Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Puasa Bedug Dulu Dicengin, Kata Buya Yahya Keren
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Puasa Bedug Dulu Dicengin, Kata Buya Yahya Keren

Menurutnya, tradisi puasa bedug lahir dari kebiasaan kampung yang sarat nilai pendidikan. Walau istilahnya nggak ada dalam kitab fikih, semangatnya ada dalam dunia tarbiah.

Nugroho P.
Last updated: Februari 23, 2026 8:45 pm
By Nugroho P.
3 Min Read
Share
ilustrasi puasa bedug, sebagai bentuk latihan ibadah.
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Dulu waktu kecil, istilah puasa bedug sering banget jadi bahan candaan. Siapa yang cuma kuat sampai Zuhur, langsung kena ledekan, “Ah, cuma puasa bedug!”

Padahal buat anak-anak yang baru belajar, nahan lapar setengah hari itu sudah perjuangan besar. Tapi suasana tongkrongan bocah kadang nggak peduli, yang penting seru-seruan.

Puasa bedug sendiri biasanya dilakukan dari Subuh sampai azan Zuhur, lalu lanjut lagi sampai Magrib. Model latihan ini memang identik dengan anak-anak yang belum baligh.

Menariknya, pengasuh LPD Al Bahjah Cirebon, KH Yahya Zainul Ma’arif, justru melihat puasa bedug dari sisi yang beda. Dalam salah satu kajiannya, ia menyebut praktik ini bagus dalam konteks pendidikan.

Lewat tayangan di kanal YouTube Al Bahjah TV, Buya Yahya menjelaskan bahwa mendidik anak puasa itu nggak boleh pakai cara keras. Harus ada sentuhan tarbiah, bukan sekadar hitam-putih fikih.

“Kalau kuat, silakan lanjut. Tapi kalau nggak kuat, jangan dipaksa. Tapi juga jangan dibiarkan dari pagi nggak puasa sama sekali,” ujarnya santai.

Menurutnya, tradisi puasa bedug lahir dari kebiasaan kampung yang sarat nilai pendidikan. Walau istilahnya nggak ada dalam kitab fikih, semangatnya ada dalam dunia tarbiah.

Anak yang dibiarkan bebas makan minum seharian tanpa belajar puasa, lama-lama bisa kehilangan rasa hormat pada Ramadhan. Di situ pentingnya latihan bertahap.

Buya Yahya mencontohkan, kalau anak lapar jam 9 pagi, boleh saja berbuka. Nanti coba lagi. Lapar lagi jam 12, boleh makan lagi. Tapi tetap ada aturan, bukan bebas sebebas-bebasnya.

“Ini bulan mulia, jadi tetap harus ada adabnya,” tegasnya.

Dari pola seperti itu, anak belajar disiplin pelan-pelan. Mereka tahu ini bukan hari biasa, ada suasana khusus yang harus dihormati.

Sahur pun tetap dianjurkan. Walau belum kuat puasa penuh, anak sebaiknya tetap dibangunkan untuk sahur supaya merasakan atmosfer Ramadhan.

Kalau siang hari anak kecil asyik jajan es krim tanpa rasa bersalah, kata Buya, itu bisa jadi tanda belum ada pendidikan tentang puasa di rumahnya.

Orang tua punya peran penting untuk menanamkan rasa hormat terhadap bulan suci. Bukan soal wajib atau tidaknya, tapi soal pembiasaan.

Ia juga mengingatkan, memaksa anak puasa penuh tanpa kesiapan bisa berbahaya secara psikologis. Bukannya cinta ibadah, malah jadi trauma.

Pendekatan yang lembut dan bertahap justru bikin anak merasa puasa itu menyenangkan. Mereka tumbuh dengan kenangan manis tentang Ramadhan.

Dalam konteks itu, puasa bedug bukan simbol kelemahan. Justru itu jembatan awal menuju puasa yang utuh saat sudah baligh nanti.

Tradisi ini seharusnya nggak lagi dipandang remeh. Di balik kesederhanaannya, ada strategi pendidikan yang bijak.

Ramadhan memang bukan cuma soal kuat-kuatan. Buat anak-anak, ini tentang belajar mengenal ibadah dengan hati riang.

Jadi kalau sekarang masih ada yang puasa bedug, nggak usah dicengin lagi. Bisa jadi, di situlah awal tumbuhnya cinta pada puasa yang sesungguhnya. (*)

You Might Also Like

Bebas dari Lapas, Napiter Perempuan Asal Malaysia Langsung Dideportasi dari Semarang

Parkir Ramai, Duit Sepi? DPRD: Ada yang Nggak Beres

Rahasia di Balik Mandi Wajib, Bukan Cuma Soal Suci, Tapi Begini

Nataru Bukan Cuma Macet, Wakapolda Jateng Ingatkan Ancaman Bencana

Lebih dari Sekadar Tradisi, Dugderan Semarang Diperjuangkan Jadi Warisan Budaya Nasional

TAGGED:buya yahyalatihan puasapuasapuasa bedug
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Mokel Itu Apa Sih? Istilah Puasa Diam-Diam
Next Article Warga melihat jembatan yang menghubungkan Desa Duren dan Pledokan, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang ambrol pada Senin (23/2/2026). Pemdes setempat membuat jembatan darurat agar 800-an warga di Desa Duren tak terisolasi. 800 Warga Sumowono Terisolasi, Jembatan Penghubung Antardesa Ambrol

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Ketika Konsentrasi Kekuasaan Berada di Tangan Orang Itu-Itu Saja

Forsan Jateng Mau Bikin Pesantren Makin Aman

TIMNAS SPANYOL - Untuk kali pertama dalam sejarah, tak ada pemain Real Madrid sama sekali dalam skuad tim nasional Spanyol.

Pertama dalam Sejarah! Tak Ada Pemain Real Madrid di Timnas Spanyol

Widodo C Putro: Pokoknya Nyerang!

ILUSTRASI pasukan Tentara Nasional Indonesia (TNI). (ist)

Terungkap! Alasan Warga dan Petani Temanggung Ramai Tolak Pembangunan Batalion TNI

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Info

Pulang Umrah Makin Mudah, Tapi Visa Jangan Sampai Lewat

Maret 27, 2026
Jaksa mengangkat sebagian uang sitaan korupsi Bank Jateng Rp10,9 miliar. (bae)
Hukum

Pamer Uang Rp10,9 Miliar, Jaksa Kejari Semarang: Sitaan Korupsi Bank Jateng

Desember 9, 2025
Sepak Bola

Bos PSIS Pengin Jatidiri Tetap Jadi Tempat Panen Poin

Januari 27, 2026
Hukum

OTT Lagi, OTT Lagi… Luthfi Ingatkan Jangan Main Api di Birokrasi

Maret 4, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Puasa Bedug Dulu Dicengin, Kata Buya Yahya Keren
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?