BACAAJA, SEMARANG – Menu Americano pelan-pelan menghilang dari berbagai coffe shop, di Tanah Air. Mengapa?
Ada yang beda dari papan menu beberapa coffee shop belakangan ini. Nama Americano pelan-pelan mulai menghilang. Bukan karena minuman ini nggak laku, tapi karena sebagian kedai kopi memilih mengganti namanya.
Sekarang, di beberapa tempat kamu mungkin bakal nemu menu dengan nama hot black, ice black, atau long black. Padahal sebenarnya minumannya tetap sama: espresso yang ditambah air panas.
Bacaaja: Respati Janji Kawal Kepulangan, 120 Jemaah Umrah Solo Tertahan Imbas Perang Iran-AS
Bacaaja: Bupati Kepahiang Rela Terbang Jauh ke Temanggung, Mau Bongkar Rahasia Kopi!
Fenomena ini yang muncul di tengah situasi politik global yang lagi panas, terutama setelah konflik besar yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel ini diungkap oleh akun Instagram (IG) @larka2294.
Kata dia, sentimen anti-Amerika ikut menguat di berbagai tempat, dan ternyata efeknya sampai ke dunia perkopian.
Beberapa pemilik coffee shop merasa nama “Americano” terlalu identik dengan Amerika. Di tengah kritik terhadap kebijakan Presiden Donald Trump dan peran Washington dalam konflik global, sebagian kedai memilih langkah kecil: mengganti nama minuman di menu.
“Sebenarnya bukan menghapus, tapi mengubah namanya,” kata pemilik nama asli Riyanto itu, dalam unggahannya, belum lama ini.
Buat mereka, ini bukan gerakan politik besar. Tapi setidaknya jadi bentuk sindiran halus terhadap situasi dunia yang makin panas.
Menariknya, tren ganti nama Americano sebenarnya sudah sempat muncul sebelumnya di Kanada. Beberapa coffee shop di sana mengganti nama minuman itu jadi “Canadiano.”
Langkah itu muncul sebagai bentuk protes ringan terhadap kebijakan tarif impor dari Amerika Serikat yang sempat memicu ketegangan dagang antara dua negara.
Cerita soal “Canadiano” kemudian viral di media sosial. Banyak yang melihatnya sebagai bentuk satire politik yang kreatif. Dari situ, beberapa kedai di tempat lain ikut-ikutan mengganti nama Americano dengan istilah yang lebih netral seperti black coffee atau hot black.
Padahal kalau ditarik ke belakang, nama Americano sendiri punya cerita sejarah.
Minuman ini populer sejak World War II. Saat itu tentara Amerika yang berada di Italia merasa espresso terlalu kuat. Akhirnya mereka menambahkan air panas supaya rasanya lebih ringan.
Dari situlah muncul istilah caffè Americano, yang kemudian menyebar ke seluruh dunia dan jadi salah satu menu kopi paling umum di coffee shop.
Tapi sekarang, di tengah tensi geopolitik yang lagi tinggi, bahkan nama kopi pun bisa ikut terseret arus politik.
Jadi kalau suatu hari kamu datang ke coffee shop dan nggak nemu Americano di menu, jangan kaget. Kemungkinan besar kopinya masih sama—cuma namanya aja yang “rebranding” karena dunia lagi panas. (dul)


