Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Dana Negara Digelontor, Bank Mandiri Gas Kredit Sektor Produktif
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Ekonomi

Dana Negara Digelontor, Bank Mandiri Gas Kredit Sektor Produktif

Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa pemerintah telah menyiapkan dana hingga Rp100 triliun menjelang Lebaran 2026. Langkah ini diambil untuk menjaga likuiditas sekaligus merespons kondisi global yang sedang tidak menentu. Termasuk tekanan dari konflik geopolitik yang berdampak ke pasar keuangan.

Nugroho P.
Last updated: Maret 31, 2026 1:21 pm
By Nugroho P.
4 Min Read
Share
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa.
SHARE

BACAAJA, JAKARTA – Angin segar datang buat dunia perbankan nasional setelah pemerintah mulai menggelontorkan dana tambahan ke sistem keuangan. Langkah ini langsung bikin ruang gerak bank makin longgar, terutama buat dorong kredit ke sektor produktif.

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. jadi salah satu yang paling siap memanfaatkan momentum ini. Bank pelat merah tersebut menegaskan bakal fokus memperkuat penyaluran kredit ke sektor-sektor yang punya dampak langsung ke ekonomi rakyat.

Tambahan dana yang berasal dari Saldo Anggaran Lebih atau SAL ini disebut mampu mempertebal likuiditas perbankan. Dengan kondisi likuid yang lebih sehat, bank punya ruang lebih luas untuk menyalurkan pembiayaan.

Corporate Secretary Bank Mandiri, Adhika Vista, menyebut penyaluran kredit dari dana ini sejauh ini berjalan sesuai rencana. Bahkan, trennya disebut menunjukkan perkembangan yang cukup positif.

Ia juga menegaskan bahwa seluruh proses penyaluran tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian. Transparansi pelaporan pun tetap dijaga sesuai aturan yang berlaku.

Menariknya, kredit yang disalurkan tidak hanya terpusat di kota besar. Distribusinya sudah menjangkau hingga 37 provinsi di Indonesia, termasuk daerah-daerah yang sebelumnya minim akses pembiayaan.

Sektor UMKM jadi salah satu fokus utama dalam penyaluran ini. Hal ini karena pelaku usaha kecil dinilai punya peran penting dalam menggerakkan ekonomi nasional.

Dengan adanya dukungan pembiayaan, diharapkan UMKM bisa naik kelas dan memperluas usahanya. Dampaknya, lapangan kerja juga berpotensi ikut bertambah.

Meski begitu, Bank Mandiri tetap selektif dalam menyalurkan kredit. Mereka mempertimbangkan kondisi ekonomi, permintaan pasar, serta risiko yang mungkin muncul.

Pendekatan ini dilakukan agar pertumbuhan kredit tetap sehat dan tidak mengorbankan kualitas. Targetnya, kinerja tetap stabil bahkan bisa melampaui rata-rata industri.

“Melalui optimalisasi fungsi intermediasi, Bank Mandiri terus memperkuat perannya sebagai mitra strategis pemerintah,” ujar Adhika.

Di sisi lain, kebijakan ini tidak lepas dari langkah besar pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi. Salah satunya lewat penempatan dana jumbo ke perbankan.

Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa pemerintah telah menyiapkan dana hingga Rp100 triliun menjelang Lebaran 2026.

Langkah ini diambil untuk menjaga likuiditas sekaligus merespons kondisi global yang sedang tidak menentu. Termasuk tekanan dari konflik geopolitik yang berdampak ke pasar keuangan.

Tambahan dana ini juga bertujuan menekan imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN). Dengan likuiditas yang cukup, bank bisa ikut menyerap obligasi negara sehingga yield bisa turun.

Menariknya, skema penempatan dana kali ini dibuat lebih fleksibel. Bank bisa menarik dana tersebut kapan saja sesuai kebutuhan.

Artinya, bank punya keleluasaan untuk mengatur strategi, baik untuk kredit maupun investasi di instrumen keuangan lain.

Bukan cuma Bank Mandiri, PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk. juga melihat kebijakan ini sebagai peluang besar. Likuiditas yang kuat dinilai bisa mendorong pembiayaan ke berbagai sektor.

BSI bahkan mencatat bahwa dana SAL sebelumnya sudah terserap penuh ke berbagai lini, mulai dari UMKM hingga pembiayaan konsumer.

Hal ini menunjukkan bahwa stimulus dari pemerintah memang punya efek nyata. Tidak hanya menjaga stabilitas, tapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi.

Ke depan, koordinasi antara pemerintah dan perbankan jadi kunci. Terutama dalam memastikan dana yang digelontorkan benar-benar mengalir ke sektor produktif.

Dengan strategi yang tepat, kebijakan ini diharapkan bisa jadi dorongan kuat bagi ekonomi nasional. Bukan cuma bertahan, tapi juga tumbuh lebih kencang di tengah tantangan global. (*)

You Might Also Like

Jelang Lebaran, Pemprov Geber GPM dan Dokter Speling

Karpet Merah Prabowo untuk Prancis, Investasi Listrik Tenaga Nuklir di Indonesia

Jateng Juara Sertifikasi Tanah Wakaf, Mohammad Saleh: Jangan Berhenti Sebelum Tuntas

JTAB: Cara Baru Bikin Petani Naik Kelas, akan Dibuka di 35 Kabupaten/Kota di Jateng

Pajak RI Disentil Keras, Hashim Blak-blakan Soal Masalah Lama

TAGGED:dana tambahanpurbaya
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Bayang Bayang PHK PPPK Muncul, Daerah Mulai Ketar Ketir
Next Article Terbaru, Kontrak PPPK Terancam Diputus, BKN Buka Suara Soal Ini

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Macan Kumbang Batang Dirawat Tim Dokter, Dipantau 24 Jam

Pemprov Bagikan Ratusan Kursi Roda Adaptif, Buka Jalan untuk Penyandang Disabilitas

34 Hoaks Terdeteksi di Semarang, Pemkot: Jangan Sampai Kejar Viral Malah Kena Masalah

Hari Pramuka di Wonoplumbon Jadi Ajang Anak SD-SMP Belajar Kompak

Samuel Soroti Janji Sejahterakan Rakyat: Visi Presiden Jangan Berhenti di Pidato

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ekonomi

Buyer Furnitur Dunia Diajak ‘Tur Pabrik’, Jepara Siap Gelar JIFBW 2026

Maret 7, 2026
ISI BBM - Petugas SPBU sedang mengisi BBM.
Ekonomi

Awal Maret Datang, BBM Nonsubsidi Ikut Naik

Maret 1, 2026
Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Chusnunia Chalim kritik banjirnya barang impor dari China. Foto: dok.
Ekonomi

Selamat Datang di Republik Impornesia: Negeri Seribu Produk China!

Agustus 22, 2025
Ilustrasi utang negara.
Ekonomi

Prabowo Tarik Pinjaman Lagi Rp832 Triliun Demi MBG, Utang Indonesia Tembus Rp10.000 T

Januari 15, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Dana Negara Digelontor, Bank Mandiri Gas Kredit Sektor Produktif
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?