BACAAJA, SEMARANG – Publik dikejutkan dengan aksi teror terhadap aktivis HAM Andrie Yunus yang disiram cairan diduga air keras di Semarang, Kamis malam (12/3/2026).
Sejumlah tokoh lintas agama di Jawa Tengah langsung angkat suara. Mereka mengecam keras kejadian ini dan mendesak aparat penegak hukum mengusut kasusnya sampai tuntas. Bukan cuma pelaku di lapangan, tapi juga dalang di belakangnya.
Andrie dikenal sebagai Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS). Belakangan ia aktif mengkritik isu remiliterisasi dan bahkan ikut menggugat UU TNI ke Mahkamah Konstitusi.
Bacaaja: Sosok Andrie Yunus, Aktivis HAM Korban Teror Air Keras: Berani Geruduk Rapat RUU TNI
Bacaaja: Aktivis KontraS Diteror Siram Air Keras, Begini Reaksi Kapolri
Serangan terjadi saat Andrie baru pulang dari rekaman siniar di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia. Dari rekaman CCTV, dua orang berboncengan motor terlihat memepet Andrie lalu menyiramkan cairan ke arah wajahnya sebelum kabur.
Akibat serangan itu, Andrie mengalami luka bakar sekitar 24 persen di wajah, leher, lengan, dan dada. Cairan tersebut juga mengenai mata kanannya.
Tokoh lintas agama menilai serangan ini punya pola yang mirip dengan kasus penyiraman air keras terhadap penyidik Novel Baswedan pada 2017.
Menurut mereka, aksi seperti ini bukan cuma menyerang korban, tapi juga jadi pesan teror buat siapa saja yang berani bersuara.
“Ini bukan sekadar kekerasan, tapi intimidasi terhadap perjuangan kebenaran dan keadilan,” ujar mereka dalam pernyataan sikap, Senin (16/3/2026).
Mereka juga menyatakan solidaritas untuk Andrie dan berharap negara serius mengusut kasus ini secara transparan.
Pesannya jelas: jangan sampai ruang publik jadi tempat yang menakutkan bagi orang yang memperjuangkan kemanusiaan. (*)

