Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Berburu Lailatul Qadr
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Opini

Berburu Lailatul Qadr

Redaktur Opini
Last updated: Maret 10, 2026 8:53 am
By Redaktur Opini
5 Min Read
Share
SHARE

Akhmad Idris, dosen  sekaligus awardee BPI 2023 program doktoral di Universitas Negeri Malang.

Nabi Muhammad SAW ingin semua umatnya tetap waspada setiap hari pada saat bulan Ramadan.

 

Banyak sekali keistimewaan bulan Ramadan, tetapi satu hal yang selalu diburu umat muslim se-dunia dari bulan ini adalah keberadaan malam yang lebih baik dari seribu bulan, Lailatul Qadr. Saking istimewanya, sudah menjadi kebiasaan bagi masyarakat Indonesia (bahkan mungkin di seluruh dunia) untuk meningkatkan intensitas ibadah di ujung malam-malam ganjil Ramadan.

Hal itu disebabkan oleh beberapa riwayat yang menyebutkan bahwa malam itu terjadi di ujung malam-malam ganjil Ramadan. Hampir seluruh umat Islam se-dunia sibuk memburu malam itu, tetapi menangkapnya tidak semudah mengedipkan mata. Bentuknya yang kasat mata, waktunya yang rahasia, dan lokasinya yang tak dapat dikira-kira membuatnya semakin terkesan sulit dijamah oleh manusia biasa. Oleh sebab itu, hanya manusia-manusia beruntung yang berhasil menangkapnya. Meskipun masih menjadi rahasia, tapi Nabi Muhammad dan ulama-ulama terdahulu memberikan ‘bocoran’ untuk mempermudah melakukan pemburuan.

Beberapa di antaranya adalah ‘bocoran’ yang terdapat dalam hadits marfu’ dari Ubadah bin Shomit yang menyebutkan bahwa malam Lailatul Qadr adalah malam yang bersih dan terang benderang, seolah di malam itu rembulan bercahaya dengan anggun. Pada malam itu tak berhawa dingin, juga tak berhawa panas. Tak hanya itu, bintang-bintang juga seakan betah berdiam diri di tempatnya hingga waktu Subuh tiba.

Sementara pada pagi harinya, matahari menyapa dengan mempesona. Tidak terlalu menyengat, bahkan matahari bersinar selayaknya bulan purnama. Khusus pagi itu, para setan mendapatkan ‘cuti’ dari Pemilik-nya untuk melepas lelah dari kesibukan mengganggu manusia. Sejak dulu, mengganggu manusia memang pekerjaan yang sangat melelahkan sebab manusia sering tidak terdeteksi kemauannya. Yang tampaknya baik ternyata mencekik, sedangkan yang terlihat jahat malah memeluk dengan hangat.

Tak hanya dari Ubadah bin Shomit, Ubay bin Ka’b juga menuturkan bahwa Nabi Muhammad memberikan sebuah clue jika keesokan hari dari malam Lailatul Qadr adalah matahari terbit tanpa memberikan sengatan sinar meskipun telah terbit dengan tinggi. Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim. Lewat dua hadits ini, agaknya Nabi Muhammad ingin semua umatnya tetap waspada di setiap hari saat bulan Ramadan.

Dua hadits itu secara khusus menjelaskan tentang kondisi alam pada malam Lailatul Qadr dan keesokan harinya. Pada dasarnya, seorang pemburu sejati akan selalu bersiaga setiap waktu. Tak hanya bersiaga di waktu-waktu tertentu, karena ‘buruan’ kali ini tidak bisa ditebak karakter dengan pasti. Ia hanya bisa dikenali dengan tanda, sedangkan ia sendiri bisa saja datang seenaknya pada saat semua pemburunya sedang bersantai ria, menunggu waktu yang yang kerap disebut dengan istilah ‘biasanya’.

Di dalam kitab Kanz al-Ghufron, kitab yang secara khusus menjelaskan hal-hal spesifik di dalam bulan Ramadan, karya Abi Muhammmad Ahmad Romly Abd al-Majid as-Syafi’i al-Qorsi’i al-Makky, disebutkan bahwa sebagian dari ulama madzhab Maliki dan Syafi’i mensyaratkan pengetahuan sebagai syarat utama mendapatkan Lailatul Qadr. Artinya, Lailatul Qadr tidak akan didapatkan oleh orang yang tidak diberitahu oleh Sang Penguasa waktu.

Meskipun seseorang telah beribadah tanpa henti guna mendapati Lailatul Qadr, tetapi jika Sang Penguasa waktu tidak memberitahunya bahwa malam itu adalah malam Lailatul Qadr, maka ia tak akan pernah mendapatkan keutamaan Lailatul Qadr. Sederhananya, penerima penghargaan Lailatul Qadr adalah orang-orang pilihan yang terpilih atas dasar kebijaksanaan, bukan orang-orang yang mencari peruntungan hanya pada waktu-waktu tertentu saja.

Pandangan seperti yang telah disebutkan di atas pada dasarnya tak dianut oleh semua ulama, sebab ada juga ulama yang tidak mensyaratkan ‘pengetahuan’ sebagai kunci mendapatkan Lailatul Qadr. Meskipun seseorang tidak diberitahu ihwal kesejatian malam Lailatul Qadr, asalkan ia bersungguh-sungguh dalam beribadah dan yakin akan mendapatkannya, maka ia tetap memiliki kesempatan untuk mendapatkan keutamaan malam yang lebih baik dari seribu bulan.

Hadits tentang ‘bocoran’ Lailatul Qadr terletak di sepuluh hari terakhir Ramadan (terlebih di malam-malam ganjil) pada dasarnya bertujuan untuk peningkatan intensitas ibadah, bukan untuk meremehkan dua puluh malam sebelumnya. Oleh sebab itu, sebaran pendapat para ulama yang terkesan tidak ‘satu suara’ dalam memastikan Lailatul Qadr menjadi pesan kehati-hatian untuk setiap pemburu agar tetap waspada sejak pembuka Ramadan tiba.

Sangat ironis jika para pemburu hanya bersiaga di pengujung Ramadan, padahal buruannya memilih berkeliaran di pembuka dan pertengahan Ramadan. Memasuki pengujung Ramadan, sang buruan memilih untuk kembali memasuki tempat persembunyiannya dan akan kembali berkeliaran di tahun depan. Akhir kata, selamat menjadi pemburu yang sejati. Sebab hanya yang sejati, yang tidak akan bersedih hati.(*)

 

*Tulisan dari penulis esai dan artikel tidak mewakili pandangan dari redaksi. Hal-hal yang mengandung konsekuensi hukum di luar tanggung jawab redaksi.

You Might Also Like

Karhutla dan Kekejaman Antroposen

Seni Menjaga Diri di Tengah Zaman Edan

Bagaimana Quentin Tarantino Mengolok-olok Polisi di Film-Filmnya

Pajak dan Kisah Suami-Istri

Perempuan Itu Jatuh Berkali-Kali Tetapi Tetap Bangkit dan Terus Bertahan

Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Pemprov Dukung Penguatan Gizi dan Literasi Alquran Santri
Next Article Truk trailer tersangkut di perlintasan Kaligawe, Kota Semarang. (ist) Trailer Nyangkut di Perlintasan Kaligawe Bikin 10 Kereta Delay Berjam-jam

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

MENUNGGU KERETA: Penumpang perempuan sedang menunggu kereta di Stasiun Semarang Tawang. (ist)

Makin Banyak Perempuan Naik Kereta, KAI Semarang Siapkan Fasilitas Khusus

PETA HUJAN: Peta Prediksi Awal Musim Hujan 2026/2027 di Jawa Tengah yang dirilis oleh BMKG. (ist)

BMKG: Hujan di Jateng Baru Merata November-Desember, Puncaknya Awal 2027

PAPARKAN HASIL RISET - Dosen Untag Semarang yang tergabung dalam tim penelitian dan pengabdian masyarakat memaparkan hasil penelitian mereka yang berdampak, terkait persoalan sehari-hari yang dihadapi masyarakat.

Riset Berdampak Dosen Untag Semarang: dari Nasib Driver Online, UMKM, hingga Sampah

KEJUTAN PELANGGAN - Kukuh Amin Bahtiar menjadi salah satu pelanggan setia Iconnet yang menerima kejutan ulang tahun dari PLN Icon Plus.

HUT ke-26 PLN Icon Plus, ICONNET Birthday Surprise Hadirkan Apresiasi Pelanggan di Purwokerto

CEK ADUAN: Petugas sedang mengecek aduan masyarakat yang masuk via situs laporsemar.semarangkota.go.id. (ist)

Pemkot Semarang Klaim Selesaikan Ribuan Aduan dari Penerangan hingga Jalan Rusak

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Opini

Perihal Pajak dan Kekhawatiran Seorang Lelaki Beristri

Februari 19, 2026
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo membentuk Tim Transformasi Reformasi Kepolisian di saat Presiden Prabowo juga sedang membentuk Tim Reformasi Kepolisian dari eksternal kepolisian. Foto: dok.
Opini

Polisi Masa Kini: Antara Transformasi Serius dan Upgrade Aplikasi yang Masih Loading

September 15, 2025
Opini

Rabiah dan Seni Mencintai Tuhan

Desember 24, 2025
Opini

Ketika Guru jadi Tumbal Makan Bergizi Gratis

Agustus 12, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Berburu Lailatul Qadr
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?