BACAAJA, SEMARANG- Suasana hangat terasa dalam gelaran Safari Ramadan dan Tarawih Keliling Pemkot Semarang bareng Forkopimda yang kali ini mampir di Masjid Al Hidayah Polrestabes Semarang, Selasa (17/3/2026).
Sekitar 300 jamaah ikut meramaikan, dari sore sampai malam, mulai dari silaturahmi, buka puasa, hingga salat Isya dan tarawih berjamaah.
Yang hadir bukan kaleng-kaleng. Ada Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti, Wakil Wali Kota Iswar Aminuddin, sampai Kapolrestabes Semarang M. Syahduddi. Lengkap juga jajaran TNI, DPRD, hingga ASN dan masyarakat yang ikut ibadah bareng.
Baca juga: Pemkot Serap Aspirasi Warga Lewat Tarling
Kapolrestabes Semarang, M Syahduddi bilang, kalau Safari Ramadan ini bukan cuma rutinitas tahunan, tapi bukti nyata kalau semua unsur di kota ini kompak. Menurutnya, kondisi keamanan yang tetap kondusif selama Ramadan itu bukan kerja satu pihak, tapi hasil “keroyokan positif” antara polisi, TNI, pemda, dan elemen lain.
Di sisi lain, Wali Kota Semarang Agustina juga nggak ketinggalan kasih apresiasi. Ia menilai kinerja Polrestabes sejauh ini solid, termasuk dalam mengungkap kasus besar seperti narkotika. Tapi, PR ke depan juga nggak ringan, terutama soal arus mudik yang bakal membludak.
Magnet Pemudik
Maklum, Jateng jadi magnet pemudik, dan Semarang adalah jalur strategis yang hampir pasti dilewati. Karena itu, koordinasi lintas sektor dinilai wajib hukumnya, mulai dari pengamanan lalu lintas, kesiapan fasilitas, sampai menjaga stabilitas kota jelang event besar seperti MTQ Nasional 2026.
Secara keseluruhan, acara berlangsung tertib, khidmat, tapi tetap terasa cair. Nggak cuma ibadah, tapi juga jadi ruang temu antara aparat dan masyarakat, yang kadang susah didapat di hari-hari biasa.
Baca juga: Tarling, Ngaji Bareng, dan Sedikit “Wejangan”: Malam Nuzulul Qur’an Versi Agustina
Di tengah padatnya agenda dan seriusnya urusan negara, ternyata “resep” menjaga kota tetap aman itu simpel: sering-sering ketemu, makan bareng, lalu salat bareng. Sisanya? Ya semoga bukan cuma hangat di masjid, tapi juga konsisten sampai lampu sirine dan arus mudik benar-benar lewat tanpa drama. (tebe)


