Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Banjir Pesisir dan Dinding Raksasa yang Belum Menjawab
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Opini

Banjir Pesisir dan Dinding Raksasa yang Belum Menjawab

Setiap kali hujan deras mengguyur pesisir utara Jawa Tengah, terutama Kota Semarang, warga seperti sudah hafal naskah penderitaannya. Air naik, jalan berubah menjadi sungai, kendaraan terjebak, dan rumah-rumah kembali tergenang. Tahun berganti, pejabat berganti, tetapi kisahnya tak berubah. Dari Pekalongan hingga Demak, derita akibat rob dan banjir menjadi semacam tradisi yang tak pernah benar-benar berakhir.

T. Budianto
Last updated: Oktober 25, 2025 5:04 pm
By T. Budianto
4 Min Read
Share
BANJIR KALIGAWE: Banjir setinggi lutut orang dewasa menggenangi kawasan Kaligawe, Kamis (23/10). BPBD Jateng mengerahkan mobil pump untuk menyedot air yang menggenang. (Foto: Humas Pemprov)
SHARE

KHUSUS di Semarang, banjir bukan lagi bencana musiman, melainkan fenomena struktural yang merefleksikan betapa rapuhnya tata kelola ruang di kawasan pesisir. Proyek demi proyek telah dijalankan, mulai dari pembangunan tanggul, penambahan pompa air, hingga normalisasi sungai, namun semua terasa parsial.

Setiap kali genangan muncul, yang mengalir bukan hanya air, tetapi juga pertanyaan publik: sampai kapan kota ini dibiarkan terus basah oleh janji-janji yang belum kering?

Pemerintah pusat kini menggulirkan gagasan besar: pembangunan Great Sea Wall, tembok laut raksasa yang diklaim sebagai benteng utama menghadapi naiknya permukaan air laut dan ancaman banjir pesisir. Proyek ambisius ini diharapkan melindungi pantai utara Jawa, termasuk Semarang, dari kerusakan yang kian parah akibat abrasi dan rob.

Secara konsep, Great Sea Wall terdengar menjanjikan. Namun, kita perlu jujur bahwa sebuah dinding tidak otomatis menjawab akar persoalan banjir. Ia mungkin menahan air laut dari luar, tetapi tidak akan mampu menyelesaikan persoalan air dari dalam: saluran drainase yang buruk, sungai yang dangkal, lahan resapan yang menyusut, serta penurunan muka tanah yang kian masif akibat eksploitasi air tanah tanpa kendali.

Masalah Baru

Lebih jauh, proyek berskala besar seperti Great Sea Wall juga berpotensi menimbulkan masalah baru jika tidak dirancang dengan sensitif terhadap lingkungan dan sosial masyarakat pesisir.

Ekosistem mangrove bisa terancam, kawasan nelayan bisa kehilangan akses ke laut, dan pola hidup masyarakat pesisir bisa terganggu. Dinding raksasa bukan sekadar struktur beton; ia juga simbol dari arah kebijakan, apakah kita sedang membangun perlindungan, atau justru menutup mata dari akar masalah.

Yang diperlukan bukan hanya dinding tinggi, tetapi rencana besar yang terintegrasi. Great Sea Wall semestinya menjadi bagian dari strategi nasional pengelolaan pesisir utara Jawa, yang menggabungkan kebijakan tata ruang, konservasi ekosistem, serta penataan ulang kawasan perkotaan yang sudah terlalu padat.

Tanpa sinergi kebijakan lintas daerah, lintas kementerian, dan lintas sektor, proyek sebesar apa pun akan menjadi tambal sulam yang cepat lapuk.

Kita juga perlu memastikan bahwa pendekatan pembangunan tidak hanya berorientasi pada fisik, tetapi juga pada daya tahan sosial masyarakat. Program adaptasi masyarakat pesisir, peningkatan kapasitas drainase kota, dan revitalisasi mangrove semestinya berjalan beriringan dengan proyek besar seperti Great Sea Wall. Tanpa itu, tembok megah hanya akan menjadi monumen kebanggaan yang tak mampu menahan realitas.

Warga pesisir Jawa Tengah, terutama di Semarang, sudah terlalu sering mendengar janji perbaikan. Yang mereka butuhkan sekarang adalah tindakan nyata dan keberanian politik untuk menata ulang kota secara menyeluruh. Tidak ada kota yang modern jika setiap hujan masih membuat warganya terperangkap di genangan. Tidak ada pembangunan berkelanjutan jika masyarakat pesisir terus menjadi korban dari tata ruang yang tak berpihak.

Great Sea Wall mungkin penting, tetapi bukan jawaban tunggal. Solusi sejati ada pada kemauan untuk menata ulang arah pembangunan yang selama ini hanya berlari mengejar pertumbuhan ekonomi tanpa memperhitungkan daya dukung lingkungan.

Karena sejatinya, yang sedang kita hadapi bukan hanya naiknya permukaan laut, tetapi juga turunnya komitmen kita menjaga bumi tempat kita berpijak.

Air mungkin akan selalu datang. Namun masa depan pesisir Jawa Tengah bergantung pada pilihan kita hari ini: apakah membangun dinding yang kokoh, atau membangun kebijakan yang berpihak pada manusia dan alam. (*)

 

You Might Also Like

Mudik Aman, Wisata Nyaman: Parakan-Dieng Resmi Mulus

Jaga Harga Sembako, Pemprov Gelar Ratusan Pasar Murah

Agustina Siap Bangun Jembatan di Bandarharjo

1.150 Tenaga Pendidik Joging Bareng di Selo

Saat Ribuan Warga Klaten Bilang “Siap Lepas dari Bansos”

TAGGED:banjir kaligawegreat sea wallpemkot semarangpemprov jatengpupr
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Air Pegunungan Kok Sumur Bor? Konsumen Tanya-Tanya
Next Article BNPB melakukan operasi modifikasi cuaca (OMC) sebagai upaya mengatasi banjir di Semarang dan Grobogan. BNPB Ngegas Operasi Modifikasi Cuaca, Atasi Banjir Semarang–Grobogan

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

PROTES HARGA PAKAN - Peternak di Temanggung membagikan 5.000 ayam petelur kepada warga, sebagai bentuk protes atas mahalnya harga pakan ternak, Senin (10/8/2026). Menurut peternak, lebih ayam itu dibagikan kepada warga daripada mati di kandang. (*)

Demo Harga Pakan Mahal Tak Terjangkau, Peternak Temanggung Bagikan Gratis 5.000 Ayam Petelur

TAWARKAN INVESTASI--Wali Kota Agustina Wilujeng mempresentasikan proposal Semarang Logistic Hub UCC Terboyo dalam Investment Challenge 2026 di Gumaya Hotel Tower Semarang, Senin (10/8/2026). (ist)

Pemkot Canangkan UCC Terboyo Jadi Mesin Ekonomi Baru Semarang

Otak Encer Tetapi Jiwa Kehilangan Hati Nurani

CALON TUNGGAL - Presiden Prabowo Subianto resmi mengajukan nama Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur BI.

Prabowo Ajukan Destry Damayanti Jadi Calon Tunggal Gubernur BI, Begini Respons DPR

SAKSI SIDANG--Kepala Desa Sidoluhur, Sudardi duduk di kursi roda saat bersaksi di sidang korupsi Bupati Pati, Sudewo, di Semarang, Senin (10/8/2026). (bae)

Sakit dan Pakai Kursi Roda, Kades dari Pati Tetap Bersaksi di Sidang Sudewo

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Daerah

ASN Semarang Diminta Nggak Cuma Sibuk, Tapi Berdampak

Januari 2, 2026
Hukum

Puluhan Lapak PKL di Atas Drainase Pasar Kobong Ditertibkan

Januari 15, 2026
Ekonomi

Tahun Ajaran Baru, Seragam Sekolah Diburu

Juli 9, 2026
Ekonomi

Said Iqbal ke PT Victory: Jangan Kabur Dulu, Hak 846 Buruh Harus Beres!

Juli 28, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Banjir Pesisir dan Dinding Raksasa yang Belum Menjawab
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?