Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Indonesia Masuk 2 Besar Kasus Campak Tertinggi Dunia, IDAI: Jangan Tunda Imunisasi Anak
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Indonesia Masuk 2 Besar Kasus Campak Tertinggi Dunia, IDAI: Jangan Tunda Imunisasi Anak

R. Izra
Last updated: Maret 10, 2026 9:03 pm
By R. Izra
3 Min Read
Share
Ilustrasi campak pada anak.
Ilustrasi campak pada anak.
SHARE

BACAAJA, JAKARTA – Kasus campak di Indonesia kembali bikin waspada. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengingatkan masyarakat agar segera mengejar imunisasi anak karena angka kasus masih cukup tinggi.

Sepanjang 2025, tercatat 63.769 kasus suspek campak, dengan 11.094 kasus terkonfirmasi dan 69 kematian. Sementara hingga minggu ke-7 tahun 2026, sudah ada 8.224 kasus suspek, 572 kasus terkonfirmasi, dan 4 kematian.

Berdasarkan data World Health Organization (WHO) yang dirilis Centers for Disease Control and Prevention (CDC) per Februari 2026, Indonesia bahkan masuk peringkat kedua negara dengan kasus campak tertinggi di dunia, di bawah Yaman dan di atas India.

Bacaaja: 62 Kasus Super Flu di Indonesia Dimodinasi Anak-anak, IDAI Ingatkan Hal Ini
Bacaaja: Kritik Berujung Pemecatan, Nasib Dokter Piprim usai Kritisi Kebijakan Menkes soal Kolegium

Ketua Umum IDAI Piprim Basarah Yanuarso mengatakan kondisi ini perlu ditangani serius.

“Imunisasi adalah hak dasar anak. Kita harus bergerak cepat supaya anak-anak Indonesia terlindungi,” ujarnya.

Menurut IDAI, salah satu masalah utama adalah cakupan imunisasi campak-rubella yang belum mencapai target.

Pada 2024, imunisasi dosis kedua (MR2) baru mencapai 82,3 persen, masih jauh dari target nasional 95 persen yang dibutuhkan untuk membentuk herd immunity atau kekebalan kelompok.

Karena itu, IDAI mendorong kejar imunisasi bagi anak usia 9 bulan hingga kurang dari 15 tahun yang belum mendapat vaksin.

Ketua Satgas Imunisasi IDAI Hartono Gunardi menjelaskan, banyak anak yang tertinggal imunisasi sejak masa pandemi Covid-19.

“Pandemi sempat mengganggu layanan imunisasi rutin. Akibatnya muncul kantong-kantong anak yang belum terlindungi,” jelasnya.

Ia juga menegaskan vaksin MR aman dan sudah melalui evaluasi ketat oleh BPOM.

Bisa berujung komplikasi serius

Selain imunisasi, IDAI juga mengingatkan pentingnya penanganan dan pencegahan penularan.

Dokter anak Edi Hartoyo menjelaskan bahwa hingga kini belum ada antivirus khusus untuk campak. Pengobatan biasanya bersifat suportif, seperti istirahat cukup, nutrisi, cairan, dan pemberian vitamin A.

Vitamin A terbukti bisa menurunkan risiko kematian hingga 50 persen pada pasien campak.

Pasien juga perlu diisolasi, karena virus campak dapat menular sejak empat hari sebelum hingga empat hari setelah ruam muncul.

Melihat situasi ini, IDAI mengajak orang tua, tenaga kesehatan, hingga pemerintah untuk bersama-sama meningkatkan imunisasi dan pengawasan kasus.

Menurut Piprim, kematian akibat campak sebenarnya bisa dicegah karena vaksin sudah tersedia gratis di fasilitas kesehatan.

“Kita punya alat pencegahan yang aman dan efektif. Jangan tunda imunisasi, dan segera bawa anak ke fasilitas kesehatan kalau muncul gejala,” tegasnya. (*)

You Might Also Like

2.700 Pelari dari 14 Negara Serbu Merbabu Skyrace 2026

Shin Tae-yong Dipecat di Indonesia, Kini Melatih Lagi

100 Hari Wafatnya Mbah Dukuh: Merayakan Gagasan & Cinta KH M Imam Aziz

Timnas Spanyol Berlatih di Tengah Kabut Asap, Kebakaran Hutan Ancam Final Piala Dunia 2026

Nusakambangan Tak Cuma Penjara, Kini Panen Udang, Telur hingga Harapan

TAGGED:anakcampakheadlineidaiindonesiakasus campakkomplikasi
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Mudik Gratis Pemprov, 346 Bus dan 17 Kereta Siap Antar Pemudik ke Kampung Halaman
Next Article Kejari Bantu Tagih Tunggakan BPJS

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Awas.. Diabetes Bisa Bikin Mata ‘Diam-Diam’ Rusak

Gigi Susu Jangan Dianggap Cuma Numpang Lewat

Cinta Sehat Bukan Cuma Soal Bucin

Pacaran Umur 20-an, Drama Bukan Cuma Soal Cemburu

Rusunawa Bukan Buat Diperjualbelikan, Pemkot Beresin Calo sampai Oper Sewa Diam-Diam

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Faradiba Anugerah Kaay (tiga dari kiri) di Kampus SCU Bendan Kota Semarang, Rabu (28/1/2026). Foto: Eka Setiawan
Pendidikan

Prihatin Kesehatan Mental di Papua, Psikolog Putri Lulusan SCU Ingin Mengabdi di Tanah Kelahiran

Januari 29, 2026
Hukum

Moge Lepas Kendali, Bocah 10 Tahun Tewas Kesambar

Mei 3, 2026
Viral

Motor Sama, Komentar Nyala: Aura Kasih Muncul di IG Lisa Mariana

Desember 27, 2025
Hukum

Nggak Cuma Striptis, Mansion Karaoke juga Layani Esek-esek

November 12, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Indonesia Masuk 2 Besar Kasus Campak Tertinggi Dunia, IDAI: Jangan Tunda Imunisasi Anak
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?