-merger. Jadi mereka memilih tidak ikut dari awal,” jelas Mirsa Aryani saat di konfirmasi via WhatsApp, Kamis (2/4/2026).

Keraguan ini bahkan terlihat dari respons langsung mahasiswa baru saat diajak bergabung. Ia menuturkan, tidak sedikit yang menolak dengan alasan mencari kegiatan yang dianggap lebih pasti.

“Ada yang bilang, ‘ah nggak dulu, yang pasti-pasti aja’. Dari situ kelihatan kalau mereka punya ketakutan untuk join,” tambahnya. Selain faktor psikologis, perubahan teknis dalam proses rekrutmen juga turut memperparah kondisi.

Aryani menjelaskan, terdapat perbedaan signifikan antara pola oprek tahun 2026 dengan tahun-tahun sebelumnya, khususnya saat kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK).

Menarik Minat

Pada tahun-tahun sebelumnya, setiap UKM diberikan ruang berupa stand khusus saat PBAK untuk mempromosikan organisasi mereka secara langsung kepada mahasiswa baru. Interaksi tatap muka ini dinilai cukup efektif untuk menarik minat dan membangun kedekatan awal.

“Dulu waktu PBAK, kita bisa buka stand, ketemu langsung sama mahasiswa baru, jelasin kegiatan, itu cukup membantu perekrutan,” ungkapnya. Namun pada 2026, pola tersebut tidak lagi diterapkan.

UKM, khususnya di tingkat fakultas, tidak diberikan kesempatan membuka stand seperti sebelumnya. Promosi organisasi hanya difasilitasi melalui media online, seperti penyebaran pamflet digital.

“Tahun ini tidak ada stand. Jadi teman-teman UKM hanya bisa promosi lewat online, seperti pamflet. Itu jelas beda dampaknya,” jelas Aryani. Keterbatasan ruang promosi ini membuat interaksi antara organisasi dan mahasiswa baru menjadi sangat minim, sehingga berdampak langsung pada rendahnya angka pendaftar.

Baca juga: Aturan Baru Ancam Eksistensi Pers Mahasiswa Fakultas UIN Walisongo

Fenomena ini menunjukkan adanya perubahan pola dalam proses kaderisasi, sekaligus tantangan baru bagi organisasi mahasiswa dalam menjangkau calon anggota di tengah keterbatasan ruang gerak.

Di sisi lain, penataan organisasi di tingkat fakultas juga mulai mengerucut. Saat ini, hanya beberapa ormawa inti yang tetap dipertahankan, seperti Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ), Senat Mahasiswa Fakultas (SEMA-F), dan Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas (DEMA-F).

Sebagai alternatif, fakultas berencana membentuk wadah baru berbasis minat dan bakat, yakni Kelompok Studi Mahasiswa (KSM) yang akan hadir di masing-masing jurusan atau program studi.

Namun demikian, vakumnya LPM Esensi menjadi catatan penting bahwa transisi kebijakan tidak hanya berdampak pada struktur organisasi, tetapi juga pada keberanian mahasiswa untuk terlibat. Di tengah perubahan ini, tantangan terbesar bukan hanya soal menyesuaikan aturan, tetapi juga membangun kembali kepercayaan mahasiswa agar tetap berani berproses dalam organisasi.

Kadang yang bikin organisasi mati bukan karena nggak ada ide, tapi karena terlalu banyak ketidakpastian. Jadi ya, sebelum ngomongin regenerasi, mungkin yang perlu dibangun dulu itu rasa yakin kalau organisasinya bakal tetap hidup. (dul)

You Might Also Like

Peta Strategi PDIP Pasca-Comeback Hasto Kristiyanto

Ketua DPRD Jateng: Sayur dan Buah Jateng Harus Naik Kelas!

Erick Thohir: Ketua PSSI Kota/Kab Ditunjuk Asprov PSSI

Polisi Bilang Ada 34 Korban Terkapar setelah Aksi Demo Tuntut Bupati Pati Sudewo Mundur

Dugaan Keracunan Makanan di Ponpes Banjarnegara, Ratusan Santri Jadi Korban

TAGGED:dirjen pendisheadlinekebebasan persLPMpersmauin walisongo
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Merger Jalan, Kaderisasi Jalan di Tempat: Persma UIN Walisongo Mulai Sepi Peminat
Next Article April, Semarang Disulap Jadi “Arena Nasional”, Dari Balap Sampai Padel

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Tiga Prajurit Gugur, DPR Pertanyakan Keefektifan BOP

Duit Kredit Nasabah Disikat, Pegawai BRI Semarang Disidang

Dari 5 Jadi 3, Tapi Ceritanya Makin Dalam: “Reuni” Bukan Sekadar Lagu Comeback

MTQ 2026 Bukan Cuma Ngaji, Tapi Juga “Panggung Cuan” UMKM Jateng

Guru Nggak Cuma Ngajar, Tapi Juga “Nahan” Medsos

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ilustrasi pembayaran tunai menggunakan mata uang rupiah.
Daerah

Gara-gara OTT KPK, THR ASN Belum Cair

Maret 17, 2026
Sepak Bola

Kebumen vs Magelang, Perebutkan Tiket Terakhir ke Perempat Final Soekarno Cup 2025

Juni 12, 2025
Daerah

Ribuan Guru, Marbot, hingga Perawat Jenazah Kini Dapat Bisyarah dari Pemkot Semarang

September 22, 2025
Olahraga

Dana Seret, Venue Minim: PR Berat Jateng Buat Jaga Prestasi Olahraga

September 9, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Takut Di-Merger, Nggak Jadi Join: LPM Esensi Resmi “Pause” di 2026
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?