Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Tolak Undangan Istana, Tiyo Pilih Konsisten Lawan Arus
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Nasional

Tolak Undangan Istana, Tiyo Pilih Konsisten Lawan Arus

Menurut Tiyo, kritik itu bukan cuma soal MBG. Ia juga menyoroti revisi UU TNI sampai mekanisme mandatory spending yang dinilai berkaitan erat dengan pembiayaan program tersebut.

Nugroho P.
Last updated: Maret 1, 2026 5:13 pm
By Nugroho P.
3 Min Read
Share
Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto
SHARE

BACAAJA, YOGYAKARTA – Sorotan publik belum juga geser dari Ketua BEM Universitas Gadjah Mada (UGM), Tiyo Ardianto. Setelah sempat diteror usai vokal mengkritik program Makan Bergizi Gratis (MBG), Tiyo kini buka kartu: ia pernah dapat undangan resmi ke Istana untuk ketemu Presiden Prabowo Subianto pada Agustus 2025.

Contents
Bukan Cuma Soal MBGAnggaran Pendidikan Jadi AlarmTeror dan DemokrasiReformasi Jilid Dua?

Tapi alih-alih datang, ia justru pilih nolak.

Pengakuan itu ia sampaikan saat nongol di podcast kanal YouTube Terus Terang Media,. Dengan santai tapi tegas, Tiyo bilang sikap kritisnya bukan reaksi dadakan. Semua sudah dipikir matang.

“Kita nggak tiba-tiba marah ke presiden. Dari setahun lalu kita sudah kritik banyak kebijakan publik dari rezim Prabowo dan Gibran,” ujarnya.

Bukan Cuma Soal MBG

Menurut Tiyo, kritik itu bukan cuma soal MBG. Ia juga menyoroti revisi UU TNI sampai mekanisme mandatory spending yang dinilai berkaitan erat dengan pembiayaan program tersebut.

Ia merasa ada jarak antara suara publik dan respons pemerintah. “Kayak ada jarak antara suara, telinga, sama otak,” katanya.

Kesempatan ketemu langsung di Istana sebenarnya terbuka. Tapi buat Tiyo, konsistensi lebih penting dari simbol pertemuan.

“Saya sudah diundang ke istana bulan Agustus dan saya nolak. Jadi nggak usah dibilang kita cuma berani di luar,” tegasnya.

Ia merasa semua kritiknya sudah terang-benderang di ruang publik. “Presiden bisa nonton sendiri di podcast. Nggak perlu ketemu.”

Anggaran Pendidikan Jadi Alarm

Yang bikin Tiyo paling gerah adalah dugaan pergeseran anggaran pendidikan buat mendanai MBG. Ia menyinggung Pasal 31 ayat 4 soal alokasi anggaran pendidikan yang menurutnya tak boleh diganggu.

Tiyo bahkan menyebut angka Rp223 triliun sebagai estimasi dana yang terdampak. Menurutnya, kalau dikelola penuh untuk pendidikan, cukup Rp180 triliun saja untuk menggratiskan seluruh mahasiswa.

Meski begitu, ia menegaskan BEM UGM tidak anti program pengentasan stunting. Yang dikritik adalah cara eksekusinya.

“Kita nggak pernah bilang MBG harus dihentikan. Stunting itu penting. Tapi kalau dijalankan ugal-ugalan, total tanpa kontrol, dan jadi celah korupsi, itu yang kita lawan,” katanya.

Ia bahkan menyebut MBG berpotensi jadi investasi politik, bukan investasi kesejahteraan rakyat.

Teror dan Demokrasi

Usai bersuara keras, Tiyo mengaku mengalami teror: dikuntit, difoto diam-diam, sampai dapat ancaman penculikan. Baginya, ini alarm keras buat demokrasi.

“Teror itu tanda demokrasi lagi cacat. Apalagi kalau pemerintah nggak jelas bela korbannya,” ujarnya.

Ia juga sempat melontarkan pernyataan pedas, menyebut pejabat publik sejatinya bekerja untuk rakyat. Kritik keras, katanya, lahir dari rasa kecewa yang dalam.

Reformasi Jilid Dua?

Di ujung obrolan, Tiyo melempar ajakan refleksi. Ia bilang syarat “reformasi jilid dua” terasa makin lengkap. Meski begitu, ia tetap buka pintu perubahan.

“Kalau presiden mau bertaubat secara politik dan jadi pemimpin yang baik, saya bisa kok jadi orang pertama yang dukung,” ucapnya.

Buat Tiyo, rakyat sebenarnya nggak doyan ribut sama pemimpinnya. Yang diinginkan sederhana: pemimpin yang bisa diandalkan dan dibanggakan. (*)

You Might Also Like

Eks Waketum Nasdem Ahmad Ali Jadi Ketua Harian DPP Partai Gajah

KPU Cabut Keputusan Kontroversial, Dokumen Capres-Cawapres Kini Bisa Diakses Publik

KPU ‘Lock’ 16 Dokumen Syarat Capres-Cawapres Untuk Dipublish

PWI Pusat Punya Pengurus Baru, Siap Gaspol Hadapi Era AI & Perkuat Dunia Pers

SK Pengesahan Kepengurusan DPP PDIP 2025-2030 Resmi Diserahkan Kemenkum

TAGGED:Ketua BEM UGMkritik mbgterortiyoundangan istana
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article BSB Industrial Park, kawasan industri berdiri di atas lahan BSB City. (Citra satelit Google) Alih Fungsi Lahan di Kawasan BSB Masif, Jadi Biang Kerok Banjir Semarang
Next Article Sempat Bikin Gaduh, Menag Luruskan Soal Zakat

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

IKA Lemhannas Jateng-LPMK Banyumanik Dekatkan Pancasila dengan Gen Z

Sate Berujung Maut, Menantu Klaim Dikasih Jampi-Jampi Bukan Racun

Cek, Napas Masih Panjang atau Mulai Pendek? Paru-Paru Punya Jawaban

2 Juni Dompet Mulai Senyum, Gaji Ke-13 Cair Bawa Kabar Lega

Terong Tiap Hari Memang Nikmat, Tapi Ada Batas Aman, Simak yuk

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Nasional

Seluruh Korban Ponpes Al Khoziny Ditemukan, BNPB Pastikan Lokasi Sudah Rata dengan Tanah

Oktober 7, 2025
Kapolri Listyo Sigit Prabowo memluk keluarga ojol yang tewas dilindas kendaraan Brimob, di Jakarta, Kamis (28/8/2025).
Nasional

Kata Kapolri kepada Keluarga Ojol Tewas Dilindas Brimob: Bapak yang Sabar Ya

Agustus 29, 2025
Rahayu Saraswati resmi mundur dari DPR RI usai permintaan maaf atas pernyataan kontroversial soal “mental kolonial” terkait lapangan kerja., Rabu (10/9/2025).
Nasional

Rahayu Saraswati Mundur dari DPR: Klarifikasi, Permintaan Maaf, dan Harapan

September 11, 2025
Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas dengan para kementerian teknis dalam rangka evaluasi pelaksanaan MBG, Minggu (28/9/2025) malam. Foto: dok/BiroPersKepresidenan
Nasional

Evaluasi Total MBG: Rakyat Butuh Sistem, Bukan Arahan Teknis Presiden

September 29, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Tolak Undangan Istana, Tiyo Pilih Konsisten Lawan Arus
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?