BACAAJA, OKU TIMUR – Operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi di Tegal Rejo, Belitang, OKU Timur, Sumatera Selatan mendadak dihentikan sementara. Keputusan itu muncul setelah sidak yang dilakukan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik Sudaryati Deyang. Dari hasil pengecekan langsung, ditemukan beberapa hal yang dinilai belum sesuai standar dapur program makan bergizi.
Penghentian operasional dapur ini berlaku mulai 11 Maret 2026. Dapur tersebut merupakan bagian dari program Makan Bergizi Gratis yang dikelola melalui SPPG Tegal Rejo. Aktivitas baru bisa berjalan lagi setelah semua standar teknis dipenuhi sesuai aturan program.
Sidak yang dilakukan tim dari Badan Gizi Nasional menemukan sejumlah masalah mendasar. Mulai dari alur dapur yang belum rapi sesuai standar hingga instalasi pengolahan air limbah yang belum layak. Kondisi lingkungan di sekitar dapur juga menjadi sorotan utama.
Bacaaja: Sejumlah Sekolah di Jateng Ramai-ramai Tolak MBG, BGN Pasrah: Boleh Kok!
Bacaaja: Menu MBG Dikeluhkan Tak Layak, Wali Kota Solo Respati Langsung Sidak SPPG Mojosongo
Salah satu temuan yang cukup mengejutkan adalah keberadaan kandang sapi di dekat dapur. Selain itu juga ditemukan sarang burung walet di area sekitar bangunan. Situasi ini dinilai berpotensi mengganggu kebersihan makanan yang nantinya dikonsumsi para siswa.
Saat sidak berlangsung, Nanik sempat mendengar suara sapi dari dekat bangunan dapur. Ia kemudian langsung menanyakan sumber suara tersebut kepada pengelola dapur. Rasa penasaran membuatnya memutuskan mengecek langsung ke lokasi kandang.
Awalnya pengelola menyebut kandang sapi itu baru dibangun setelah dapur berdiri. Namun setelah ditelusuri lebih jauh, fakta yang ditemukan justru berbeda. Kandang tersebut ternyata sudah ada lebih dulu bahkan beberapa bulan sebelum dapur beroperasi.
Temuan itu membuat pihak BGN menilai pembangunan dapur kurang memperhatikan aturan teknis. Dalam juknis program Makan Bergizi Gratis, keberadaan kandang hewan di sekitar dapur tidak diperbolehkan. Hal ini berkaitan langsung dengan standar higienitas pangan.
Selain faktor lingkungan, tim juga mencatat beberapa kekurangan lain. Instalasi IPAL disebut belum memenuhi standar yang ditetapkan. Begitu juga dengan alur dapur yang dinilai belum sesuai prosedur operasional.
Nanik menegaskan bahwa program makan bergizi ini bukan sekadar proyek biasa. Program tersebut merupakan amanah nasional untuk mendukung kesehatan anak-anak Indonesia. Karena itu standar kebersihan dan keamanan pangan harus benar-benar dijaga.
Ia juga menekankan bahwa tidak boleh ada kompromi dalam aspek higienitas dapur. Setiap dapur yang menjalankan program MBG harus mengikuti aturan yang sudah ditetapkan. Jika tidak, operasional bisa dihentikan sementara sampai perbaikan dilakukan.
Karena itulah dapur SPPG Tegal Rejo akhirnya disuspensi. Penghentian ini bersifat sementara sambil menunggu pengelola melakukan perbaikan. Setelah semua syarat terpenuhi, dapur bisa kembali beroperasi.
Nanik juga menyampaikan bahwa sidak akan terus dilakukan di berbagai daerah. Langkah ini dilakukan untuk memastikan program berjalan sesuai standar. Tujuannya agar makanan yang diterima siswa tetap aman dan berkualitas.
Sementara itu, Kepala SPPG Tegal Rejo Agus Waluyo membenarkan status suspensi tersebut. Ia mengatakan dapur memang sedang dievaluasi oleh pihak BGN. Beberapa aspek teknis menjadi fokus utama perbaikan.
Menurut Agus, evaluasi menyangkut alur dapur, instalasi pengolahan limbah, serta kondisi lingkungan. Termasuk keberadaan sarang walet dan kandang sapi di sekitar lokasi. Semua itu harus dibenahi sebelum dapur bisa kembali digunakan.
Ia juga mengakui bahwa sebelumnya belum memahami detail aturan jarak dapur dengan kandang ternak. Penjelasan baru didapat setelah sidak dilakukan oleh Wakil Kepala BGN. Dari situ pengelola mengetahui bahwa kandang hewan tidak boleh berada di sekitar dapur SPPG.
Status suspensi berarti seluruh operasional dapur dihentikan sementara. Penghentian berlaku sejak 11 Maret 2026 sampai perbaikan selesai dilakukan. Setelah standar terpenuhi, dapur baru bisa kembali melayani program MBG.
Pengelola dapur saat ini sudah berkoordinasi dengan yayasan mitra program. Mereka menyatakan siap melakukan renovasi agar fasilitas dapur memenuhi standar. Termasuk kemungkinan memindahkan kandang sapi dan sarang walet dari sekitar lokasi.
Komitmen perbaikan tersebut menjadi langkah awal agar dapur bisa kembali beroperasi. Pihak pengelola berharap semua pembenahan bisa segera selesai. Dengan begitu layanan makan bergizi bagi siswa dapat berjalan lagi.
SPPG Tegal Rejo sendiri mulai melayani program makan bergizi sejak Oktober 2025. Dapur tersebut menyediakan makanan untuk para siswa di wilayah sekitar. Karena itu perbaikan cepat diharapkan agar program penting ini bisa segera berjalan normal kembali. (*)


