Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Aktivis KontraS Disiram Air Keras, Demokrasi Kembali Diuji
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Hukum

Aktivis KontraS Disiram Air Keras, Demokrasi Kembali Diuji

Salah satu yang bersuara keras adalah Yulius Setiarto dari Fraksi PDI-P. Ia menilai penyiraman air keras itu bukan sekadar penganiayaan biasa. Menurutnya, aksi tersebut merupakan bentuk teror terhadap kebebasan sipil dan gerakan masyarakat sipil.

Nugroho P.
Last updated: Maret 15, 2026 8:26 pm
By Nugroho P.
5 Min Read
Share
Andrie YunusAndrie Yunus
SHARE

BACAAJA, JAKARTA – Kasus penyiraman air keras terhadap aktivis HAM kembali memicu kegelisahan publik. Korban dalam peristiwa ini adalah Andrie Yunus, Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS). Serangan brutal tersebut langsung menuai kecaman dari berbagai kalangan, termasuk anggota DPR.

Salah satu yang bersuara keras adalah Yulius Setiarto dari Fraksi PDI-P. Ia menilai penyiraman air keras itu bukan sekadar penganiayaan biasa. Menurutnya, aksi tersebut merupakan bentuk teror terhadap kebebasan sipil dan gerakan masyarakat sipil.

Yulius menyebut pelaku sebagai pihak pengecut yang ingin membungkam suara kritis aktivis. Ia menilai serangan ini mengarah pada tindakan yang terencana. Tujuannya diduga untuk menciptakan ketakutan bagi mereka yang vokal mengkritik kekuasaan.

Menurutnya, peristiwa ini tidak bisa dianggap sebagai kejadian biasa. Serangan terhadap aktivis HAM berarti juga menyerang ruang demokrasi. Apalagi para aktivis selama ini berperan penting mengawasi jalannya pemerintahan.

Andrie Yunus sendiri dikenal aktif dalam berbagai advokasi hak asasi manusia. Ia kerap mengangkat isu pelanggaran HAM, penyalahgunaan kekuasaan, hingga kritik terhadap wacana kembalinya dwifungsi militer. Aktivitas itu membuat namanya cukup dikenal di kalangan pegiat demokrasi.

Sebagai anggota Komisi I DPR, Yulius menilai aksi kekerasan seperti ini berbahaya bagi kehidupan demokrasi. Jika dibiarkan, rasa aman bagi warga yang menyuarakan kritik bisa semakin rapuh. Padahal kebebasan berpendapat dijamin dalam sistem demokrasi.

Ia juga menyoroti lokasi kejadian yang berada di ruang publik di ibu kota. Menurutnya, fakta ini menunjukkan bahwa perlindungan terhadap warga yang memperjuangkan keadilan masih sangat rentan. Situasi tersebut tentu menjadi alarm bagi penegakan HAM.

Yulius menegaskan negara tidak boleh bersikap pasif menghadapi kasus ini. Ia menilai setiap bentuk teror terhadap aktivis merupakan kejahatan serius. Tindakan semacam itu juga dianggap sebagai pengkhianatan terhadap nilai demokrasi.

Karena itu, ia mendesak Kepolisian Negara Republik Indonesia untuk bergerak cepat. Penyelidikan harus dilakukan secara profesional dan transparan. Publik perlu melihat bahwa hukum benar-benar ditegakkan.

Menurut Yulius, aparat tidak hanya perlu menangkap pelaku di lapangan. Penyelidikan juga harus menelusuri kemungkinan adanya aktor intelektual di balik serangan tersebut. Dengan begitu motif dan jaringan pelaku bisa terungkap.

Selain kepolisian, ia juga meminta lembaga negara lain ikut bergerak. Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) diminta memberikan perlindungan bagi korban. Begitu juga dengan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia yang diharapkan ikut mengawal kasus ini.

Yulius menilai korban dan keluarganya harus mendapatkan pemulihan menyeluruh. Tidak hanya perawatan medis, tetapi juga dukungan psikologis. Pemulihan tersebut penting agar korban bisa kembali menjalani aktivitasnya.

Ia juga mengingatkan pemerintah memiliki tanggung jawab besar menjaga keamanan aktivis. Para pejuang demokrasi harus bisa bekerja tanpa rasa takut. Negara harus memastikan ruang sipil tetap terbuka.

Serangan ini juga menjadi peringatan bagi masyarakat luas. Intimidasi terhadap aktivis bisa menjadi ancaman bagi kebebasan berekspresi. Jika satu suara dibungkam, maka suara lainnya bisa ikut terancam.

Karena itu, Yulius mengajak masyarakat sipil untuk tetap berani bersuara. Akademisi, jurnalis, mahasiswa, hingga masyarakat umum diharapkan tidak gentar menghadapi intimidasi. Menurutnya, solidaritas publik sangat penting dalam menjaga demokrasi.

Ia menyebut teror terhadap satu pejuang demokrasi sama saja dengan teror terhadap semua warga. Prinsip itu penting agar masyarakat tidak terpecah. Ketika satu orang diserang, yang lain harus berdiri bersama.

Sementara itu, kasus penyiraman air keras tersebut juga dibenarkan oleh Dimas Bagus Arya dari KontraS. Ia menyampaikan bahwa kejadian itu terjadi setelah Andrie selesai melakukan rekaman siniar di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia. Rekaman tersebut membahas isu remiliterisasi dan judicial review di Indonesia.

Peristiwa terjadi sekitar pukul 23.00 WIB setelah kegiatan podcast selesai. Saat keluar dari lokasi, Andrie didatangi orang tak dikenal. Pelaku kemudian menyiramkan cairan yang diduga air keras.

Akibat serangan itu, korban mengalami luka bakar cukup serius. Beberapa bagian tubuh yang terdampak antara lain tangan, wajah, dada, dan area mata. Kondisi tersebut membuat Andrie harus segera dilarikan ke rumah sakit.

Pihak kepolisian kini tengah menyelidiki kasus tersebut. Penelusuran dilakukan untuk mengungkap identitas pelaku serta motif di balik serangan. Sementara itu, berbagai kelompok masyarakat sipil terus mendesak agar kasus ini diusut hingga tuntas.

Peristiwa ini menjadi ujian besar bagi komitmen penegakan hukum di Indonesia. Banyak pihak berharap aparat mampu menuntaskan kasus tersebut tanpa kompromi. Bagi para aktivis, keadilan dalam kasus ini akan menjadi penanda bahwa demokrasi masih dijaga. (*)

You Might Also Like

Polisi Apaan, Suruh Jaga Malah Selundupin Vape Narkoba

Hakim Batal Bacain Vonis Chiko Pembuat Konten Cabul Smanse Pakai AI, Mengapa?

Bikin Bule AS Klepek-klepek, Mantan Artis Indonesia Terseret Love Scamming Rp41 Miliar

Rumah Mewah Disita, Bos Minyak Masih Raib

Bawang Ilegal Masuk Oven: 6.171 Karung Dimusnahkan di Semarang

TAGGED:air kerasaktivis kontrasandrie yunuskontras
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Ammy Pegang Kendali Cilacap, Dari Wabup Kini Jadi Nahkoda
Next Article Dari Senayan ke Cilacap, Ammy Kini Pegang Kendali, Ini Profilnya

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

PEDULI KESEHATAN PERSONEL - PLN Icon Plus SBU Regional Jawa Bagian Tengah membangun kebiasaan peduli kesehatan personel melalui pelaksanaan Daily Health Checking sebelum memulai aktivitas kerja.

PLΝ Icon Plus Bangun Kebiasaan Peduli Kesehatan Personel melalui Daily Health Checking

PSHAT TEMUI JOKOWI - Ketua Umum PSHT Pusat Madiun, Murjoko, dan jajaran pengurus bertemu dengan Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) di kediaman Jokowi, di Solo, Senin (14/9/2026).

Ketua PSHT Pusat Madiun Temui Jokowi di Sumber, Bahas Agenda Politik?

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa.

Detik-detik Purbaya ‘Dipecat’ Prabowo, Masih Pimpin Rapat hingga Telepon dari ‘Bapak’ Berdering

BERSIAP LOMBA - Tiga peserta MTQ Nasional Cabang Fahmil Qur'an dari Maluku Utara sedang menyiapkan diri untuk lomba, Senin (14/9/2026). Satu di antaranya adalah Saifullah, yang mengaku jatuh cinta akan indahnya Semarang. (dul)

Peserta MTQ Nasional dari Ternate Jatuh Cinta Keindahan Semarang

MENKEU BARU - Presiden Prabowo Subianto melakukan reshuffle kabinet lagi. Prabowo melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan (Menkeu) menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa, Senin (14/9/2026).

BREAKING NEWS: Prabowo Reshuffle Kabinet, Suahasil Nazara Gantikan Purbaya sebagai Menkeu

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

POLISI - Ilustrasi anggota Polri (polisi).
Hukum

Dobel Cuan! 4.351 Polisi Aktif Rangkap Jabatan, Dapat Fasilitas dan Gaji Ganda

September 26, 2025
Hukum

Video Tak Senonoh Boyolali Akhirnya Berujung Kursi Camat Melayang

Juli 13, 2026
Kampus Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto.
Hukum

Rektor Unsoed Kena OTT, Siapa Tanda Tangan Ijazah?

Agustus 23, 2026
SIDANG KORUPSI--Bupati Pati, Sudewo, memberi keterangan dalam sidang pemeriksaan terdakwa di Pengadilan Tipikor Semarang, Senin (7/9/2026). (bae)
Hukum

Jaksa KPK Kulik Biaya Nyaleg, Sudewo: Tanya ke Rumput yang Bergoyang

September 7, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Aktivis KontraS Disiram Air Keras, Demokrasi Kembali Diuji
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?