Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
Reading: Campak Mulai Ngegas Lagi, Jateng Siaga Jangan Anggap Remeh
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
© 2025 Bacaaja.co
Info

Campak Mulai Ngegas Lagi, Jateng Siaga Jangan Anggap Remeh

Data dari Dinas Kesehatan Jawa Tengah mencatat ada sekitar 1.423 kasus campak yang terdeteksi sepanjang awal 2026. Angka ini jadi sinyal bahwa penularan masih aktif dan perlu penanganan serius di berbagai wilayah.

Nugroho P.
Last updated: April 2, 2026 2:40 pm
By Nugroho P.
4 Min Read
Share
ilustrasi campak pada anak.
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Lonjakan kasus campak di Jawa Tengah bikin pemerintah daerah mulai pasang mode waspada. Di tengah situasi yang sempat adem setelah pandemi, penyakit lama ini justru muncul lagi dengan angka yang nggak bisa dianggap sepele.

Data dari Dinas Kesehatan Jawa Tengah mencatat ada sekitar 1.423 kasus campak yang terdeteksi sepanjang awal 2026. Angka ini jadi sinyal bahwa penularan masih aktif dan perlu penanganan serius di berbagai wilayah.

Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen atau yang akrab disapa Gus Yasin, mengingatkan bahwa campak bukan penyakit ringan yang bisa dianggap biasa. Justru, daya tularnya disebut jauh lebih tinggi dibanding COVID-19.

“Kalau COVID-19 satu orang menulari lima orang, campak bisa sampai 18 orang,” ujar Gus Yasin. Pernyataan ini sekaligus jadi alarm keras bahwa penyebaran campak bisa berlangsung sangat cepat jika tidak diantisipasi dengan baik.

Sejumlah daerah bahkan sudah masuk kategori yang memenuhi indikasi Kejadian Luar Biasa atau KLB. Tiga wilayah yang disebut adalah Cilacap, Klaten, dan Pati.

Selain itu, ada juga dua daerah yang masuk kategori suspek KLB, yaitu Brebes dan Kudus. Artinya, potensi lonjakan kasus di wilayah ini masih terus dipantau secara ketat.

Kalau ditarik lebih luas, total suspek campak di triwulan pertama 2026 mencapai 1.490 kasus dan tersebar di 35 kabupaten/kota. Ini menunjukkan penyebarannya nggak terpusat di satu titik saja, tapi merata di banyak daerah.

Kepala Dinkes Jateng, Yunita Dyah Suminar, menjelaskan bahwa lonjakan tertinggi terjadi di bulan Januari dengan 792 kasus suspek. Setelah itu, angkanya mulai turun di Februari dan Maret, tapi tetap dalam kategori yang perlu diwaspadai.

Dari ribuan kasus suspek tersebut, ratusan sampel sudah diperiksa. Hasilnya, ditemukan 121 kasus positif campak dan 14 kasus positif rubella yang juga termasuk penyakit menular.

Wilayah dengan kasus suspek terbanyak berasal dari Kudus, disusul Brebes dan Banyumas. Sementara untuk kasus positif campak, Cilacap dan Pati jadi daerah dengan angka tertinggi.

Meski begitu, pemerintah daerah belum secara resmi menetapkan status KLB. Yunita menjelaskan bahwa ada kriteria tertentu yang harus terpenuhi sebelum status tersebut diumumkan.

Salah satu indikatornya adalah adanya dua kasus yang saling berhubungan secara epidemiologis dalam satu lingkungan, ditambah hasil pemeriksaan laboratorium yang menunjukkan positif.

“Secara kriteria ada tiga daerah yang memenuhi, tapi belum dideklarasikan. Yang penting penanganannya tetap jalan,” jelas Yunita.

Fokus utama saat ini adalah penanganan pasien agar tidak berkembang menjadi kasus yang lebih berat. Karena campak disebabkan oleh virus, pengobatan yang diberikan lebih bersifat meredakan gejala.

Misalnya jika pasien mengalami demam, maka yang ditangani adalah demamnya. Begitu juga dengan gejala lain seperti ruam atau gangguan pernapasan yang muncul.

Selain penanganan, langkah pencegahan juga terus digencarkan. Salah satu strategi yang dijalankan adalah Outbreak Response Immunization atau ORI di wilayah yang dianggap berisiko tinggi.

Program ini bertujuan menyisir kembali anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi campak, terutama yang sempat terlewat saat pandemi COVID-19 berlangsung.

Yunita menyebut, sebenarnya cakupan imunisasi di Jawa Tengah sudah cukup tinggi. Namun dampak pandemi beberapa tahun lalu membuat sebagian anak tidak mendapatkan vaksin sesuai jadwal.

Kondisi ini akhirnya menciptakan celah bagi virus campak untuk kembali menyebar. Ketika ada kelompok yang belum imunisasi, risiko penularan otomatis meningkat.

Karena itu, pemerintah menekankan pentingnya imunisasi sebagai langkah perlindungan paling efektif. Bukan cuma untuk campak, tapi juga penyakit menular lainnya.

Situasi ini jadi pengingat bahwa ancaman kesehatan tidak selalu datang dari penyakit baru. Penyakit lama pun bisa kembali muncul jika kewaspadaan mulai kendor.

Dengan angka yang sudah tembus ribuan kasus, masyarakat diharapkan nggak lengah. Deteksi dini, imunisasi, dan kesadaran bersama jadi kunci agar lonjakan ini nggak berkembang jadi krisis yang lebih besar. (*)

You Might Also Like

Tutup Masa Sidang DPR, Puan Ingatkan Demokrasi Butuh Kedewasaan, Bukan Saling Menyalahkan

Borobudur Marathon Bukan Sekadar Lari: Sport Tourism Jadi Mesin Ekonomi Jawa Tengah

Bukan Cuma Kolesterol: CKG Kini Urus Scabies sampai Kusta

Bye Non-ASN, Halo PPPK! Pemkot Semarang Bereskan Status Pegawai

Andreas Ingin Benahi Organisasi Pembinaan Mental Karate Kyokushinkai di Tegal

TAGGED:3 kabupatencampakjatengwaspada
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Bukan Cuma Cokelat, Ini Ide Hampers Paskah Lebih Berkesan
Next Article Tiga Prajurit Gugur, MUI Ajak Salat Gaib Bersama

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Antrean panjang warga di sebuah SPBU di kawasan Ngaliyan, Kota Semarang, Selasa (31/3/2026). Isu kenaikan harga BBM membuat warga panic buying.

BBM Aman, Elpiji Nggak Langka, Pemprov: Tenang, Nggak Usah Panik

TNI Bakal Bangun 720 Jembatan di Jateng dan DIY

Al Waqiah Dibaca Rutin, Banyak Yang Bilang Rezeki

Aturan Baru Ancam Eksistensi Pers Mahasiswa Fakultas UIN Walisongo

Hadapi Barito, PSIS Siapkan Strategi Khusus

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ekonomi

Dari Sawah Jadi Tenaga Jalan, Hadirlah Bensin Bobibos Nusantara!

November 7, 2025
Olahraga

255 Petinju Siap Unjuk Gigi di Kejuaraan Tinju Piala Bupati Banjarnegara 2025, Catat Tanggalnya!!

Agustus 24, 2025
Olahraga

Eks Pelatnas Balas Dendam Manis, Hera Bawa Emas buat Jateng

Oktober 23, 2025
Ilustrasi Makan Bergizi Gratis (MBG).
Info

Nah Lhoo! Ombudsman RI Temukan Penyimpangan Pengadaan Bahan Baku MBG

Oktober 1, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Campak Mulai Ngegas Lagi, Jateng Siaga Jangan Anggap Remeh
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?