BACAAJA, GROBOGAN– Perbaikan ruas jalan Semarang-Godong serta tanggul Sungai Tuntang yang sempat jebol di Desa Tinanding, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan akhirnya rampung.
Jalur tersebut kembali dioperasikan tepat sepekan sebelum Lebaran, setelah sebelumnya sempat terputus akibat tanggul jebol pada 15 Februari 2026 lalu. Pembukaan kembali jalan ditandai dengan dibukanya blokade jalur oleh Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, Jumat (13/3/2026).
Baca juga: Wagub Pastikan Perbaikan Jalan di Jateng Rampung H-10 Lebaran
Begitu jalan resmi dibuka, para pengguna jalan langsung melintas dengan wajah sumringah. Salah satu pengendara motor bahkan spontan menyampaikan rasa lega saat melintas di depan gubernur. “Alhamdulillah sudah jadi, sudah lancar. Tidak perlu muter jauh lagi,” ujarnya.
Tak hanya pengguna jalan, warga Desa Tinanding yang terdampak langsung banjir juga terlihat antusias. Sejak pagi mereka sudah berkumpul di lokasi setelah mendengar kabar gubernur akan datang meninjau sekaligus membuka kembali jalur tersebut.
Suasana makin ramai saat rombongan gubernur tiba. Warga menyambut dengan sapaan hangat dan ucapan terima kasih. Salah seorang warga, Yanti (56), mengaku lega setelah tanggul dan jalan akhirnya selesai diperbaiki. “Ayem, makplong. Tidak takut banjir lagi. Kemarin pas tanggul jebol, air langsung masuk ke desa sampai ke rumah-rumah,” katanya.
Sambutan Warga
Melihat sambutan hangat warga, Ahmad Luthfi pun menghampiri mereka. Suasana mendadak pecah. Ada warga yang histeris berterima kasih, bahkan ada yang sampai meneteskan air mata. Luthfi mencoba mencairkan suasana dengan candaan, memeluk warga, dan melayani foto bersama.
“Seneng napa mboten? Semoga tidak banjir lagi. Selamat berpuasa, sebentar lagi Lebaran, semoga semuanya sejahtera,” kata Luthfi. Ia menegaskan ruas jalan Semarang-Godong sangat penting karena menjadi jalur utama penghubung aktivitas ekonomi dan logistik masyarakat.
Selama jalan tersebut terputus, warga harus mengambil jalur memutar yang cukup jauh. “Ini menghubungkan Semarang, Demak, sampai Purwodadi. Jalur penting sekali. Makanya saya minta kemarin harus cepat selesai. Targetnya H-7 Lebaran, dan alhamdulillah bisa tercapai,” jelasnya.
Baca juga: Operasi Ketupat Candi Dimulai, Jateng Siap Tampung 38 Juta Pemudik
Dalam kesempatan itu, Luthfi juga mengingatkan pemerintah daerah serta para pemangku kepentingan untuk merawat tanggul sungai agar kejadian serupa tidak terulang. Ia menyarankan agar dilakukan penanaman pohon di sekitar tanggul serta mengajak masyarakat menjaga kebersihan sungai. “Rawat tanggulnya, tanami pohon, dan masyarakat juga jangan buang sampah sembarangan,” pesannya.
Jalan sudah mulus lagi, tanggul sudah berdiri lagi. Sekarang tinggal satu PR kecil: jangan sampai banjir berikutnya datang bukan karena hujan, tapi karena kita masih hobi buang sampah sembarangan. (tebe)


