Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Pemprov Dukung Penguatan Gizi dan Literasi Alquran Santri
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Pemprov Dukung Penguatan Gizi dan Literasi Alquran Santri

Di banyak pesantren, cerita klasiknya masih sama: santri belajar Alquran gantian karena mushaf terbatas, sementara urusan gizi kadang juga belum ideal. Nah, program bernama AGUS hadir mencoba memecah dua masalah itu sekaligus, bikin santri makin dekat dengan Alquran, tapi juga tetap kuat karena gizinya dijaga.

T. Budianto
Last updated: Maret 9, 2026 8:01 pm
By T. Budianto
4 Min Read
Share
LEPASKAN BALON: Wagub Jateng, Taj Yasin Maimoen melepaskan balon tanda peluncuran program AGUS di Pondok Pesantren Al Uswah, Gunungpati, Kota Semarang, Minggu, (8/3/2026). (Foto: Pemprov Jateng)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG– Pemprov Jateng ikut menyambut hangat peluncuran program Gerakan Alquran dan Gizi untuk Santri (AGUS) yang digagas Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Program ini resmi diluncurkan di Pondok Pesantren Al Uswah, Gunungpati, Kota Semarang, Minggu (8/3/2026), dan langsung mendapat dukungan dari Wagub Jateng , Taj Yasin Maimoen.

Menurut Taj Yasin, program AGUS bukan sekadar bagi-bagi kitab suci atau bantuan makanan. Lebih dari itu, ini adalah langkah nyata untuk memperkuat kualitas santri, baik dari sisi spiritual maupun kesehatan.

“Pemprov Jateng mengapresiasi PBNU dan seluruh jaringan NU yang ikut menyukseskan dua program ini, yaitu penguatan pembelajaran Alquran melalui distribusi mushaf serta dukungan terhadap pemenuhan makanan bergizi,” kata Taj Yasin.

Baca juga: Ratusan Hafiz Terima Tali Asih dari Pemprov Jateng, Setiap Santri Dapat Rp1 Juta

Ia menjelaskan, selama ini Pemprov Jateng juga punya perhatian khusus pada pendidikan Alquran. Salah satunya dengan memberikan tali asih kepada para penghafal Alquran sebagai bentuk penghargaan sekaligus motivasi bagi generasi muda.

Harapannya, semakin banyak santri yang terdorong untuk membaca, menghafal, dan mengamalkan isi Alquran dalam kehidupan sehari-hari. “Dengan adanya distribusi mushaf ini, kami berharap semakin banyak santri yang terdorong untuk mempelajari, menghafal, dan mengamalkan Alquran,” ujarnya.

Program AGUS sendiri langsung tancap gas dengan menyalurkan 100 ribu mushaf Alquran dengan nilai sekitar Rp10 miliar, serta bantuan 20 ton telur untuk pesantren. Inisiatif ini digagas oleh Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) PBNU bekerja sama dengan Yayasan Al Fatihah.

Kebutuhan Santri

Manajer Program AGUS, Ulun Nuha mengungkapkan, kebutuhan dukungan bagi santri sebenarnya masih sangat besar. Berdasarkan data Kementerian Agama, terdapat lebih dari 28 ribu pesantren yang berafiliasi dengan NU, dengan sekitar 1,6 juta santri mukim, bahkan totalnya bisa mencapai lima juta santri di seluruh Indonesia.

Di sejumlah pesantren, kata Ulun, keterbatasan mushaf Alquran masih menjadi persoalan. Tidak sedikit santri yang harus bergantian saat belajar karena jumlah kitab yang tersedia terbatas. Selain itu, persoalan gizi juga masih menjadi tantangan.

Beberapa riset bahkan menunjukkan lebih dari 50 persen santri perempuan mengalami kekurangan gizi. “Santri adalah masa depan kita. Oleh karena itu RMI PBNU bekerja sama dengan Yayasan Al Fatihah meluncurkan program Gerakan Alquran dan Gizi untuk santri,” jelasnya.

Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf, menambahkan bahwa program AGUS juga menjadi bagian dari upaya organisasi dalam mendukung program pemenuhan gizi nasional. PBNU bahkan telah bekerja sama dengan pemerintah untuk membangun Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai daerah.

Saat ini hampir 200 titik sudah diresmikan, sementara lebih dari 300 lainnya masih dalam proses pembangunan. Melalui kolaborasi tersebut, diharapkan pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan agama, tetapi juga tempat tumbuhnya generasi yang sehat dan berkualitas.

“Alhamdulillah sore hari ini, RMI meluncurkan satu lagi program yang menjadi wujud ikhtiar untuk menyumbangkan bantuan, menambah yang dirasakan sebagai kebutuhan di lingkungan ponpes,” kata Yahya.

Baca juga: Ratusan Hafiz Terima Tali Asih dari Pemprov Jateng, Setiap Santri Dapat Rp1 Juta

Kadang kita terlalu sibuk membayangkan masa depan Indonesia yang canggih, AI, teknologi, ekonomi digital, padahal pondasinya sederhana: anak-anak yang cukup makan dan cukup kitab untuk belajar. Jadi sebelum mimpi Indonesia maju melambung tinggi, mungkin memang harus dimulai dari dua hal paling dasar di pesantren: Alquran di tangan, telur di piring. (tebe)

You Might Also Like

Si Jago Merah Ngamuk di Metro Sport Center, Kerugian Ditaksir Rp5 M

11.800 Ton Bawang Merah Brebes Terbang Ke Thailand, Singapura dan Vietnam

PBI Nonaktif, Pemkot: Santai, Warga Tetap Bisa Berobat

Senggol PDIP soal Sikap Politik, Jazilul PKB: Kami Semua Sedang Berjuang Keras

70 Pelajar Naik Ring, Tinju Semarang Cari Bibit Baru

TAGGED:headlinePBNUpemprov jatengsantri jatengwagub jateng
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Kinerja Pemprov Jateng Diapresiasi Pusat
Next Article Berburu Lailatul Qadr

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

MENUNGGU KERETA: Penumpang perempuan sedang menunggu kereta di Stasiun Semarang Tawang. (ist)

Makin Banyak Perempuan Naik Kereta, KAI Semarang Siapkan Fasilitas Khusus

PETA HUJAN: Peta Prediksi Awal Musim Hujan 2026/2027 di Jawa Tengah yang dirilis oleh BMKG. (ist)

BMKG: Hujan di Jateng Baru Merata November-Desember, Puncaknya Awal 2027

PAPARKAN HASIL RISET - Dosen Untag Semarang yang tergabung dalam tim penelitian dan pengabdian masyarakat memaparkan hasil penelitian mereka yang berdampak, terkait persoalan sehari-hari yang dihadapi masyarakat.

Riset Berdampak Dosen Untag Semarang: dari Nasib Driver Online, UMKM, hingga Sampah

KEJUTAN PELANGGAN - Kukuh Amin Bahtiar menjadi salah satu pelanggan setia Iconnet yang menerima kejutan ulang tahun dari PLN Icon Plus.

HUT ke-26 PLN Icon Plus, ICONNET Birthday Surprise Hadirkan Apresiasi Pelanggan di Purwokerto

CEK ADUAN: Petugas sedang mengecek aduan masyarakat yang masuk via situs laporsemar.semarangkota.go.id. (ist)

Pemkot Semarang Klaim Selesaikan Ribuan Aduan dari Penerangan hingga Jalan Rusak

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

KONSER PERLAWANAN - Selain melalui orasi, massa Jateng Guyub juga menyampaikan orasi dan perlawanan melalui musik. Hari kedua aksi, Kamis (23/7/2026), massa aksi fokus pada isu-isu lingkungan. (dul)
Info

Dari Orasi ke Irama, Konser Perlawanan di Hari Kedua Aksi ‘Jateng Guyub’

Juli 23, 2026
Ekonomi

Balik Nama Gratis, Masih Nunda?

April 8, 2026
ILUSTRASI KEBAKARAN: Petugas pemadam kebakaran Pemkab Jepara berupaya melakukan pemadaman api di pabrik bahan baku tas dan sepatu PT Chengqi Industrial Indonesia di Desa Pringtulis, Kecamatan Nalumsari, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah yang terbakar, Sabtu (17/1/2026). (Damkar Jepara)
Info

Ratusan Kios Ludes dalam Semalam, Polisi Selidiki Kebakaran Pasar Kanjengan Semarang

April 30, 2026
Hukum

8 Fakta Terbaru Kasus Rektor Unsoed Ditangkap KPK

Agustus 23, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Pemprov Dukung Penguatan Gizi dan Literasi Alquran Santri
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?