Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Triastono Risau Tanah Terus Bergerak, Warga Deliksari Bertahan di Tengah Ancaman Longsor
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Triastono Risau Tanah Terus Bergerak, Warga Deliksari Bertahan di Tengah Ancaman Longsor

R. Izra
Last updated: Februari 11, 2026 8:33 pm
By R. Izra
3 Min Read
Share
Rumah warga Deliksari, Gunungpati, Semarang, terlihat sudah miring dan beberapa mengalami tembok retak, Rabu (11/02/2026). (dul)
Rumah warga Deliksari, Gunungpati, Semarang, terlihat sudah miring dan beberapa mengalami tembok retak, Rabu (11/02/2026). (dul)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Ancaman pergerakan tanah masih jadi kekhawatiran warga Kampung Deliksari, Kelurahan Sukorejo, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang. Utamanya tiap musim hujan datang.

Meski kondisi ini sudah berlangsung bertahun-tahun, sebagian besar warga tetap memilih bertahan di kampung tempat mereka tinggal sejak lama.

Triastono (44), warga RT 05/RW 06 Deliksari, mengatakan persoalan tanah labil di wilayahnya bukan hal baru. Ia bahkan mengingat fenomena tanah gerak di kampungnya sudah terjadi sejak dirinya masih kecil.

Bacaaja: Longsor Ancam Akses Warga Gunungpati, Jembatan Deliksari Nyaris Ambruk
Bacaaja: Ngeri! Detik-detik Bangunan Ponpes Al Adalah Ambruk Ditelan Tanah Gerak di Tegal

“Kalau musim hujan, tanah di sini seperti bubur. Bagian atasnya kelihatan keras, tapi dalamnya gembur. Jadi kalau hujan deras, tanah bisa bergerak pelan-pelan,” ujarnya saat ditemui, Rabu (11/02/2026).

Menurutnya, sekitar tahun 2018 sejumlah rumah sempat mengalami kerusakan akibat pergerakan tanah. Bahkan, belum lama ini beberapa rumah pada titik lain di Deliksari juga terdampak hingga bagian belakang bangunan roboh.

Tak hanya rumah, jalan utama yang menjadi akses warga juga sering retak dan ambles. Kondisi ini hampir selalu terulang setiap musim hujan tiba.

Meski wilayah tersebut disebut berada di jalur patahan berdasarkan penelitian, Triastono menilai penyebab utamanya bukan gempa, melainkan kondisi tanah yang memang labil.

“Kalau kemarau tanah keras, tapi begitu hujan ya lembek. Jadi setiap musim hujan pasti ada saja jalan rusak atau rumah kena dampak,” katanya. Rabu (11/02/2026).

Warga sebenarnya sudah berupaya mengurangi risiko longsor, salah satunya dengan menanam pohon sebelum musim hujan datang. Bibit tanaman biasanya merupakan bantuan dari kampus maupun instansi lain.

Harapannya, pohon-pohon itu bisa membantu menyerap air dan menahan pergerakan tanah. Namun, dampaknya memang tidak bisa langsung dirasakan dalam waktu singkat.

Meski tinggal di kawasan rawan bencana, banyak warga tetap enggan pindah. Selain lahan yang mereka tempati sudah bersertifikat, lokasi Deliksari juga dianggap cukup strategis karena dekat dengan pusat kota.

Tarman (48) juga menambahkan alasan warga tetap bertahan di kampung tersebut.

“Kalau disuruh pindah berat. Tanah sudah sertifikat semua, akses ke kota juga dekat. Jadi warga tetap memilih tinggal di sini,” ujarnya Rabu (11/02/2026).

Ia juga mengenang masa ketika wilayah Deliksari belum memiliki fasilitas memadai. Warga dulu harus berjalan cukup jauh untuk mendapatkan air bersih. Kini kondisi perlahan membaik dengan masuknya jaringan air, listrik, hingga internet.

Saat ini, harapan warga tertuju pada perbaikan infrastruktur, terutama jalan utama yang sering rusak akibat pergerakan tanah. Meski bantuan pemerintah beberapa kali datang, kerusakan serupa kerap muncul kembali setelah beberapa tahun.

“Pemerintah sebenarnya selalu membantu. BPBD juga sering survei. Tapi karena kondisi tanahnya begitu, dua tahun kemudian longsor lagi,” katanya. Rabu (11/02/2026).

Meski begitu, warga tetap berupaya menjaga kampungnya agar tetap aman dan layak dihuni.

“Kita sebagai warga tetap berusaha yang terbaik untuk Deliksari,” tutup Triastono. (dul)

You Might Also Like

Ahli Bongkar Hasil Audit Janggal, Bella Minta Bebas dari Penjara

Pemprov Dukung Satgas Antikekerasan di Ponpes

Baru Launching, Lapor Menaker Langsung Diserbu Aduan!

Gaji Guru Cuma Rp200 Ribuan? DPR Desak Pemerintah Revisi Aturan BOS, Digitalisasi Sekolah Harus Merata!

Bukan Sekadar Piala, Malamnya Perempuan Semarang Unjuk Karya

TAGGED:deliksarigunungpatiheadlineSemarangtanah gerak
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Wakil Ketua DPRD Jateng dari Fraksi Golkar, M Saleh. Wacana Peralihan LPG ke DME, M Saleh: Sosialisasi Dulu, Jangan Sampai Bikin Warga Kaget
Next Article Awaluddin (batik cokelat) menangis saat dihampiri keluarganya usai sidang vonis di pengadilan, Rabu (11/2/2026). (bae) Cerita Awaluddin Eks-Sekda Cilacap: Korupsi Demi Ikut Pilkada, Kalah Lalu Masuk Penjara

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Sentra Bandeng Tambakrejo Naik Kelas, Agustina Soroti Jalan hingga Mesin Presto

Cegah Gangguan Penerbangan, Bandara Ahmad Yani Sisir Area Runway

PIAGAM PENGHARGAAN: Kolase foto piagam penghargaan Kantor Advokat da. Kurator LDN Ernst yang diberikan Hukumonline dalam ajang pemeringkatan Top 100 Indonesian Law Firm 2026. (ist)

LDN Ernst Raih Dua Penghargaan, Diakui Law Firm Terbaik di Jateng

FOOD FESTIVAL - Pembeli sedang memesan cahkwe di food festival kawasan Pecinan Semarang, Jumat (25/9/2026). (dul)

Berburu Kuliner di Heritage Food Festival Pecinan Semarang, Pengunjung Soroti Tenant Halal dan Nonhalal

Anak bungsu pasangan Soekarno-Fatmawati, Mohammad Guruh Irianto Soekarnoputra (Guruh Soekarnoputra).

Profil Guruh Soekarnoputra, Jejak Sosok Politikus Marhaenis cum Seniman

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Olahraga

Ceqiu Cup, Perkuat Komunitas Biliar Semarang

Mei 18, 2026
WNA DIDEPORTASI--Warga asing asal Afghanistan berinisial MEM (jubah putih) dideportasi dari Indonesia. (ist)
Info

Izinnya Sih Kuliah, tapi Malah Buka Restoran! WN Afghanistan Dideportasi

Agustus 20, 2026
Sepak Bola

Sohib Messi Runtuhkan Ambisi Rizky Ridho Raih Puskas Award 2025

Desember 18, 2025
Ilustrasi polusi udara
Teknologi

Seberapa Bersih Udara yang Kita Hirup di Dalam Rumah?

Agustus 21, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Triastono Risau Tanah Terus Bergerak, Warga Deliksari Bertahan di Tengah Ancaman Longsor
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?